PSG vs Slovan Bratislava: Tidak Ada Bintang yang Tak Bisa Disingkirkan Luis Enrique
Dwi Setiawan September 09, 2026 03:30 PM

 

TRIBUNNEWS.COM - Kapten Paris Saint-Germain (PSG), Marquinhos, memberikan peringatan tegas kepada rekan-rekan setimnya menjelang dimulainya perjuangan mempertahankan gelar Liga Champions 2026/2027.

Bek asal Brasil itu menegaskan bahwa tidak ada pemain yang memiliki tempat aman di bawah asuhan Luis Enrique. 

PSG dijadwalkan mengawali kiprah mereka di fase liga dengan menjamu Slovan Bratislava di Parc des Princes, Kamis (10/9) dini hari WIB.

Pertandingan tersebut menjadi kesempatan bagi Les Parisiens untuk membuka perjalanan di kompetisi Eropa dengan hasil positif.

Status sebagai juara bertahan membuat PSG kembali menjadi salah satu kandidat kuat dalam persaingan musim ini.

Bek Paris Saint-Germain asal Brazil, Marquinhos, merayakannya setelah mencetak gol pada pertandingan semifinal leg pertama Liga Champions UEFA antara Paris Saint-Germain (PSG) dan Manchester City di stadion Parc des Princes di Paris pada 28 April 2021.Anne -Christine POUJOULAT / AFP
Bek Paris Saint-Germain asal Brazil, Marquinhos, merayakannya setelah mencetak gol pada pertandingan semifinal leg pertama Liga Champions UEFA antara Paris Saint-Germain (PSG) dan Manchester City di stadion Parc des Princes di Paris pada 28 April 2021. Anne -Christine POUJOULAT / AFP (Anne -Christine POUJOULAT / AFP)

Tim asal Paris tersebut sukses mengangkat trofi Liga Champions musim lalu setelah mengalahkan Arsenal melalui drama adu penalti.

Namun, PSG datang ke laga pembuka dengan kondisi yang belum sepenuhnya ideal.

Skuad asuhan Enrique masih mencari konsistensi setelah melewati tiga pertandingan pertama Ligue 1 2026/2027 tanpa kemenangan.

Situasi tersebut membuat laga melawan Bratislava menjadi momentum penting bagi PSG untuk kembali menemukan performa terbaik sekaligus membangun kepercayaan diri di panggung Eropa.

Di tengah persiapan menghadapi Bratislava, Marquinhos mengingatkan seluruh pemain PSG agar tidak terlena dengan status mereka, termasuk nama besar dan reputasi yang dimiliki.

Menurutnya, Enrique menerapkan standar tinggi dalam menentukan siapa yang layak tampil.

Para pemain harus membuktikan kemampuan mereka setiap hari melalui latihan dan kerja keras jika ingin mendapatkan tempat di dalam tim.

"Dia bukan hanya membuat keputusan sulit pada musim ini. Dia punya caranya sendiri dalam mengelola tim. Kelompok ini harus memberikan 100 persen dalam latihan untuk mendapatkan tempat mereka. Itulah yang dia tuntut," ujar Marquinhos, dikutip dari laman France24.

Baca juga: Daftar Nominasi Ballon dOr 2026: PSG Dominan, Messi Comeback, Al Nassr Punya Satu Kandidat

Sang kapten menilai tuntutan tersebut merupakan bagian dari filosofi Enrique dalam membangun persaingan sehat di dalam skuad. 

"Itu tergantung para pemain untuk mendorong diri mereka sampai batas maksimal setiap hari. Semua orang harus bekerja untuk mendapatkan tempat mereka di dalam kelompok," lanjutnya.

Marquinhos juga mengakui bahwa keputusan Enrique terkadang membuat pemain kecewa, terutama ketika mereka harus tersisih dari daftar skuad.

Namun, menurutnya, seluruh anggota tim memahami bahwa hal tersebut merupakan konsekuensi dari persaingan di klub sebesar PSG.

"Terkadang pemain ditinggalkan dari skuad. Itu menyakitkan, tetapi semua orang mengerti. Itulah sepakbola, begitulah adanya," katanya.

Ia pun memberikan apresiasi terhadap cara Enrique mengelola ruang ganti PSG.

"Sejauh ini dia melakukan pekerjaan yang sangat bagus dalam mengelola tim, dan itu berhasil. Dia punya filosofinya sendiri dan dia tidak takut membuat keputusan sulit saat diperlukan," tutur Marquinhos.

Luis Enrique Waspadai Rasa Puas Diri

Pesan Marquinhos tersebut sejalan dengan sikap Enrique yang meminta anak asuhnya tidak menganggap remeh Bratislava.

Di atas kertas, PSG memang lebih diunggulkan.

Status juara bertahan dan materi pemain yang dimiliki membuat tim Prancis tersebut memiliki kualitas yang jauh di atas lawannya.

Namun, Enrique tidak ingin keunggulan tersebut berubah menjadi rasa puas diri.

Baginya, Liga Champions merupakan kompetisi yang memiliki margin kesalahan sangat kecil dan setiap pertandingan bisa menghadirkan kejutan.

Enrique bahkan memiliki catatan impresif di Liga Champions.

Pelatih asal Spanyol itu mencatatkan rasio kemenangan sekitar 63 persen sepanjang kariernya di kompetisi tersebut, menjadi persentase tertinggi di antara pelatih yang telah menangani sedikitnya 50 pertandingan Liga Champions.

Karena itu, Enrique meminta para pemain PSG menjaga konsentrasi sejak menit pertama ketika menghadapi Bratislava.

"Ini adalah kompetisi tersulit. Ada berapa tim yang bisa menang? Enam, delapan, lima. Perbedaannya sangat kecil," kata Enrique.

"Kami mengincar awal yang sangat bagus. Kami akan memainkan laga yang tampak mudah, tetapi tidak ada pertandingan yang mudah. Kami harus tetap fokus," lanjutnya.

Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa PSG tidak ingin mengulangi kesalahan dengan meremehkan lawan. 

(Tribunnews.com/Giri)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.