Suasana di Woodlands Checkpoint, Singapura, mendadak jadi perhatian setelah petugas membongkar sebuah mobil asal Malaysia. Ratusan karton rokok tanpa cukai ditemukan tersembunyi di berbagai bagian kendaraan, bahkan di balik jok dan lantai mobil.
TRIBUNSTYLE.COM - Petugas Singapura membongkar sebuah mobil asal Malaysia dan menemukan ratusan karton rokok tanpa cukai yang disembunyikan di berbagai bagian kendaraan.
Dikutip TribunStyle.com dari AsiaOne pada Rabu 9 September 2026, kejadian tersebut berlangsung di Woodlands Checkpoint, Singapura, pada Selasa 18 Agustus 2026. Mobil tersebut menjadi sasaran pemeriksaan lebih lanjut setelah petugas mendapatkan informasi dari Integrated Targeting Centre (ITC). Saat diperiksa, petugas bahkan harus membongkar bagian jok dan memotong lantai mobil untuk menemukan barang yang disembunyikan. Dari pemeriksaan tersebut, petugas menemukan lebih dari 460 karton dan 1.100 bungkus rokok tanpa cukai. Rokok-rokok itu disembunyikan di berbagai bagian kendaraan, termasuk bagasi, panel pintu, ruang mesin, glovebox hingga ruang tersembunyi di bawah lantai mobil.
Petugas menggunakan peralatan untuk melepas bagian jok kendaraan. Bagian lantai di area pijakan kaki juga dibuka karena terdapat ruang tersembunyi yang digunakan untuk menyimpan rokok. Setelah bagian tersebut dibongkar, sejumlah karton rokok ditemukan tersusun di dalamnya.
Baca juga: Kebakaran Gudang di Singapura, 50 Orang Dievakuasi
Tidak hanya satu lokasi, barang terlarang tersebut ternyata disebar di sejumlah kompartemen kendaraan. Modus itu diduga dilakukan agar rokok tanpa cukai tidak mudah ditemukan ketika mobil melewati pemeriksaan di perbatasan Singapura-Malaysia.
Seorang pria warga negara Malaysia berusia 20 tahun yang mengemudikan mobil tersebut kemudian ditangkap. Kasus tersebut diserahkan kepada Singapore Customs untuk penyelidikan lebih lanjut. Pihak berwenang Singapura mengingatkan bahwa membawa, memiliki, menjual atau memperdagangkan barang tanpa cukai merupakan pelanggaran serius. Pelaku dapat dikenai denda hingga 40 kali jumlah bea dan GST yang dihindari, hukuman penjara hingga enam tahun, atau keduanya. Kendaraan yang digunakan untuk melakukan pelanggaran juga dapat disita.
Pemeriksaan terhadap mobil dilakukan setelah kendaraan tersebut ditandai untuk pemeriksaan lebih lanjut oleh Integrated Targeting Centre (ITC). Pusat tersebut beroperasi selama 24 jam dan menggunakan analisis data untuk menilai risiko terhadap pelancong, kendaraan serta barang sebelum masuk ke Singapura. Kendaraan yang dinilai memiliki risiko lebih tinggi kemudian dapat diarahkan untuk menjalani pemeriksaan tambahan. Dalam kasus ini, pemeriksaan mendalam akhirnya membongkar penyimpanan rokok di balik jok, lantai, bagasi hingga ruang mesin mobil. (TribunStyle.com | Ira Azzahra)