Kenapa Kotoran Telinga Tetap Ada Meski Sering Dibersihkan? Begini Alasannya
Joko Widiyarso September 09, 2026 03:14 PM

Tribunjogja.com - Tribunners, siapa yang masih punya kebiasaan membersihkan telinga dengan cotton bud?

Biasanya, rasa lega muncul setelah melihat kotoran telinga berhasil diangkat.

Namun, beberapa hari kemudian kotorannya muncul lagi.

Hal ini mungkin membuat Tribunners bertanya-tanya. Bukankah telinga sudah dibersihkan?

Ternyata, munculnya kotoran telinga tidak selalu berarti telinga sedang kotor.

Kotoran telinga atau serumen memang diproduksi secara alami oleh tubuh. 

Serumen terbentuk dari cairan kelenjar di saluran telinga. 

Di dalamnya juga terdapat sel kulit mati, lemak, dan debu.

Keberadaan serumen justru membantu menjaga telinga tetap terlindungi.

Hal tersebut dijelaskan dalam kajian ilmiah mengenai serumen yang diterbitkan di Otolaryngologic Clinics of North America. 

Serumen memiliki peran dalam membersihkan dan melindungi saluran telinga.

Telinga ternyata bisa membersihkan dirinya sendiri

Mengenal Bagian-Bagian Telinga dan Fungsinya
Mengenal Bagian-Bagian Telinga dan Fungsinya (Buku Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial untuk SD Kelas V)

Mungkin selama ini Tribunners mengira telinga harus rutin dikorek agar tetap bersih.

Padahal, telinga punya mekanisme pembersihan alami.

Kulit di dalam saluran telinga bergerak secara perlahan ke arah luar. 

Gerakan rahang saat berbicara dan mengunyah juga membantu mendorong serumen keluar.

Kotoran yang sudah berada di bagian luar biasanya akan terlepas dengan sendirinya.

Kajian ilmiah juga menunjukkan bahwa mekanisme tersebut membantu membawa serumen keluar dari saluran telinga. 

Karena itu, telinga yang sehat tidak selalu membutuhkan pembersihan dari dalam. 

Jadi, kalau Tribunners menemukan sedikit kotoran di bagian luar telinga, tidak perlu buru-buru mengambil cotton bud.

Bisa jadi telinga sedang melakukan tugasnya sendiri.

Kenapa kotorannya muncul lagi setelah dibersihkan?

Jawabannya cukup sederhana.

Tubuh memang terus memproduksi serumen.

Kelenjar di dalam saluran telinga akan tetap menghasilkan serumen. 

Membersihkan telinga tidak akan menghentikan proses tersebut.

Itulah sebabnya kotoran telinga bisa muncul lagi meski sebelumnya sudah dibersihkan.

Namun, ada hal lain yang perlu diperhatikan.

Cara membersihkan telinga juga bisa memengaruhi penumpukan serumen.

cara mengeluarkan semut dari telinga
Penggunaan Cotton Bud (net)

Penggunaan cotton bud terlalu dalam dapat mendorong kotoran menuju bagian dalam telinga. Kebiasaan tersebut juga dapat membuat kulit saluran telinga mengalami iritasi.

Hal ini telah dibahas dalam kajian ilmiah mengenai penanganan serumen. Penggunaan benda untuk mengorek telinga dapat mengganggu proses pembersihan alami telinga. 

Jadi, Tribunners yang merasa kotoran telinganya cepat kembali setelah dikorek mungkin bukan mengalami masalah produksi serumen.

Bisa jadi kotorannya justru terdorong semakin ke dalam.

Bukan berarti cotton bud harus selalu digunakan

Melihat kotoran telinga memang kadang membuat tangan terasa ingin langsung mengambil cotton bud.

Apalagi jika kotorannya terlihat jelas.

Namun, telinga tidak harus dibuat benar-benar bebas dari serumen.

Sedikit serumen justru memiliki manfaat. 

Serumen membantu menjaga kelembapan kulit di dalam telinga. 

Serumen juga dapat membantu menangkap debu dan benda asing.

Karena itu, membersihkan bagian luar telinga saja sudah cukup untuk kebanyakan orang.

Tribunners bisa menggunakan handuk lembut setelah mandi. 

Bagian luar telinga cukup dilap tanpa memasukkan benda ke dalam saluran telinga.

Kapan kotoran telinga perlu diperiksa?

5 Arti Mimpi Membersihkan Kotoran Telinga, Mengeluarkan Kotoran Telinga Menurut Islam
Membersihkan Kotoran Telinga (pixabay)

Serumen baru perlu mendapat perhatian jika sudah menimbulkan keluhan.

Telinga bisa terasa penuh atau tersumbat. Pendengaran juga dapat berkurang.

Pada beberapa orang, penumpukan serumen dapat disertai rasa gatal, nyeri, atau telinga berdenging.

Jika mengalami kondisi tersebut, sebaiknya jangan terus mengorek telinga sendiri.

Pemeriksaan oleh tenaga medis dapat membantu memastikan apakah keluhan memang disebabkan oleh penumpukan serumen.

Jadi, Tribunners, kotoran telinga yang muncul kembali setelah dibersihkan sebenarnya merupakan hal yang wajar.

Tubuh memang terus memproduksinya.

Telinga juga punya cara sendiri untuk mengeluarkannya.

Mulai sekarang, mungkin Tribunners tidak perlu terlalu sibuk mengejar telinga yang benar-benar bersih tanpa kotoran.

Kalau sedikit serumen masih terlihat, biarkan saja selama tidak menimbulkan keluhan.

Nah, Tribunners sendiri bagaimana?

Apakah termasuk yang rutin membersihkan telinga dengan cotton bud atau justru

membiarkannya saja?

Coba ceritakan kebiasaan Tribunners di kolom komentar.

(MG Natasya Aulia)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.