Influencer mukbang berusia 24 tahun di China meninggal dunia setelah mengalami henti jantung yang dilaporkan berkaitan dengan kadar kalium sangat rendah.
TRIBUNSTYLE.COM - Seorang influencer mukbang asal China berusia 24 tahun meninggal dunia setelah mengalami henti jantung yang diduga berkaitan dengan kadar kalium sangat rendah.
Dikutip TribunStyle.com dari Global Times pada Rabu 9 September 2026, wanita yang dikenal dengan nama Yingying itu sebelumnya beberapa kali dirawat di rumah sakit akibat kadar kalium dalam darahnya turun. Ia juga sempat mengungkap kebiasaan makan berlebihan dan memaksakan diri muntah demi pekerjaan mukbang.
Orang tua Yingying mengumumkan bahwa putri mereka meninggal dunia pada 17 Agustus 2026. Yingying memiliki lebih dari satu juta pengikut di media sosial dan dikenal sebagai pembuat konten mukbang atau siaran makan dalam jumlah besar. Kabar kematiannya kemudian memicu perhatian terhadap risiko kesehatan yang dapat dialami pembuat konten jenis tersebut.
Dalam video terakhir yang diunggah pada 14 Agustus, Yingying mengatakan kadar kaliumnya pernah turun hingga 2,3 saat dirinya harus dirawat di rumah sakit. Ia mengaitkan kondisi itu dengan pekerjaannya sebagai influencer mukbang dan kebiasaan memaksakan diri muntah setelah makan banyak. Yingying juga mengingatkan pengikutnya bahwa mencari uang tetap tidak seharusnya mengorbankan kesehatan.
Yingying mengatakan pekerjaan mukbang bisa membuat dirinya harus makan dalam jumlah yang sangat banyak. Ia pernah menyebut harus menghabiskan sekitar 60 hingga 70 butir telur awetan dalam satu siaran langsung. Menurutnya, pembuat konten juga sering mendapat tekanan untuk makan lebih banyak agar penjualan dan jumlah penonton meningkat.
Baca juga: Janji Untung Berakhir Petaka, 52 Warga Singapura Ditahan di China
Dokter dari Zhejiang Hospital, Chai Qichen, menjelaskan bahwa makan dalam jumlah besar sendiri tidak secara langsung menyebabkan kadar kalium turun drastis. Masalah yang lebih berbahaya dapat muncul ketika seseorang berulang kali memaksakan diri muntah atau menggunakan obat pencahar setelah makan dalam jumlah banyak. Kebiasaan tersebut dapat membuat tubuh kehilangan banyak kalium.
Kalium merupakan mineral penting yang membantu kerja jantung dan otot. Ketika kadar kalium dalam darah turun sangat rendah, seseorang dapat mengalami gangguan irama jantung yang dalam kondisi berat bisa mengancam nyawa. Sumber kesehatan China juga menyebut kadar kalium di bawah 2,5 mmol/L termasuk kondisi berat yang membutuhkan penanganan segera.
Menurut dokter Chai, kalium terdapat dalam jumlah tinggi di cairan lambung dan usus. Karena itu, muntah atau diare berulang dapat membuat tubuh kehilangan kalium dalam jumlah besar dan menyebabkan kadarnya terus menurun. Kondisi tersebut dapat menjadi semakin berbahaya jika terus terjadi tanpa penanganan medis.
Yingying disebut bukan satu-satunya pembuat konten makan berlebihan yang mengalami masalah kesehatan serius. Global Times mengutip The Paper yang melaporkan adanya influencer lain yang memaksakan diri makan dalam jumlah ekstrem demi menarik penonton dan mendapatkan penghasilan dari iklan maupun siaran langsung. Beberapa kasus bahkan berakhir dengan kematian.
Salah satu influencer disebut pernah mengonsumsi sekitar 20 hingga 25 kilogram makanan dalam waktu dua jam. Ada pula pembuat konten yang makan 120 pangsit dan 16 bungkus mi instan dalam satu siaran langsung sebelum mengalami masalah kesehatan akibat berat badan yang meningkat drastis. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa tuntutan untuk terlihat mampu makan banyak dapat membawa risiko serius bila dilakukan terus-menerus.
China sebenarnya telah memiliki aturan untuk membatasi konten yang dianggap mendorong orang makan secara berlebihan. Undang-Undang Anti-Pemborosan Makanan yang disahkan pada 2021 melarang pembuatan dan penyebaran konten yang mempromosikan makan berlebihan atau menghamburkan makanan. Aturan untuk pembuat siaran langsung pada 2022 juga melarang aksi pura-pura makan, memaksakan muntah, dan makan secara berlebihan.
Kematian Yingying kembali memunculkan perhatian terhadap risiko pekerjaan sebagai influencer mukbang. Demi menarik lebih banyak penonton dan meningkatkan penghasilan, sebagian pembuat konten disebut terus memaksakan tubuh mereka meski sudah mengalami gangguan kesehatan. Kasus ini menjadi pengingat bahwa konten makan dalam jumlah ekstrem dapat membawa dampak serius terhadap kesehatan. (TribunStyle.com | Ira Azzahra)