TRIBUNNEWS.COM - Barcelona gagal merekrut Lautaro Martinez pada bursa transfer musim panas 2026 setelah sang striker memilih bertahan di Inter Milan.
Presiden Inter Milan, Giuseppe Marotta, mengungkap bahwa keputusan Lautaro menjadi salah satu faktor utama yang membuat rencana Barcelona mendatangkan kapten Nerazzurri tersebut tidak pernah berkembang menjadi negosiasi serius.
Barcelona memang sempat menjadikan Lautaro sebagai salah satu target utama untuk memperkuat lini depan.
Blaugrana membutuhkan tambahan kualitas di posisi penyerang dan menilai Lautaro sebagai kandidat ideal untuk menambah daya gedor mereka.
Kontak antara Barcelona dan Inter sempat terjadi. Namun, pembicaraan tersebut tidak pernah berlanjut ke tahap negosiasi formal.
Menurut Marotta, Lautaro sejak awal tidak menunjukkan keinginan untuk membuka pembicaraan dengan Barcelona.
Striker asal Argentina itu memilih tetap melanjutkan kariernya di Giuseppe Meazza dan menolak membuka peluang untuk meninggalkan Inter.
Marotta pun memberikan apresiasi khusus terhadap sikap Lautaro yang dinilainya menunjukkan loyalitas tinggi kepada klub.
Marotta Puji Sikap Lautaro
Marotta membahas ketertarikan Barcelona terhadap Lautaro menjelang pertandingan Liga Champions antara Inter Milan dan Real Madrid pada Rabu (9/9/2026) dini hari WIB.
Dalam pertandingan tersebut, Inter akhirnya kalah 1-2 dari Los Blancos.
Marotta menilai sikap Lautaro selama proses pendekatan Barcelona layak menjadi contoh.
"Perilakunya patut dicontoh. Dia telah menunjukkan rasa loyalitas yang luar biasa dengan menghindari segala bentuk negosiasi dengan Barcelona," ujar Marotta, dikutip dari Sky Sport.
Baca juga: Inter Milan 2 Kali Blunder Lawan Real Madrid, Cristian Chivu Masuk Mode Mengayomi
Presiden Inter tersebut juga menegaskan bahwa klub tidak memiliki alasan untuk melepas Lautaro karena sang pemain merupakan bagian penting dari proyek mereka.
"Kedua klub memang telah berdiskusi, tetapi syarat untuk memulai negosiasi sama sekali belum terpenuhi," katanya.
"Lautaro mewakili masa kini dan masa depan klub kami. Untuk memiliki peluang menang, Anda juga membutuhkan pemain seperti dia," lanjut Marotta.
Sikap Lautaro pada akhirnya membuat Barcelona harus mengubur rencana untuk memboyongnya ke Camp Nou.
Bagi Inter, mempertahankan Lautaro bukan hanya soal menjaga seorang pencetak gol.
Pemain berusia 29 tahun tersebut merupakan kapten sekaligus salah satu figur sentral dalam proyek olahraga Nerazzurri untuk beberapa tahun ke depan.
Keputusan Lautaro untuk bertahan juga tidak terlepas dari perjalanan panjangnya bersama Inter Milan.
Sejak bergabung dengan Nerazzurri, Lautaro telah mencatatkan 177 gol dan 57 assist dari 380 penampilan di semua kompetisi.
Kontribusinya turut membawa Inter meraih sejumlah trofi.
Lautaro telah mempersembahkan tiga gelar Liga Italia, tiga Coppa Italia, dan tiga Piala Super Italia.
Dengan status sebagai kapten sekaligus mesin gol utama, tidak mengherankan jika Inter berusaha keras mempertahankannya dari kejaran Barcelona.
Bagi Nerazzurri, mempertahankan Lautaro menjadi bagian penting dari ambisi klub untuk terus bersaing di level tertinggi Italia maupun Eropa.
Barcelona Gagal Dapat Penyerang Nomor 9
Barcelona sendiri memang membutuhkan tambahan kualitas dan kedalaman di lini depan.
Lautaro sempat dipandang sebagai salah satu opsi terbaik untuk memenuhi kebutuhan tersebut, tetapi transfer tidak pernah benar-benar mendekati kenyataan.
Situasi kontrak serta keinginan Lautaro untuk bertahan di Milan membuat Barcelona kesulitan membuka jalan menuju kesepakatan.
Blaugrana akhirnya menutup bursa transfer tanpa mendatangkan penyerang nomor 9 baru.
Meski demikian, kebutuhan tersebut belum terlalu terasa karena Barcelona mampu mengawali musim dengan performa positif.
Kemenangan 5-0 atas Valencia sekaligus memperlihatkan betapa produktifnya lini serang Barcelona.
Blaugrana kini telah mencetak 17 gol dalam empat pertandingan liga, meski tidak mengandalkan penyerang tengah konvensional.
Namun, Flick menegaskan bahwa produktivitas tersebut tidak mengubah rencana Barcelona untuk memiliki pemain nomor 9.
"Itu tidak mengubah ide kami. Kami butuh pemain nomor 9," kata Flick dikutip dari Mundo Deportivo.
(Tribunnews.com/Ali)