Telat Panas Berujung Gelar Juara, Seni PSG Mengulang Kejayaan Real Madrid di Liga Champions
Drajat Sugiri September 09, 2026 04:57 PM

 

TRIBUNNEWS.COM - Paris Saint-Germain (PSG) sedang berada dalam motivasi tinggi untuk mengulang sejarah emas yang selama ini hanya bisa ditulis oleh Real Madrid di Liga Champions.

Kompetisi Liga Champions musim ini diketahui akan menjadi momen vital bagi PSG untuk menisbatkan diri sebagai tim kedua dalam sejarah yang bisa mencetak hattrick gelar di turnamen ini.

Hanya saja, sorotan tajam mengarah ke PSG yang kerapkali mengalami situasi telat panas di fase liga Liga Champions.

Pada dua edisi beruntun sebelumnya, PSG mungkin mampu melewati lubang jarum dengan berbagai dramanya.

Kini, PSG tentu tidak ingin menciptakan drama lagi untuk bisa sekedar melewati babak awal tersebut, sebelum akhirnya bisa kembali menemukan jalan terbaiknya menuju podium juara.

Baca juga: PSG vs Slovan Bratislava: Tidak Ada Bintang yang Tak Bisa Disingkirkan Luis Enrique

Ya, PSG akan kembali menyandang predikat sebagai juara bertahan di kompetisi Liga Champions musim 2026/2027.

Keberhasilan memenangkan gelar Liga Champions musim lalu membuat PSG berhak menyandang status tersebut.

Ini menjadi momen kedua kalinya bagi PSG memikul beban sebagai juara bertahan di Liga Champions.

Kini, PSG akan berjuang dari nol lagi untuk mempertahankan gelar Liga Champions yang telah diraih pada musim lalu.

Misi untuk mencetak hattrick gelar Liga Champions pun menjadi tantangan yang ingin ditaklukkan PSG musim ini.

Kebetulan, PSG akan memainkan laga pertamanya dengan melawan Slovan Brastislava, Kamis (10/9/2026) dinihari nanti.

PSG diketahui akan bertindak sebagai tuan rumah dengan menjamu klub Slowakia tersebut di Stade Des Princes.

Selain Slovan Brastislava, ada tujuh klub lain yang akan menguji ketangguhan PSG di fase liga Liga Champions kali ini.

Sebut saja Manchester City, Barcelona, Villarreal, AS Roma, Aston Villa, Como 1907 dan Galatasaray.

PSG JUARA - Pelatih Paris Saint-Germain (PSG), Luis Enrique berhasil membawa Les Parisiens meraih gelar juara Liga Champions setelah mengalahkan Arsenal lewat drama adu penalti, pada Minggu (31/5/2026) dini hari WIB. Kini Enrique masuk jajaran pelatih elite yang memiliki koleksi 3 trofi UCL menyamai Pep Guardiola dan Zinedine Zidane.
PSG JUARA - Pelatih Paris Saint-Germain (PSG), Luis Enrique berhasil membawa Les Parisiens meraih gelar juara Liga Champions setelah mengalahkan Arsenal lewat drama adu penalti, pada Minggu (31/5/2026) dini hari WIB. Kini Enrique masuk jajaran pelatih elite yang memiliki koleksi 3 trofi UCL menyamai Pep Guardiola dan Zinedine Zidane. (Instagram PSG)

Seni PSG Mengulang Kejayaan Real Madrid di Liga Champions

Sebagai tim yang berstatus juara bertahan dalam dua musim berturut-turut, PSG jelas menjadi salah satu tim yang paling dinanti kiprahnya di Liga Champions musim ini.

Apalagi ada misi besar yang ingin dicapai PSG agar bisa menyamai catatan Real Madrid sebagai satu-satunya klub yang berhasil memenangkan gelar Liga Champions dalam tiga musim secara beruntun.

Maka, PSG diyakini akan berjuang mati-matian untuk bisa menulis ulang kejayaannya di Liga Champions musim ini.

Berbekal skuad mumpuni yang berisikan pemain bintang yang berpengalaman, PSG punya peluang untuk menciptakan sejarah tersebut.

Ditambah, keberadaan Luis Enrique sebagai pelatih yang selama ini membuat tim ini menjadi raja Eropa, tentu kian membuat PSG makin diperhitungkan.

Hanya saja, terlepas dari keberhasilan PSG yang selalu menemukan jalan untuk mencapai podium juara Liga Champions dalam dua tahun terakhir, ada sorotan menarik yang mengarah ke tim asal Prancis tersebut.

Dan sorotan tajam yang dimaksud ialah soal babak belurnya kondisi PSG setiap kali berlaga di fase liga Liga Champions.

Ya, sejak diberlakukannya format baru Liga Champions pada musim 2024/2025, PSG memang selalu mampu mengakhiri turnamen dengan status pemenang alias juara.

