Tribunlampung.co.id, Bandar Lampung - Pemerintah Provinsi Lampung akan menggelar Salat Istisqa dan doa bersama untuk memohon turunnya hujan di tengah kondisi kemarau yang melanda sejumlah wilayah.
Baca Juga: Polda Lampung Turunkan Kapal Patroli Cari 5 Jurnalis dan 3 Kru Kapal Hilang Kontak di Selat Sunda
Salat Istisqa juga digelar sebagai bagian dari ikhtiar bersama masyarakat di tengah kondisi kekeringan serta dampak abu vulkanik Gunung Anak Krakatau.
Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik (Diskominfotik) Provinsi Lampung Ganjar Jationo mengatakan, pelaksanaan Salat Istisqa akan digelar pada Kamis (10/9/2026).
Salat Istisqa dipusatkan di Lapangan Korpri, lingkungan Pemerintah Provinsi Lampung, sekitar pukul 09.00 WIB.
"Besok kita akan melakukan Salat Istisqa dan doa bersama. Tempat yang direncanakan di Lapangan Korpri Pemprov Lampung," kata Ganjar dalam konferensi Pers perkembangan GAK, Rabu (9/9/2026).
Menurutnya, persiapan pelaksanaan Salat Istisqa telah dilakukan Pemprov Lampung melalui Biro Kesejahteraan Rakyat (Kesra) yang berkoordinasi dengan Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan Kementerian Agama (Kemenag).
Ganjar mengajak aparatur sipil negara (ASN) maupun masyarakat untuk bersama-sama mengikuti Salat Istisqa tersebut.
Ia mengimbau masyarakat yang akan hadir agar mempersiapkan diri, termasuk dalam kondisi berwudu dan membawa perlengkapan salat.
Di tengah kondisi abu vulkanik Gunung Anak Krakatau, masyarakat yang hadir juga diminta tetap memperhatikan perlindungan diri dengan menggunakan masker.
"Kami berharap teman-teman ASN dan masyarakat pada umumnya sekitar pukul 08.00 WIB atau sebelumnya sudah bersiap-siap dalam keadaan berwudu dan membawa perlengkapan salat, termasuk menggunakan perlindungan diri seperti masker," ujarnya.
Ganjar mengatakan, pelaksanaan Salat Istisqa merupakan bentuk ikhtiar dan doa bersama untuk memohon pertolongan Allah SWT agar hujan segera turun.
Selain pelaksanaan Salat Istisqa, Pemprov Lampung juga terus melakukan pemantauan terhadap perkembangan aktivitas Gunung Anak Krakatau bersama instansi terkait.
Masyarakat diminta tetap tenang namun waspada terhadap perkembangan kondisi kebencanaan.
Ganjar juga mengingatkan masyarakat agar tidak mudah mempercayai informasi yang belum jelas sumbernya dan memastikan informasi mengenai Gunung Anak Krakatau diperoleh dari sumber resmi.
Masyarakat juga diimbau menyiapkan tas siaga bencana di rumah dan menempatkannya di lokasi yang mudah dijangkau.
Tas tersebut dapat berisi kebutuhan penting yang diperlukan apabila sewaktu-waktu terjadi kondisi darurat sehingga masyarakat dapat segera melakukan evakuasi.
Pemprov Lampung mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama meningkatkan kewaspadaan sekaligus mengikuti arahan dari pemerintah dan instansi terkait.
Salat istisqa adalah salat sunah yang dilakukan untuk meminta diturunkannya hujan.
Salat ini dilakukan bila terjadi kemarau yang panjang atau karena dibutuhkannya hujan untuk keperluan/hajat tertentu.
Salat istisqa dilakukan untuk memperoleh kepastian terhadap turunnya hujan. Hal ini disebutkan dalam beberapa hadits yang berkaitan dengan salat istisqa. Kemudian, keutamaan lainnya adalah menjadikan seorang muslim sebagai hamba Allah yang mampu melakukan pertaubatan.
Keterangan ini diperoleh dari firman Allah pada Surah Hud ayat 52. Ayat ini menyebutkan bahwa doa memohon hujan dilakukan setelah melakukan pertaubatan dan permohonan ampunan kepada Allah.
Selain itu, ayat ini juga menyebutkan manfaat dari permohonan tersebut yaitu bertambahnya kekuatan pada diri seseorang. Selain itu, ayat ini juga memuat larangan untuk kembali melakukan dosa.
(Tribunlampung.co.id/Riyo Pratama)