Bulog Cabang Malang Jajaki Produsen dari Luar Daerah untuk Bantu Pasokan Beras Premium
Eko Darmoko September 09, 2026 05:00 PM

SURYAMALANG.COM, KOTA MALANG - Perum Bulog Cabang Malang akan membantu mendatangkan beras premium dari produsen luar wilayah Malang menyusul terbatasnya pasokan di sejumlah pasar tradisional di Kota Malang, Kamis (9/9/2026).

Beras premium semakin sulit ditemukan di sejumlah pasar tradisional Kota Malang dalam beberapa waktu terakhir.

Kepala Bulog Cabang Malang, M Nurjuliansyah Rahman mengatakan, pihaknya tengah menjajaki komunikasi dengan sejumlah produsen dari luar Malang agar pengiriman beras premium dapat segera dilakukan.

"Kami sempat koordinasi dengan produsen di luar wilayah Malang."

"Mudah-mudahan bisa segera mengirimkan beras premium ke Kota Malang," kata Nurjuliansyah, Rabu (9/9/2026).

Namun, ia menjelaskan, kewenangan Bulog saat ini lebih banyak berada pada penyediaan beras medium melalui program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP).

Sedangkan untuk beras premium, Bulog belum memiliki instrumen yang sama untuk melakukan intervensi langsung.

“Di luar medium, kami belum ada instrumen ke sana. Kami koordinasi terus dengan kantor pusat, jadi ada alokasi khusus untuk mengatasi beras premium," jelasnya.

Baca juga: Maksimalkan Kualitas Layanan Kesehatan, Pemkab Malang Permudah Langkah Pengusaha Bangun Rumah Sakit

Kelangkaan beras premium membuat pilihan konsumen semakin terbatas. Kondisi tersebut turut meningkatkan minat masyarakat terhadap beras SPHP.

Menurut Nurjuliansyah, Bulog berupaya memastikan kondisi itu tidak sampai membuat stok beras SPHP di pasar ikut berkurang.

"Karena pilihan beras semakin terbatas, pastinya SPHP jadi favorit. Mau tidak mau, karena pilihannya di sana."

"Dengan kelangkaan premium ini, kami berupaya pasokan ke pasar jangan sampai kurang," katanya.

Sejak Januari 2026 hingga 8 September 2026, Bulog Cabang Malang telah menggelontorkan sebanyak 3.600 ton beras SPHP.

Ada tujuh tempat penyaluran beras SPHP yakni melalui gerakan pangan murah, outlet pangan di BUMN atau BUMD, koperasi binaan Pemkot Malang, pengecer di pasar, ritel modern, dan rumah pangan kita.

Bulog terus berkoordinasi dengan Pemkot Malang dan petugas di lapangan untuk memantau distribusi. Dari hasil inspeksi Pemkot Malang sebelumnya, Nurjuliansyah menyebut beras SPHP masih tersedia di pasar.

Baca juga: Satpol PP Kabupaten Malang Siapkan Pos Damkar di Kecamatan Wajak

Persoalan yang ditemukan terutama berada pada ketersediaan beras premium. Selain melalui SPHP, pasokan beras kepada masyarakat juga diperkuat melalui program bantuan pangan yang sedang berjalan.

Bantuan tersebut menyasar masyarakat penerima yang berada pada desil 1 hingga desil 4 berdasarkan data Kementerian Sosial. Nurjuliansyah menerangkan, salah satu faktor yang memengaruhi langkanya beras premium adalah tingginya harga gabah. 

Kondisi itu membuat produsen berhati-hati melepas harga beras ke pasar karena harga jual berpotensi melampaui Harga Eceran Tertinggi (HET). Jika produsen menjual di atas HET, maka akan kena sanksi.

"Memang ada kelangkaan sedikit karena distribusi. Kemungkinan di semua wilayah. Karena teman-teman produsen tidak berani melepas karena harga gabah tinggi, karena pasti di luar HET," ujarnya.

Di tengah terbatasnya beras premium, Nurjuliansyah meminta masyarakat tidak melakukan pembelian secara berlebihan.

Ia memastikan Bulog Malang tetap menyediakan beras SPHP kualitas medium sebagai alternatif bagi masyarakat.

"Jangan melakukan panic buying, seperti biasa saja. Kalau mau cari yang premium, silakan kalau tersedia. Bulog Malang selalu menyediakan beras SPHP medium. Kualitasnya tidak kalah bersaing dengan premium, masih sesuai standar," katanya.

Nurjuliansyah juga mendorong masyarakat mulai mempertimbangkan diversifikasi pangan dan tidak sepenuhnya bergantung pada beras.

Salah satunya dengan memanfaatkan sumber karbohidrat lain seperti umbi-umbian sebagai alternatif konsumsi sehari-hari.

Sebelumnya, Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat melihat langsung kelangkaan pasokan beras di sejumlah pasar tradisional, Selasa (8/9/2026). Wahyu mendatangi distributor, kemudian mengecek pedagang di Pasar Blimbing dan Pasar Klojen. 

"Kami sebelumnya ke distributor. Distributor ini memang tidak ada beras, jadi kosong, beras premium terutama. Itu kosong," kata Wahyu.

Menurutnya, distributor sudah tidak memiliki persediaan beras premium selama sekitar satu hingga dua pekan. Kondisi itu membuat distributor kesulitan memenuhi permintaan pelanggan.

Mereka akhirnya hanya dapat menjanjikan barang kepada pelanggan yang selama ini rutin membeli. Sementara pasokan komoditas pangan lainnya masih tersedia.

"Kalau untuk komoditas yang lain aman, gula, minyak goreng aman di distributor," ujarnya.

Baca juga: Piutang Menahun Sejak Era Eddy Rumpoko, Wali Kota Batu Akan Selesaikan Pajak Senilai Rp24,4 Miliar

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.