Namun, jauh sebelum PSG mampu menyabet predikat tersebut, perjalanan awal yang dilakoni PSG kerapkali tidak semulus seperti yang diharapkan.

PSG bahkan kerapkali menelan kekalahan tak terduga, hingga berujung situasi terpojok yang membuat Les Parisiens berada di lubang jarum.

Hal itu bisa dilihat dari rapor PSG saat menjalani babak fase liga di Liga Champions dalam dua musim sebelumnya.

Rapor Buruk PSG di Format Baru Fase Awal Liga Champions

Dimulai pada musim 2024/2025 tepat ketika format baru Liga Champions mulai diberlakukan.

Performa PSG di awal kompetisi benar-benar jauh dari kata mengesankan.

Bayangkan saja, PSG hanya mampu memetik satu kemenangan saja dari lima laga pertamanya di format yang baru.

Satu-satunya kemenangan tersebut didapat PSG saat mengalahkan Girona dengan skor 1-0 pada matchday perdana.

Setelahnya, PSG tampil buruk dengan menelan tiga kekalahan melawan Arsenal, Atletico Madrid dan Bayern Munchen, serta ditahan imbang PSV.

Rentetan hasil buruk tersebut sempat membuat PSG hampir tersingkir di fase liga, dan gagal lolos ke fase gugur.

Beruntung, PSG mampu bangkit dengan memenangkan tiga laga sisa di fase liga.

PSG akhirnya selamat dari lubang jarum, dan menyelesaikan klasemen akhir fase liga di peringkat ke-15, dari total 36 peserta.

Catatan 4 kemenangan, 1 hasil imbang dan 3 kekalahan pun menjadi rapor mengkhawatirkan PSG di fase tersebut.

Koleksi 13 poin dari 8 laga jelas menjadi rapor yang buruk bagi tim sekelas PSG yang punya amunisi luar biasa.

PERAYAAN GOL - Para pemain Paris Saint-Germain (PSG) berselebrasi usai mencetak gol ke gawang Bayern Munchen pada leg pertama semifinal Liga Champions 2025/2026 di Parc des Princes, Paris, Prancis, Rabu (29/4) dini hari WIB. PSG meraih kemenangan 5-4.
PERAYAAN GOL - Para pemain Paris Saint-Germain (PSG) berselebrasi usai mencetak gol ke gawang Bayern Munchen pada leg pertama semifinal Liga Champions 2025/2026 di Parc des Princes, Paris, Prancis, Rabu (29/4) dini hari WIB. PSG meraih kemenangan 5-4. (Instagram PSG)

PSG terpaksa harus menjalani laga play-off sebelum berhak tampil di babak 16 besar Liga Champions.

Tim asal Prancis tersebut baru mulai menunjukkan kekuatannya mulai play-off, dengan membantai Brest dengan agregat skor 10-0.

Setelahnya, Liverpool, Aston Villa, Arsenal hingga Inter Milan berhasil dilahap habis oleh PSG di fase gugur turnamen.

PSG akhirnya mampu mewujudkan mimpinya untuk memenangkan gelar perdana Liga Champions pada musim tersebut.

Performa PSG babak belur di fase liga ternyata berlanjut ke musim berikutnya, tepat ketika Les Parisiens untuk pertama kalinya menyandang predikat sebagai juara bertahan.

Sempat mampu memenangkan tiga laga pertamanya di fase liga Liga Champions musim 2025/2026, PSG mulai kehabisan bensin setelahnya.

Catatan dua kekalahan dan dua hasil imbang yang didapat PSG dalam lima laga terakhirnya di fase liga, hampir saja membuat mereka masuk lubang jarum alias tersingkir.

Jika pada musim sebelumnya, PSG menempati peringkat ke-15 di fase liga, berbeda dengan situasi Les Parisiens musim lalu yang menduduki posisi ke-11.

PSG akhirnya tetap berhak menjaga asa lolos ke fase gugur, dengan kewajiban tampil di play-off.

Seakan ingin menciptakan dejavu musim sebelumnya, cara PSG melewati babak play-off hingga mampu keluar sebagai juara di akhir kompetisi pun tidak jauh berbeda.

Di babak play-off, PSG lagi-lagi mampu menyingkirkan Monaco yang berstatus rekan senegaranya dengan agregat 5-4.

Setelahnya, PSG secara heroik menyingkirkan Chelsea, Liverpool, Bayern Munchen sebelum akhirnya mengalahkan Arsenal di final.

Untuk kedua kalinya dalam sejarah, PSG mampu menisbatkan diri sebagai juara Liga Champions musim lalu.

Melihat fakta bahwa PSG kerapkali menderita babak belur di fase liga, lalu mampu tampil trengginas di fase gugur, hingga berujung gelar juara di ajang Liga Champions, tentu membuat kiprah Les Parisiens musim ini layak dinanti.

(Tribunnews.com/Dwi Setiawan)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.