Global Ethics Forum 2026 Ajak Dunia Bicarakan Human Flourishing di Tengah Berbagai Tantangan
Content Writer September 09, 2026 05:35 PM

TRIBUNNEWS.COM - Jika dibandingkan dengan masa lampau, kehidupan manusia saat ini telah mengalami perubahan yang begitu besar. Cara manusia berkomunikasi, bekerja, belajar, bepergian, hingga memenuhi berbagai kebutuhan sehari-hari tidak lagi sama seperti beberapa dekade lalu.

Kehadiran internet dan teknologi digital membuat informasi dapat diakses dalam hitungan detik, komunikasi dapat berlangsung tanpa batas jarak, sementara berbagai layanan kini dapat dilakukan dengan mudah melalui perangkat yang ada di genggaman.

Perubahan tersebut menjadi bagian dari kemajuan teknologi dan ekonomi yang terus berkembang. Artificial Intelligence (AI) pun berkembang pesat dan mulai digunakan dalam berbagai bidang. Aktivitas ekonomi semakin terhubung secara digital, sementara beragam inovasi terus hadir untuk membuat kehidupan manusia lebih praktis dan efisien.

Namun, di tengah dunia yang semakin maju, muncul pula pertanyaan yang tidak kalah penting: apakah kemajuan tersebut benar-benar membuat manusia dan masyarakat menjadi lebih baik?

Pertanyaan inilah yang menjadi salah satu landasan pembahasan dalam Global Ethics Forum (GEF) 2026. Forum ini mengangkat tema “Responsible Governance in a Fragmented World: Ethical Pathways to Human Flourishing in Business, Technology, and Policy.”

Mengenal Global Ethics Forum 2026

GEF 2026 merupakan forum global yang mempertemukan berbagai pemangku kepentingan untuk berdiskusi tentang tantangan yang dihadapi dunia saat ini, mulai dari teknologi, ekonomi, kebijakan, hingga persoalan sosial dan etika.

Forum ini melibatkan pemimpin dan perwakilan dari berbagai sektor, mulai dari bisnis, pemerintahan, teknologi, akademisi, masyarakat sipil, media, hingga organisasi internasional. Beragam perspektif tersebut akan dipertemukan melalui diskusi pleno dan kelompok kerja untuk membahas etika, kepemimpinan, inovasi, teknologi, masyarakat, serta mencari langkah yang dapat diterapkan dalam menghadapi berbagai tantangan tersebut.

GEF 2026 diselenggarakan oleh Globethics bersama Yayasan Dharma Etika Madani (YADEMA). Globethics merupakan organisasi yang berbasis di Jenewa dan telah berfokus selama lebih dari 20 tahun pada penguatan kepemimpinan etis dan tata kelola yang bertanggung jawab.

Sementara itu, YADEMA merupakan yayasan Indonesia yang berafiliasi dengan Globethics dan berdiri sejak 2023 dengan fokus pada penguatan kepemimpinan etis melalui riset, sumber daya pendidikan, dan dialog inklusif.

Untuk pertama kalinya sejak 2009, GEF akan kembali digelar di Bali. Forum ini akan berlangsung di Prama Sanur Beach Bali pada 20–22 Oktober 2026.

Baca juga: Bukan Sekadar Destinasi Liburan, Ini 5 Alasan Bali jadi Pusat Dialog Human Flourishing

Ketika Kemajuan Tak Hanya Soal Pertumbuhan

Salah satu gagasan penting yang dibawa GEF 2026 adalah human flourishing. Konsep ini melihat perkembangan manusia secara lebih menyeluruh, sehingga kemajuan tidak berhenti pada ukuran ekonomi, produktivitas, atau perkembangan teknologi.

Sebab, sebuah masyarakat dapat mengalami pertumbuhan ekonomi dan transformasi digital, tetapi pada saat yang sama tetap menghadapi persoalan seperti keterasingan sosial, hilangnya kepercayaan, maupun berkurangnya rasa memiliki terhadap komunitas.

