TRIBUNGORONTALO.COM - Gempa bumi dengan magnitudo 2,7 terjadi di wilayah Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur (NTT), Rabu (9/9/2026) siang.
Berdasarkan informasi awal Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), gempa terjadi pada pukul 14.54.54 WIB.
Pusat gempa berada di koordinat 8,09 Lintang Selatan (LS) dan 120,71 Bujur Timur (BT).
Baca juga: SPBU Hunggaluwa Gorontalo Pakai Sistem Daftar Manual untuk Atasi Keributan Antren
Lokasi tersebut berada sekitar 64 kilometer timur laut Ruteng, Manggarai, NTT.
BMKG mencatat gempa berada pada kedalaman 9 kilometer.
Informasi tersebut merupakan hasil pengolahan awal BMKG yang mengutamakan kecepatan penyampaian kepada masyarakat.
Karena itu, parameter gempa masih dapat berubah seiring dengan semakin lengkapnya data hasil pengolahan.
Wilayah Flores, termasuk Manggarai, merupakan bagian dari kawasan Nusa Tenggara yang memiliki aktivitas tektonik cukup tinggi.
Aktivitas kegempaan di wilayah tersebut berkaitan dengan kondisi tektonik Indonesia bagian timur yang kompleks.
Pergerakan dan interaksi lempeng serta keberadaan struktur sesar aktif menjadi salah satu faktor yang menyebabkan gempa dapat terjadi di kawasan Flores dan sekitarnya.
Karena kondisi tersebut, masyarakat di Manggarai dan wilayah NTT perlu memiliki kesiapsiagaan terhadap potensi gempa bumi.
Gempa dengan magnitudo 2,7 tergolong gempa berkekuatan kecil.
Sementara itu, kedalaman 9 kilometer menunjukkan gempa tersebut termasuk gempa dangkal.
Dampak gempa tidak hanya ditentukan oleh magnitudo dan kedalaman. Jarak masyarakat dari episentrum, kondisi tanah, serta kekuatan bangunan juga turut menentukan seberapa kuat guncangan dirasakan dan apakah menimbulkan kerusakan.
Dengan magnitudo 2,7, energi yang dilepaskan relatif kecil sehingga potensi kerusakan berat secara umum rendah.
Namun, karena pusat gempa berada relatif dangkal, guncangan dapat lebih mudah dirasakan di sekitar wilayah episentrum dibandingkan gempa dengan kekuatan sama yang sumbernya lebih dalam.
Informasi mengenai apakah gempa dirasakan masyarakat maupun adanya kerusakan tetap perlu menunggu laporan dan pembaruan resmi BMKG.
Masyarakat diimbau tetap tenang dan tidak mudah mempercayai informasi mengenai gempa yang belum berasal dari sumber resmi.
Saat gempa terjadi ketika berada di dalam bangunan, segera lakukan Drop, Cover, Hold On, yakni merunduk, berlindung di bawah meja atau tempat yang kokoh, lalu berpegangan hingga guncangan berhenti.
Jauhi kaca, lemari, benda yang mudah jatuh, serta bagian bangunan yang berpotensi runtuh.
Jika berada di luar ruangan, segera menjauh dari bangunan, tiang listrik, papan reklame, dan benda lain yang dapat roboh.
Setelah guncangan berhenti, periksa kondisi bangunan dan lingkungan sekitar. Jika terdapat kerusakan, segera menuju tempat terbuka yang aman.
Masyarakat juga diminta tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi dan terus memantau perkembangan aktivitas gempa melalui kanal resmi BMKG.
Masyarakat Manggarai dan sekitarnya diharapkan tetap tenang, tidak panik, tetapi tetap waspada terhadap informasi lanjutan terkait aktivitas gempa.
Pantau selalu informasi terbaru melalui kanal resmi BMKG untuk mendapatkan informasi yang akurat dan terverifikasi. (*)