Karhutla PALI Makin Parah, 222 Hektare Lahan Terbakar dan Udara Sangat Tidak Sehat
Slamet Teguh September 10, 2026 06:46 PM

 

Laporan wartawan Sripoku.com, PALI mbd

TRIBUNSUMSEL.COM, PALI - Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), Sumatera Selatan, telah menghanguskan sekitar 222 hektare lahan. Kondisi tersebut turut menyebabkan kualitas udara di wilayah PALI masuk kategori "Sangat Tidak Sehat", Kamis (10/9/2026).

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten PALI Ir Ahmad Hidayat menyebutkan, luas lahan yang terdampak kebakaran di Bumi Serepat Serasan mencapai sekitar 222 hektare.

Ahmad Hidayat mengatakan, sejak Mei hingga Agustus 2026 terdeteksi 562 titik hotspot yang tersebar di lima kecamatan dan 65 desa serta enam kelurahan di Kabupaten PALI.

Selain itu, terdapat 153 lahan milik warga, baik berupa kebun maupun lahan kosong, yang terverifikasi mengalami kebakaran. Data tersebut mencatat sekitar 258 hektare lahan terbakar.

Menurut Ahmad, titik api terbanyak ditemukan di Kecamatan Penukal, Abab, dan Penukal Utara.

Di wilayah tersebut terdapat cukup banyak lahan gambut yang membutuhkan waktu lebih lama untuk proses pemadaman.

Sementara di Kecamatan Talang Ubi, titik hotspot rata-rata ditemukan di kawasan semak belukar yang telah ditebang pemilik lahan untuk membuka kebun dengan cara dibakar. Kondisi serupa juga ditemukan di wilayah Kecamatan Tanah Abang.

"Kalau luasannya (terbakar) di PALI itu lebih kurang 222 ha per hari ini. Dengan rata-rata 146 kejadian," kata Ahmad Hidayat saat menjadi narasumber dalam podcast PWI PALI yang dipandu Ketua PWI PALI Joko Sadewo.

Baca juga: Kualitas Udara 10 September 2026 di Sumsel, Palembang dan PALI Masuk Kategori Sangat Tidak Sehat

Saat ini, setiap kecamatan telah memiliki posko kebakaran. Tim Karhutla disiagakan untuk melakukan pencegahan, pemadaman, serta mengimbau masyarakat agar bersama-sama mengawasi potensi munculnya titik api.

"Mereka standby. Satu posko 7 orang, tapi di saat terjadi kebakaran itu kita langsung meluncur dari posko induk ada 20 orang yang dilengkapi alat pemadam," tuturnya.

Ahmad menjelaskan, personel BPBD PALI yang terlibat dalam penanganan Karhutla berjumlah 60 orang. Selain itu, terdapat 30 personel TNI, 60 personel Polri, 20 personel Satpol PP, serta dukungan Pramuka, Manggala Agni, dan masyarakat peduli api di setiap desa.

Kondisi udara di wilayah PALI juga semakin memprihatinkan. Pemandangan yang biasanya terlihat jelas kini berubah akibat kabut asap yang menyelimuti wilayah tersebut sejak pagi hingga siang hari.

Ahmad menyebutkan, kualitas udara di lingkungan masyarakat Kabupaten PALI saat ini berada dalam kategori "Sangat Tidak Sehat".

Masyarakat diimbau meningkatkan kewaspadaan dan tidak melakukan pembukaan lahan dengan cara membakar yang dapat memperluas Karhutla serta memperburuk kualitas udara.

 

 

Ikuti dan bergabung dalam saluran whatsapp Tribunsumsel.com

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.