Laporan Wartawan TribunSolo.com, Andreas Chris Febrianto
TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Pemerintah Kota (Pemkot) Solo kucurkan dana sebesar Rp2,2 miliar untuk menangani kebakaran TPA Putri Cempo.
Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Kota Solo, Ari Dwi Daryatmo mengungkapkan bahwa anggaran tersebut berasal dari Bantuan Tidak Terduga (BTT) Pemkot Solo tahun anggaran 2026.
Keluarnya dana tersebut sesuai arahan Wali Kota Solo Respati Ardi yang menetapkan kebakaran TPA Putri Cempo dengan status tanggap darurat.
Ditemui saat jumpa pers di Posko Penanggulangan Kebakaran TPA Putri Cempo, Rabu (9/9/2026), Ari mengungkapkan bahwa dana tersebut digunakan untuk operasional sejumlah Organisasi Pemerintah Daerah (OPD) yang terlibat dalam penanganan kebakaran.
Baca juga: Kebakaran TPA Putri Cempo Solo Makin Luas, Gas Metana Diduga Jadi Pemicu
"Kemudian terkait dana tanggap darurat memang betul perlu kami sampaikan, kemarin kami mendapatkan dana BTT karena memang, mas Wali sudah mengeluarkan status tanggap darurat. Sebelum muncul angka tentunya kami berkoordinasi dengan teman-teman lintas OPD terkait untuk belanja operasional itu ditotal kurang lebih Rp 2,2 miliar itu di luar biaya sewa eskavator," ungkap Ari.
Baca juga: Operasi Modifikasi Cuaca untuk Padamkan Kebakaran TPA Putri Cempo Solo Ditunda
Dari 3 blok TPA Putri Cempo yang terbakar, kini tinggal menyisakan blok B yang masih diupayakan untuk dipadamkan.
"Seperti saya sampaikan bahwasanya dari 4 blok yang ada di Putri Cempo yang kemarin mengalami kebakaran itu ada di blok B, C dan D1. Alhamdulillah tadi malam dapat kami sampaikan untuk blok C dan blok D1 itu sudah terkendali, kemudian untuk blok B itu sisi selatan dan barat leter L juga sudah kita kondisikan. Sehingga ada progres yang menurut kami yang kita pantau lewat drone termal itu sudah sangat signifikan kalau dibandingkan dengan beberapa hari lalu," pungkas Ari.