Normalisasi Saluran Watesumpak Mojokerto Jawa Timur Rampung, Cegah Luapan Sungai
Titis Jati Permata September 09, 2026 04:32 PM

 

SURYA.co.id, MOJOKERTO - Saluran irigasi sepanjang 1,5 kilometer di Desa Watesumpak, Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur, kini kembali memiliki kapasitas tampung yang lebih optimal setelah proyek normalisasi rampung 100 persen.

Pemerintah Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur, tidak hanya menargetkan kelancaran pasokan air ke areal persawahan produktif melalui proyek tersebut. 

Normalisasi juga menjadi bagian dari langkah antisipasi luapan air sungai yang berpotensi menggenangi permukiman warga saat musim hujan.

Kepala Dinas PUPR Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur, Yuni Laili Faizah mengatakan pekerjaan normalisasi saluran irigasi Watesumpak telah selesai setelah dikerjakan selama kurang lebih dua bulan.

"Normalisasi saluran Watesumpak, Trowulan sepanjang 1,5 kilometer sudah selesai 100 persen," ujar Yuni kepada SURYA.co.id, Rabu (9/9/2026).

Baca juga: Wali Kota Mojokerto Minta Warga Jaga Lingkungan Sadar Hukum, Termasuk Melawan Judi Online

Kapasitas Saluran Dikembalikan

Yuni menjelaskan, normalisasi dilakukan dengan mengembalikan kapasitas saluran irigasi seperti kondisi semula.

Dengan kapasitas yang lebih optimal, saluran diharapkan mampu menampung dan mengalirkan air dengan lebih baik, terutama ketika debit meningkat pada musim hujan.

"Fokus normalisasi adalah untuk mengembalikan kapasitas saluran irigasi seperti semula, sehingga daya tampung akan lebih maksimal terutama ketika musim hujan," jelasnya.

Selain mengurangi potensi luapan, perbaikan saluran juga ditujukan untuk memastikan ketersediaan air bagi lahan pertanian di kawasan Watesumpak.

Dengan demikian, proyek tersebut memiliki dua fungsi sekaligus, yakni mendukung sistem irigasi persawahan dan mengurangi risiko banjir akibat luapan saluran.

Sedimen Jadi Perhatian

Meski pekerjaan telah rampung, Dinas PUPR Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur, masih akan memantau kondisi saluran secara berkala.

Monitoring diperlukan untuk melihat apakah terjadi tahun masih aman, dan kemungkinan penumpukan sedimen yang kembali mengurangi kapasitas aliran air.

"Apabila diperlukan mengangkat sedimen, maka akan kembali dilakukan normalisasi di saluran Watesumpak. Namun biasanya satu tahun masih aman, dan kemungkinan masih belum perlu dinormalisasi lagi," kata Yuni.

Pemantauan tersebut menjadi penting agar fungsi saluran tetap terjaga dan persoalan serupa dapat segera ditangani apabila kembali muncul.

Normalisasi Waduk Cinandang Capai 60 Persen

Selain Watesumpak, Dinas PUPR Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur, juga melakukan normalisasi di lokasi lain.

Kepala Bidang Sumber Daya Air Dinas PUPR Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur, Rois Arif Budiman mengatakan, normalisasi Waduk Windu di Desa Cinandang, Kecamatan Dawarblandong, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur, masih dalam proses pengerjaan.

"Progres di lokasi lain seperti normalisasi Waduk Cinandang mencapai sekitar 60 persen," kata Rois.

Proyek tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah menjaga kapasitas tampungan dan fungsi infrastruktur sumber daya air di sejumlah wilayah.

Survei Lokasi Normalisasi Berikutnya

Dinas PUPR Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur, juga belum berhenti pada dua lokasi tersebut.

Rois mengatakan pihaknya masih melakukan survei dan pengukuran di sejumlah titik untuk menentukan lokasi yang membutuhkan normalisasi berikutnya.

"Masih ada beberapa titik yang saat ini masih disurvei, dan diukur untuk normalisasi selanjutnya," tandasnya.

Langkah tersebut dilakukan untuk memetakan kondisi saluran maupun tampungan air sehingga pekerjaan normalisasi dapat diarahkan ke lokasi yang paling membutuhkan.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.