Jenderal Bintang 3 dan 2 Resmikan Pusat Studi Kepolisian di UMI, Prof Zakir Sabara: Ini Kehormatan!
Sudirman September 09, 2026 03:22 PM

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Pusat Studi Kepolisian kini hadir di Universitas Muslim Indonesia (UMI).

Pusat studi diresmikan di Lantai 5 Menara UMI, Jl Urip Sumoharjo, Kecamatan Panakkukang, Kota Makassar, Sulawesi Selatan, Rabu (9/9/2026).

Peresmian studi kepolisian dihadiri Kepala Lembaga Pendidikan dan Pelatihan (Kalemdiklat) Polri, Komjen Prof Dr Chryshnanda Dwilaksana.

Komjen Pol Chryshnanda adalah lulusan Akpol 1989 berlatar belakang Lantas yang bergelar Profesor Bidang Ilmu Kepolisian.

Hadir juga Kapolda Sulsel Kombes Pol Djuhandhani Rahardjo Puro dan sejumlah pejabat utama Polda Sulsel.

Baca juga: Pimpinan UMI Makassar 4 Hari Tertahan di Medan, Efek Erupsi Sinabung-Krakatau

Kehadiran Komjen Pol Chryshnanda dan Irjen Pol Djuhandhani Rahardjo Puro disambut Wakil Rektor II UMI Prof Dr H Zakir Sabara HW dan sejumlah petinggi UMI lainnya.

Diantaranya Wakil Rektor III Prof Kamal Hijaz, Wakil Rektor V Ir Hj Setyawati Yani, dan Direktur Pascasarjana UMI Prof Dr H La Ode Husen.

Peresmian studi kepolisian di UMI ditandai dengan penandatanganan kerjasama antara Kalemdiklat Polri dan UMI.

Komjen Pol Chryshnanda mengatakan, kehadiran pusat studi kepolisian di UMI dan beberapa kampus lainnya merupakan ikhtiar kepolisian untuk terus mengembangkan sumber daya manusia (SDM).

"Ini merupakan suatu bagian untuk kita selalu belajar. Karena mengembangkan Polisi perlu hubungan kajian pembelajaran dari kalangan civitas akademika," kata Komjen Pol Chryshnanda seusai penandatanganan kerjasama.

Baginya, studi kepolisian di UMI merupakan bagian dari upaya Polri dan membangun dialog peradaban.

"Mengembangkan kompetensi sumber daya manusia, terutama anggota Polri banyak yang belajar di sini. Mau tidak mau ruang-ruang belajar ini harus kita terus kembangkan," jelasnya.

Sejauh ini, UMI telah menerapkan tri darma perguruan tinggi secara komprehensif.

Salah satunya lanjut dia, melalui bidang akademik, penelitian, dan pengabdian masyarakat.

"Hari ini dengan pusat studi kepolisian, tentu akan bisa menjadi ruang mengkaji, mendorong untuk bisa ada suatu kemitraan. Polisi bisa mengembangkan atau dapat diterima, dapat memahami, cerdas, dan modern," paparnya.

Secara nasional pusat studi kepolisian sudah hadir di 74 kampus baik negeri maupun swasta.

Khusus di Sulawesi Selatan, baru terdapat dua kampus yang terdapat Pusat Studi Kepolisian di dalamnya.

Yaitu Universitas Hasanuddin (Unhas) dan Universitas Muslim Indonesia (UMI).

Kapolda Sulsel Irjen Pol Djuhandhani Rahardjo Puro mengaku akan berkolaborasi dengan pusat studi kepolisian yang ada di UMI, khususnya dalam merespon permasalahan sosial yang ada di masyarakat.

"Di mana kita melihat ada berbagai permasalahan-permasalahan di masyarakat yang tentu saja ini akan kita diskusikan, kita bicarakan yang akhirnya harapan kami kita mendapatkan arah kemana untuk menyelesaikan permasalahan di masyarakat ini," terang Djuhandhani.

Djuhandhani juga menegaskan, awal mula munculnya gagasan Pusat Studi Kepolisian di beberapa kampus di Indonesia, diawali dari Sulawesi Selatan.

"Dan perlu tadi sudah disampaikan bahwa ide pemikiran pusat studi kepolisian itu pertama kali dilaksanakan di Polda Sulsel," terang Djuhandhani 

"Jadi walaupun Polda-Polda lain juga melaksanakan peresmian tapi ide pertama adalah di Polda Sulsel dan ini buah pikiran dari Bapak Komjen Chryshnanda waktu itu," tuturnya.

Alumnus Akpol 1991 itu, pun berharap dengan adanya Pusat Studi Kepolisian di UMI, dapat meningkatkan sinergitas kepolisian dan dunia kampus.

"Di mana kita harapkan dari universitas, dari pusat studi kepolisian itu bisa mengambil sebuah kesimpulan-kesimpulan dalam rangka memberikan masukan kepada kepolisian dalam menyelesaikan permasalahan sosial di masyarakat," harapnya.

Sementara itu, Prof Zakir Sabara menuturkan, kehadiran pusat studi kepolisian adalah wajah baru sinergitas kepolisian dan dunia pendidikan kampus pasca Reformasi 1998.

"Ini momentum terbaik setelah reformasi 1998, di mana mahasiswa dan seluruh civitas akademika punya ruang dan tempat mengadu gagasan, memberikan solusi," kata Prof Zakir Sabara.

"Bahkan memberikan Early Warning bagi Kepolisian ketika situasi berhadapan dengan Kamtibmas," lanjut Sekretaris Keluarga Besar Putra Putri Polri (KBPPP) Sulsel ini.

Bagi UMI, kata Prof Zakir, kehadiran Pusat Studi Kepolisian di kampus yang berdiri pada 23 Juni 1954 ini, adalah kehormatan.

Olehnya itu kata dia, kehadiran Pusat Studi Kepolisian ini akan dijaga dan terus dikembangkan kedepannya.

"Terimakasih kepada Kapolda, Mabes Polri atas amanah dan kepercayaan ini. Ini kita akan jaga, jadikan lebih produktif, lebih sinergi, yang paling penting memberikan solusi, masukan yang tangguh agar Polisi bisa mengantisipasi berbagai hal," tuturnya.(*)

 

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.