Angin Kencang dan Ombak Tinggi Selat Sunda Warnai Hari Kedua Operasi SAR Rombongan Jurnalis
Erik S September 09, 2026 05:35 PM

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Tim gabungan yang terdiri dari Polda Banten, Basarnas, TNI AL, Polres Pandeglang, dan unsur terkait melanjutkan operasi pencarian terhadap rombongan jurnalis yang dilaporkan hilang kontak saat melakukan perjalanan menuju kawasan Gunung Anak Krakatau (GAK), di perairan Selat Sunda, Kabupaten Pandeglang, Banten.

Pada hari kedua operasi pencarian, Rabu (9/9/2026), tim dibagi menjadi lima titik di sekitar perairan kawasan gunung berapi aktif tersebut.

Kapolda Banten Irjen Pol Hengki menerangkan, operasi SAR ini melibatkan personel lintas kesatuan, baik armada laut maupun darat. Total ada 250 personel yang dilibatkan.

“Untuk hari ini merupakan pencarian hari kedua. Tim gabungan secara terpadu melakukan pencarian di lima titik yang berada di sekitar Gunung Anak Krakatau. Kurang lebih 250 personel dilibatkan, baik yang berada di darat maupun di laut,” kata Hengki, di Pandeglang, Banten, Rabu (9/9/2026).

Laporan mengenai hilangnya kontak rombongan jurnalis tersebut awalnya diterima oleh pihak berwenang pada Selasa (8/9/2026). 

Menindaklanjuti laporan itu, aparat langsung bergerak menyisir rute perjalanan yang diduga dilintasi oleh rombongan.

“Hari pertama pencarian dilaksanakan pada Selasa setelah kami mendapatkan informasi bahwa rombongan tersebut lost contact. Sampai dengan hari kedua ini, seluruh unsur terus bahu-membahu melaksanakan operasi pencarian,” jelasnya.

Dalam operasi hari kedua ini, tim SAR menghadapi kendala faktor alam di perairan Selat Sunda, seperti embusan angin kencang dan tinggi gelombang laut yang mencapai satu hingga dua meter.

Adapun posko SAR juga telah didirikan di kawasan Carita untuk memantau perkembangan operasi pencarian.

“Tim masih berada di lapangan dan terus kami monitor. Kondisi cuaca, angin cukup kencang dan gelombang sekitar satu sampai dua meter. Kami terus memantau perkembangan pencarian dari posko di Carita,” jelas dia.

Baca juga: 5 Jurnalis Hilang Kontak Saat Liput Anak Krakatau, Ini Jejak Terakhir Mereka

Mengingat status Gunung Anak Krakatau yang saat ini masih mengalami erupsi, Kapolda mengimbau warga pesisir serta nelayan selalu waspada dan mengutamakan keselamatan. Ia meminta warga tidak mematuhi batas aman radius 3 kilometer yang telah ditetapkan.

“Masyarakat di wilayah pesisir dan para nelayan kami imbau untuk tetap mematuhi ketentuan keselamatan dan tidak mendekati kawasan Gunung Anak Krakatau dalam radius yang telah ditetapkan, yaitu lebih dari tiga kilometer,” imbaunya.

Pihak kepolisian turut meminta peran aktif masyarakat dan nelayan yang tengah melaut untuk segera melapor apabila menemukan petunjuk di perairan, seperti pelampung atau barang lain yang dicurigai milik rombongan.

“Segera informasikan kepada petugas atau posko kami yang berada di Carita. Informasi tersebut akan membantu tim untuk segera melakukan pengecekan dan langkah pencarian,” pungkas dia.

Hilang Kontak

Lima jurnalis bersama tiga kru speedboat hilang kontak saat melakukan peliputan aktivitas Gunung Anak Krakatau di perairan Selat Sunda, Kabupaten Pandeglang.

Baca juga: 8 Orang Termasuk 5 Jurnalis Hilang di Selat Sunda, Operasi Pencarian Hari Ini Dibagi Jadi 4 SRU

Rombongan bertolak dari Dermaga Pagedongan, Carita, Pandeglang, pada Senin (7/9/2026) sekitar pukul 14.00 WIB menggunakan speedboat untuk meliput aktivitas Gunung Anak Krakatau.

Lima jurnalis yang masih dalam pencarian ialah M. Bagus Khoirunnas dari ANTARA, Ari Basuki dari Merdeka.com, Yudhis dari iNews, Daus dari Anadolu, serta Donal, jurnalis lepas.

Tiga orang lainnya ialah Warta (55) selaku kapten kapal, Surakman (60) sebagai ABK, dan Heriyanto (49) sebagai pemandu. Data tersebut tercantum dalam perkembangan pencarian rombongan pada hari kedua.

Rombongan berada di kawasan Selat Sunda untuk melakukan peliputan aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.