Laporan Wartawan TribunBengkulu.com, M Rizki Wahyudi
TRIBUNBENGKULU.COM, REJANG LEBONG - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Rejang Lebong terus mematangkan persiapan pelaksanaan Gebyar Semarak Merah Putih 2026 yang dijadwalkan berlangsung selama 10 hari, mulai 1 hingga 10 November 2026.
Kegiatan tersebut akan menghadirkan berbagai agenda yang melibatkan sektor olahraga, seni, budaya, UMKM, ekonomi kreatif, kegiatan sosial hingga hiburan masyarakat.
Persiapan terus dilakukan melalui rapat dan koordinasi bersama organisasi perangkat daerah (OPD) yang terlibat dalam penyelenggaraan kegiatan.
Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Rejang Lebong Hendri Praja mengatakan, pemerintah daerah terus melakukan pematangan agar seluruh rangkaian kegiatan dapat berjalan sesuai rencana.
Baca juga: Jadwal Gebyar Semarak Merah Putih di 12 Wilayah Bengkulu, Ada Pasar Murah dan Konser Musik
"Rejang Lebong menyambut baik, antusias digelarnya Semarak Merah Putih. Bahkan Pemkab Rejang Lebong tidak bosan-bosan mengadakan rapat dengan OPD-OPD terkait demi menyukseskan Gebyar Semarak Merah Putih di Rejang Lebong," kata Hendri.
Menurutnya, persiapan dilakukan sejak jauh hari mengingat kegiatan berlangsung selama 10 hari dan melibatkan banyak agenda serta peserta.
Pemkab Rejang Lebong menargetkan Gebyar Semarak Merah Putih 2026 mampu menarik ribuan masyarakat setiap harinya.
Hendri memperkirakan jumlah kunjungan dapat mencapai 5.000 hingga 10.000 orang per hari selama kegiatan berlangsung.
Dengan pelaksanaan selama 10 hari, total kunjungan bahkan diproyeksikan mencapai sekitar 100 ribu orang.
Besarnya potensi kunjungan tersebut diharapkan memberikan dampak langsung terhadap aktivitas ekonomi masyarakat.
Baca juga: Kasus ISPA di Rejang Lebong Capai 1.326 Kasus pada Agustus 2026, September Diprediksi Masih Tinggi
Sektor UMKM, perhotelan, restoran hingga jasa parkir diprediksi ikut mendapatkan manfaat.
"Kita berharap hadirnya Gebyar Semarak Merah Putih ini mendapat multiplier effect. Salah satunya UMKM hidup, hotel bisa penuh, kemudian UMKM ramai dan PAD masuk ke Kabupaten Rejang Lebong," ujarnya.
Potensi Perputaran Uang Rp10 Miliar
Target kunjungan tersebut juga membuka peluang terjadinya perputaran uang dalam jumlah besar di Kabupaten Rejang Lebong.
Ia membuat simulasi sederhana. Jika selama 10 hari terdapat 100 ribu pengunjung dan setiap orang membelanjakan rata-rata Rp100 ribu, maka potensi uang yang berputar di daerah bisa mencapai Rp10 miliar.
"Kalaulah 10 hari itu bisa 100.000 pengunjung, kalau satu orang saja berbelanja di Kabupaten Rejang Lebong Rp100 ribu, artinya ada sekitar Rp10 miliar uang yang bisa berputar di Kabupaten Rejang Lebong. PAD tentu dapat, dari perhotelan, UMKM, parkir, restoran dan sebagainya," jelasnya.
Menurut Hendri, potensi tersebut menjadi salah satu alasan Pemkab Rejang Lebong terus mematangkan persiapan kegiatan.
Ia berharap masyarakat turut mendukung agar Gebyar Semarak Merah Putih 2026 tidak hanya berlangsung meriah, tetapi juga memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat.
"Mohon doanya dan dukungannya sehingga persiapan kurang lebih dua bulan ini benar-benar matang. Acaranya dapat dilaksanakan dengan baik, ramai, sukses dan multiplier effect-nya benar-benar dapat dirasakan di Kabupaten Rejang Lebong," pungkasnya.
Berikut sejumlah rangkaian kegiatan yang telah disiapkan selama 10 hari pelaksanaan: