Tribunlampung.co.id, Lampung Selatan - Sekretaris Kabupaten (Sekkab) Lampung Selatan, Supriyanto, menegaskan pentingnya kesiapsiagaan teknis personel Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) sejak dini guna menghadapi potensi bencana erupsi Gunung Anak Krakatau (GAK).
Baca juga: Terungkap Kondisi Speedboat yang Angkut 5 Jurnalis Hilang Saat Liput Erupsi GAK
Penegasan tersebut disampaikan Supriyanto saat memimpin Apel Besar Satpol PP di Lapangan Korpri, Kompleks Perkantoran Bupati Lampung Selatan, Kalianda, pada Rabu (9/9/2026).
Melalui apel kesiapsiagaan tersebut, Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan menguji kelayakan sarana, prasarana, serta koordinasi lintas sektor dalam skenario mitigasi darurat.
Selain penanganan saat erupsi, Pemkab Lampung Selatan menginstruksikan Satpol PP untuk mengawal pembersihan sisa abu vulkanik di fasilitas pendidikan sebelum kegiatan belajar mengajar dimulai kembali.
Langkah taktis ini diambil guna memastikan perlindungan maksimal bagi masyarakat dari risiko cedera maupun paparan zat berbahaya abu vulkanik di wilayah terdampak.
Dalam arahannya di hadapan ratusan personel, Supriyanto menyampaikan bahwa kesiapsiagaan tidak boleh baru dibangun ketika kondisi darurat telah terjadi.
"Kesiapsiagaan harus dibangun sejak sebelum bencana terjadi. Kalau sudah terjadi, tidak akan siap. Yang siap itu sebelum. Orang mampu karena berlatih," tegas Supriyanto, Rabu (9/9/2026).
Menurutnya, latihan rutin menjadi kunci agar anggota Satpol PP dapat bertindak cepat, terukur, dan tidak panik di lapangan.
Selain menjaga ketenteraman umum, personel diminta hadir langsung memberikan perlindungan serta membantu evakuasi warga dalam situasi kritis.
"Mitigasi pada dasarnya adalah semua upaya terencana untuk memperkecil risiko dampak bencana, baik risiko kematian maupun luka-luka," terangnya.
Di samping kesiapan menghadapi erupsi susulan, Supriyanto turut menyoroti penanganan fase pascaerupsi. Meski aktivitas Gunung Anak Krakatau telah menunjukkan perbaikan signifikan, sisa endapan abu vulkanik di sejumlah titik masih berpotensi mengganggu kesehatan masyarakat.
Pemkab Lampung Selatan memberi perhatian khusus pada kebersihan lingkungan sekolah, mulai dari jenjang PAUD, TK, SD, hingga SMP.
"Seluruh lingkungan sekolah harus dipastikan benar-benar bersih sebelum digunakan kembali untuk kegiatan belajar mengajar. Pembersihan harus mencakup ruang kelas, halaman, atap, hingga lingkungan sekitarnya," perintah Supriyanto.
Langkah sterilisasi ini sangat penting karena abu vulkanik berisiko memicu gangguan pernapasan jika terhirup, serta dapat mencemari pasokan air dan makanan jika tidak ditangani dengan benar.
Menutup arahannya, Supriyanto mengimbau jajaran Satpol PP untuk selalu menjaga disiplin, profesionalitas, dan integritas dalam menjalankan tugas kemanusiaan.
"Jadilah aparatur yang selalu hadir memberikan rasa aman dan pelayanan terbaik kepada masyarakat," pungkasnya.
(Tribunlampung.co.id / Dominius Desmantri Barus)