SERAMBINEWS.COM - Militer Amerika Serikat (AS) melancarkan serangan balasan dengan menghancurkan lima kapal tanker minyak milik Iran pada Selasa (9/9/2026).
Gempuran ini dikerahkan menyusul serangan rudal balistik beruntun yang diluncurkan Teheran ke arah kapal perang AS di kawasan regional.
Tindakan tegas Washington ini menjadi eskalasi kesekian kalinya, sekaligus menandai penargetan armada tanker Iran untuk kali kedua dalam kurun waktu kurang dari sepekan di tengah memanasnya konflik Timur Tengah.
Komando Pusat AS (Central Command / Centcom) menyatakan bahwa aksi balasan tersebut diambil setelah Korps Garda Revolusi Iran (IRGC) secara agresif membidik aset laut Amerika.
"Menargetkan kapal perang Angkatan Laut AS dengan rudal balistik sebanyak dua kali selama dua hari terakhir," tulis Centcom, sebagaimana dilansir AFP.
Meski dihujani ancaman, pihak Centcom memastikan seluruh upaya serangan dari Teheran itu gagal total. Catatan penting dari insiden ini meliputi:
Serangan pada hari Selasa ini mengekor insiden serupa yang terjadi pada Sabtu (5/9/2026) lalu. Saat itu, pasukan AS juga menghancurkan tiga kapal tanker minyak mentah Iran setelah Teheran mencoba menyerang kapal induk serta kapal perusak berpeluru kendali milik Negeri Paman Sam.
Baca juga: VIDEO Detik-detik Rudal Cluster Iran Gempur Markas AS, IRGC Luncurkan 7 Lokasi Berbeda
Menteri Luar Negeri AS, Marco Rubio, menegaskan bahwa negaranya tidak akan tinggal diam. Washington berkomitmen untuk terus merontokkan armada ekonomi Iran jika provokasi militer terhadap kapal-kapal mereka tidak dihentikan.
"Iran terus mencoba menghantam kapal-kapal angkatan laut AS, dan setiap kali mereka melakukan atau mencoba melakukan hal itu, mereka akan kehilangan kapal tanker," ujar Rubio kepada wartawan saat melakukan kunjungan kerja ke Kolombia.
Di sisi lain, pihak Teheran tidak tinggal diam dan melayangkan ancaman terbuka yang memperluas cakupan konflik. IRGC secara resmi memperingatkan kapal-kapal tanker minyak di kawasan Teluk yang terafiliasi atau menjadi sekutu AS.