SPBU Hunggaluwa Gorontalo Pakai Sistem Daftar Manual untuk Atasi Keributan Antrean
Wawan Akuba September 09, 2026 04:46 PM


TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo - Sistem pendaftaran dan pengaturan antrean secara manual dinilai menjadi solusi efektif dalam mengurai kemacetan panjang di SPBU Jalan Trans Sulawesi, Kelurahan Hunggaluwa, Kabupaten Gorontalo, Provinsi Gorontalo.

Hal ini mencegah perselisihan antar pengendara saat mengantre Bahan Bakar Minyak (BBM), khususnya jenis solar.

Langkah inovatif ini diterapkan guna mengantisipasi antrean kendaraan yang kerap mengular hingga ke bahu jalan utama, bahkan pernah mengular sangat jauh pada masa-masa krusial beberapa tahun lalu.

Baca juga: Audiensi Status Cagar Budaya Memanas, Risman Taha Pertanyakan Pelaporan Wali Kota Gorontalo

“Itu kalau motor sampai di perempatan sana, Pak. Kalau mobil itu sampai Boulevard,” ungkap Agus, pengawas SPBU Hunggaluwa saat ditemui TribunGorontalo.com, Rabu.

Pria yang telah bekerja di Pertamina selama 30 tahun itu menyebut antrean yang tidak teratur kerap menyebabkan perselisihan antarpengendara.

ANTREAN BBM - Agus, pengawas SPBU Hungaluwa, Kabupaten Gorontalo, Provinsi Gorontalo.
ANTREAN BBM - Agus, pengawas SPBU Hungaluwa, Kabupaten Gorontalo, Provinsi Gorontalo. Agus menyebut sistem daftar manual jadi solusi atasi kericuhan saat antrean BBM solar. (Sumber: TribunGorontalo.com/Fajri A Kidjab)

Guna mengatasi persoalan tersebut, ia memberlakukan skema pendaftaran tatap muka secara langsung (manual) untuk memastikan validitas data pemilik kendaraan.

Pengendara yang terdaftar kemudian dibagi ke dalam beberapa kelompok waktu (grup) pengisian.

Baca juga: Prakiraan Cuaca Gorontalo Besok Kamis, 10 September 2026: Dominan Berawan, Kelembapan 99 Persen

Setiap grup diberikan alokasi waktu khusus sekitar dua jam secara bergantian.

Agus menegaskan bahwa metode pendaftaran manual secara tatap muka jauh lebih efektif dibandingkan pendaftaran berbasis daring (online).

Melalui tatap muka, petugas dapat mengenali dan memastikan secara langsung identitas pengendara yang hadir, sehingga meminimalisir potensi kecurangan atau klaim sepihak.

“Kalau online kan tidak tahu, Pak. Jadi sama juga (tetap berselisih). Kalau tatap muka kan, 'Mana namamu di sini? Ada, ya sudah, silakan isi,'” tambahnya.

Dengan penerapan sistem pembagian grup jadwal ini, suasana pengisian BBM kini menjadi jauh lebih tertib, aman, dan kondusif dalam dua tahun terakhir.

Suasana Antrean

Antrean SPBU Hunggaluwa terpantau cukup panjang.

Panas terik tak menyurutkan sopir untuk mengantre di badan jalan.

Ada yang memarkir kendaraan dan berteduh di bawah pohon. Ada pula berbincang di area SPBU.

"Memang sudah seperti ini tiap hari, Pak," ujar Umar Zaki (23), sopir mobil Toyota Avanza.

Pemuda yang berasal dari Pulubala ini mengaku sudah beberapa kali mengantre di SBPU Hunggaluwa.

Sementara itu, Adit, warga Isimu, menambahkan bahwa SPBU Hunggaluwa termasuk salah satu tempat pengisian BBM yang selalu tersedia.

"Di sini BBM nya selalu ada tapi ya harus mengantre begini," tuturnya.

Tak hanya kendaraan roda empat, sepeda motor pun mengular panjang.

Setiap pengendara tertib menunggu giliran mereka. Tidak ada yang berani menyerobot antrean. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.