Kasus Kematian Dewi Sartika di Batam, Polisi Sudah Periksa 16 Saksi, Termasuk Dokter
Dewi Haryati September 09, 2026 04:27 PM

BATAM, TRIBUNBATAM.id - Kasus dugaan malapraktik yang berujung pada meninggalnya Dewi Sartika Sitinjak (24), pasien Rumah Sakit Awal Bros (RSAB) Botania Batam, masih terus bergulir di Polresta Barelang.

Penyidik masih mendalami rangkaian peristiwa yang dialami Dewi Sartika, setelah menjalani operasi ambeien pada Selasa (28/7/2026) malam, hingga akhirnya meninggal dunia pada Senin (10/8/2026).

Terbaru, polisi telah memeriksa 16 saksi yang dinilai mengetahui maupun berkaitan dengan rangkaian kejadian tersebut, termasuk dokter yang menangani Dewi selama menjalani perawatan di RSAB Botania.

Kapolresta Barelang, Kombes Pol Anggoro Wicaksono melalui Kasatreskrim Polresta Barelang Kompol Agung Tri Poerbowo mengatakan, penyelidikan kasus tersebut masih berjalan.

"Kami masih terus melakukan pemeriksaan terhadap saksi-saksi yang mengetahui atau yang ada saat kejadian awal, sudah 16 orang saksi diperiksa," kata Agung, Rabu (9/9/2026).

Ia melanjutkan, penyidik masih akan melakukan pendalaman terhadap seluruh keterangan yang diperoleh dari para saksi. 

Pihaknya ingin memastikan secara utuh rangkaian penanganan medis yang dialami Dewi Sartika.

Keterangan dari para saksi nantinya akan menjadi bagian dari proses penyelidikan untuk membuat terang perkara tersebut.

Sementara mengenai hasil autopsi dari rumah sakit, Tri mengatakan masih dalam proses.

Sebelumnya, penanganan laporan dugaan malapraktik yang disampaikan keluarga Dewi Sartika juga telah dilakukan secara bertahap.

Pada tahap awal, polisi memeriksa sejumlah saksi dari pihak pelapor. Penyidik kemudian melanjutkan pemeriksaan terhadap pihak-pihak yang berkaitan dengan peristiwa tersebut, termasuk tenaga medis yang menangani Dewi.

Kapolresta Barelang Kombes Pol Anggoro Wicaksono sebelumnya mengatakan, penyidik harus bekerja secara hati-hati dan selektif dalam menangani perkara dugaan malapraktik.

Pasalnya, perkara tersebut berkaitan dengan profesi serta prosedur medis yang diterapkan terhadap pasien.

"Kalau kasus yang diduga malapraktik seperti ini, kami harus berhati-hati dan benar-benar selektif. Karena ini menyangkut masalah profesi, menyangkut masalah prosedur dan SOP yang diterapkan oleh mereka," kata Anggoro. (Tribunbatam.id/Pertanian Sitanggang)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.