Sampai dengan sekarang belum ya, belum...Penerbangan pun baru beberapa yang berjalan, apalagi di sekitar sini yang memang pusat terjadinya erupsi Anak Gunung Krakatau

Pandeglang (ANTARA) - Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Banten, Inspektur Jenderal Polisi Hengki menyatakan bahwa pihaknya saat ini masih mempertimbangkan upaya operasi via udara dalam mencari lima jurnalis yang hilang kontak saat meliput Gunung Anak Krakatau, di Selat Sunda, Pandeglang.

Ia mengungkapkan, sejauh ini tim SAR gabungan masih fokus melakukan penyisiran melalui jalur laut di sekitar lokasi Gunung Anak Krakatau.

Sementara, untuk potensi pengerahan pemantauan via udara, pihaknya masih melihat perkembangan situasi cuaca di lapangan, mengingat aktivitas vulkanik masih berlangsung.



"Sampai dengan sekarang belum ya, belum...Penerbangan pun baru beberapa yang berjalan, apalagi di sekitar sini yang memang pusat terjadinya erupsi Anak Gunung Krakatau," kata Hengki di Pandeglang, Selasa, menjelaskan alasan belum dilakukan pencarian via udara.

Namun demikian, dia memastikan untuk mendukung kelancaran operasi di darat dan laut, Polda Banten juga telah mendirikan posko antimortem dari Dokkes Polda guna memastikan kesiapan dan mitigasi medis bagi tim SAR gabungan yang bertugas.

"Operasi ini atau pencarian rekan-rekan kita yang masih sampai dengan sekarang belum ada informasi, tentu selain keselamatan tim terpadu ini yang melakukan pencarian, tentu kita akan bekerja keras untuk menemukan dalam pencarian rekan-rekan kita sampai sekarang yang belum kita temukan," katanya.

Pada kesempatan itu, pihak kepolisian juga mengingatkan kembali pentingnya mematuhi zona aman yang telah ditetapkan oleh Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG). Berdasarkan ketentuan, aktivitas pelayaran maupun kunjungan dilarang keras mendekati radius kurang dari tiga kilometer dari kawah Anak Gunung Krakatau.

"Ya, kan sudah dari vulkanologi sudah mengimbau semenjak dari mulainya naiknya erupsi ini terjadi, kan tidak boleh mendekati dari radius tiga kilometer. Jadi, harus lebih dari tiga kilometer dari Gunung Anak Krakatau itu baru radiusnya aman. Tapi kalau terlalu dekat itu berbahaya," paparnya.

Selain pengawasan ketat melalui jajaran Polsek, Babinsa, dan Bhabinkamtibmas di wilayah pesisir, pihak kepolisian menggencarkan imbauan melalui media sosial agar masyarakat tetap tenang.

"Imbauan untuk masyarakat karena masih berlangsungnya erupsi, terjadinya erupsi Gunung Anak Krakatau, tentu sama-sama mematuhi apa yang menjadi imbauan dari pemerintah," kata dia.



Memasuki hari kedua operasi pencarian, Tim SAR gabungan kembali melakukan pencarian speed boat yang dilaporkan hilang kontak di Perairan Selat Sunda, Kabupaten Pandeglang, Banten. Sebanyak delapan orang yang berada di dalam speed boat tersebut masih dalam pencarian hingga saat ini.

Dalam pelaksanaan pencarian hari kedua, Tim SAR Gabungan membagi operasi menjadi empat Search and Rescue Unit (SRU) untuk memperluas cakupan area pencarian.

SRU 1 menggunakan KN SAR Tetuka 247 dengan rencana penyisiran sejauh 68,3 nautical mile (NM) dan jarak antarjalur pencarian atau spacing 3 NM. Sementara SRU 2 menggunakan KAL Anyer dengan total jarak penyisiran 69,5 NM dan spacing 3 NM.

Kedua SRU tersebut melakukan pencarian di area perairan yang telah ditentukan berdasarkan perencanaan operasi SAR. Sementara itu, SRU 3 menggunakan RIB 01 Lampung dengan total rencana penyisiran 67 NM dan spacing 1 NM.

SRU 4 menggunakan RIB 02 Banten untuk melakukan penyisiran di sepanjang Pulau Rakata dan Pulau Panjang, yang menjadi salah satu area pencarian berdasarkan hasil evaluasi operasi sebelumnya.

Pencarian melibatkan personel Kantor Pencarian dan Pertolongan Banten, USS Pandeglang, Kantor Pencarian dan Pertolongan Lampung, serta unsur TNI-Polri, pemerintah daerah, Balawista, nelayan, masyarakat, dan unsur terkait lainnya.

Sejumlah sarana turut dikerahkan dalam operasi ini, di antaranya KN SAR Tetuka 247, KAL Anyer, KP Sanjaya, RIB 02 Banten, RIB 02 Lampung, RIB 03 Lampung, rescue car, truk personel, drone thermal, serta berbagai peralatan SAR air, medis, komunikasi, dan peralatan pendukung lainnya.