Karena itu, GEF 2026 mengajak para peserta untuk melihat kembali bagaimana tata kelola, kepemimpinan, inovasi, dan kebijakan dapat diarahkan agar perkembangan yang terjadi turut memberikan dampak positif bagi kehidupan manusia.

Pembahasan tersebut menjadi semakin relevan di tengah berbagai tantangan global, seperti perubahan iklim, ketimpangan, kesehatan mental, krisis kepercayaan, dan social disconnection.

Bali dipilih sebagai tempat penyelenggaraan karena dinilai menawarkan konteks yang relevan untuk membicarakan hal tersebut. Di satu sisi, Indonesia merupakan negara dengan ekonomi yang berkembang dan masyarakat digital yang terus bertumbuh. Di sisi lain, kehidupan sosial, budaya, dan komunitas menjadi bagian penting dari pengalaman masyarakat Indonesia.

Rangkaian GEF 2026 Selama Tiga Hari

GEF 2026 akan berlangsung selama tiga hari, mulai 20 hingga 22 Oktober 2026 di Bali. Rangkaian kegiatan mencakup seminar, masterclass, kunjungan, diskusi, hingga berbagai sesi interaktif yang mengangkat isu etika dan human flourishing.

Pada 20 Oktober 2026, rangkaian kegiatan akan diawali dengan Closed Seminar for Southeast Asian Consortium of Law and Religion Studies serta Masterclasses on Wellness by Universitas Hindu Indonesia.

Memasuki 21 Oktober 2026, agenda akan dibuka dengan Mandala Tour on “Human Flourishing in Practice: Heritage, Sustainability, and Community”, kemudian dilanjutkan dengan Opening Session dan Fireside Chat on Human Flourishing in a Fragmented World.

Pada hari yang sama, peserta juga dapat mengikuti sejumlah parallel sessions yang membahas berbagai topik, termasuk AI, inovasi, kebebasan beragama, dan human flourishing. Rangkaian hari kedua turut diisi dengan Youth Bootcamp on “Responsible Influence: Ethical Content Creation for Impact.”

Sementara itu, pada 22 Oktober 2026, rangkaian forum berlanjut dengan sejumlah parallel sessions. Beberapa di antaranya membahas nilai, budaya, dan etika AI serta human flourishing sebagai paradigma post-growth.

Agenda hari terakhir juga mencakup sesi “Beyond Geopolitical and Societal Divides: A Multistakeholder Alliance for Peace and Shared Prosperity”, Interactive Lab, Partnership and Resource Mobilization Roundtable, hingga sesi pleno untuk mempresentasikan hasil, komitmen, dan jalur tindak lanjut.

Mempertemukan Berbagai Perspektif

Berbagai persoalan yang dibahas dalam GEF 2026 memiliki keterkaitan dengan banyak sektor sehingga membutuhkan lebih dari satu perspektif. Perkembangan AI, perubahan iklim, ketimpangan, maupun persoalan sosial tidak hanya menjadi perhatian pemerintah atau pelaku teknologi, tetapi juga berkaitan dengan dunia bisnis, akademisi, masyarakat sipil, dan komunitas.

Karena itu, GEF 2026 menjadi ruang untuk mempertemukan berbagai pihak dan membangun kolaborasi dalam membicarakan bagaimana etika dan kepemimpinan dapat turut menentukan arah perkembangan teknologi, kebijakan, bisnis, serta kehidupan masyarakat.

Pada akhirnya, pertanyaan tentang kemajuan bukan hanya seberapa jauh dunia mampu berkembang, tetapi juga untuk siapa perkembangan tersebut terjadi dan apakah manusia benar-benar dapat berkembang bersamanya.

Menuju penyelenggaraan GEF 2026 di Bali pada Oktober mendatang, masyarakat dapat mengikuti berbagai informasi mengenai forum tersebut, termasuk agenda, pembicara, program, serta pendaftaran melalui situs resmi Global Ethics Forum 2026.

Baca juga: Global Ethics Forum 2026 Digelar di Bali, Soroti Pentingnya Manusia dalam Ambisi Organisasi

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.