Kesbangpol Morowali Tegaskan Pemerintah Tak Bisa Sendiri Tangani Konflik Sosial
Regina Goldie September 09, 2026 04:29 PM

Laporan Wartawan Tribunpalu.com, Ismet 

TRIBUNPALU.COM, MOROWALI - Pemerintah Kabupaten Morowali tidak dapat bekerja sendiri dalam menangani dan mencegah potensi konflik sosial di tengah masyarakat. 

Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Morowali, Rizal Badudin, menegaskan pentingnya keterlibatan seluruh elemen masyarakat dalam menjaga keamanan dan kerukunan. 

Hal itu disampaikan Rizal saat memberikan sambutan pada kegiatan Sosialisasi Peran Forum dan Partisipasi Masyarakat dalam Penanganan Konflik Sosial di Daerah di Desa Kolono, Kecamatan Bungku Timur, Rabu (9/9/2026).

Menurut Rizal, pemerintah membutuhkan dukungan masyarakat dalam mengelola berbagai perbedaan yang ada di Kabupaten Morowali. 

“Kami yakin dan percaya, pemerintah itu tidak cukup. Peran kita semua sangat-sangat dibutuhkan,” kata Rizal. 

Baca juga: Kemiskinan Sigi Turun Jadi 10,47 Persen, Pemkab Arahkan Perubahan APBD ke Program Prioritas

Ia menyebut sejumlah unsur masyarakat yang memiliki peran penting dalam mencegah konflik sosial.

Di antaranya orang tua, tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, tokoh perempuan hingga tokoh pelajar. 

Rizal menilai keterlibatan mereka diperlukan karena masyarakat merupakan bagian yang bersentuhan langsung dengan berbagai persoalan sosial di lingkungan masing-masing. 

Karena itu, komunikasi dan partisipasi masyarakat dinilai menjadi salah satu kunci dalam mendeteksi serta mencegah potensi konflik sejak dini. 

“Tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, tokoh perempuan, dan tokoh pelajar itu sangat-sangat dibutuhkan,” ujarnya.

Ia berharap sinergi antara pemerintah dan masyarakat dapat terus diperkuat sehingga berbagai perbedaan yang ada di Morowali dapat dikelola dengan baik.(*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.