TRIBUNNEWSBOGOR.COM -- Lirikan asisten rumah tangga (ART) pada suami majikan membuat rugi sampai Rp 1 miliar. Akibat lirikan tersebut, ART sampai tahu tempat penyimpanan perhiasan milik majikan.
Tindakan tersebut dilakukan Nirma, wanita asal Bandar Lampung.
Ia ketahuan telah mencuri koleksi perhiasan milik majikannya.
Bahkan aksi pencurian tersebut dibantu kekasih Nirma.
Tak ayal Nirma mencuri perhiasan sejak November 2025 sampai Juni 2026.
Uang hasil penjualannya dipakai untuk menggelar pesta pernikahan mewah.
Padahal sang majikan sudah mengumpulkan semua perhiasan tersebut selama 30 tahun lamanya.
Nirma mengaku selalu memanfaatkan kondisi rumah sepi ketika majikannya pergi.
"Siang, jamnya gak lihat. November-September. Kadang malam. Kadang pas lagi gak ada orang. Pas keluar kota, lagi jalan-jalan. Kadang pas lagi keluar bukan pergi jauh," katanya.
Saking seringnya, Nirma bahkan sudah tak ingat berapa kali dia mencuri.
"Gak inget berapa kali," katanya.
Untuk menjaga agar tidak ketahuan, Nirma tidak berturut-turut mencuri.
"Hari ini ngambuil misalnya, terus berapa minggu ngambil lagi," katanya.
Saat beraksi, dia kerap mengambil dua sampai tiga perhiasan.
Baca juga: 2 Karyawan Gelapkan Perhiasan, Pemilik Toko di Gunungputri Bogor Alami Kerugian Hingga Rp600 Juta
"Kadang dua, kadang satu. Kadang pas lagi kan ada yang sewadah ada tiga," katanya.
Sang majikan pun heran darimana Nirma mengetahui lokasi penyimpanan emas.
Ia mengaku pernah melirik suami majikan sampai tahu dimana emas itu berada.
"Bukan ngintip, pas lagi nyapu, pas beberes, bapak pintunya kebuka sedikit, jadi gak sengaja lihat," katanya.
alam pengakuannya, Nirma juga mengungkapkan alasan di balik dugaan pencurian tersebut.
Emas yang diambil kemudian dijual dan uangnya digunakan untuk berbagai keperluan pribadi.
Baca juga: Pilu Kakek Nenek di Banyuwangi, Perhiasan dan Tabungan Lebaran Hilang Dicuri Maling
Nirma disebut sempat memiliki rencana untuk menggunakan uang hasil penjualan emas tersebut sebagai modal membeli rumah.
Namun, rencana itu kemudian berubah.
Uang yang diperoleh dari hasil penjualan emas justru digunakan untuk memenuhi berbagai kebutuhan rumah tangga. Selain itu, sebagian uang tersebut juga digunakan untuk membiayai pesta pernikahannya.
Dengan demikian, hasil dugaan pencurian yang nilainya disebut hampir mencapai Rp1 miliar tersebut tidak seluruhnya digunakan untuk satu tujuan.
Dana tersebut disebut mengalir untuk sejumlah kebutuhan pribadi, mulai dari kebutuhan rumah tangga hingga keperluan pernikahan.
Dalam chat dengan suami, mereka bekerja sama.
Mereka berbincang tentang surat-surat perhiasan hingga berat emas yang dicuri.
Bahkan keduanya sudah punya penjual emas.
"Aku coba minta 2000 belum dapet. Gimana kamu 1900x26," katanya.
"Jangan" timpalnya.
Sang suami juga mempertanyakan lokasi Nirma mengambil perhiasan tersebut.
"Kamu nemunya di sebelah mana Ai ?" katanya.
Nirma bahkan menggunakan uang hasil penjualan untuk biaya menikah.
"Nih dengerin. 40,700 bagi 2. 10 nya buat nambahin nikah. Pas budget nikah 30 juta sama tabungan. Ga ada komplain," katanya.
Atas perbuatannya itu sang majikan tetap berbaik hati dengan tindak memperpanjang kasus.
Mereka bahkan mengembalikan aset yang sebelumnya disita sebagai pengganti kerugian.
"Kami sekeluarga akhirnya menarik tuntutan penjara dan aset barang mereka yang sudah kami ambil. Tadi malam kami balikin setengahnya. Karena kelapangan hati ibu bapa saya yang sangat tidak tega.
Bahkan semalam mereka berdua masih diberikan tempat tidur yang sangat nyaman di rumah kami.
Paginya kami kembalikan setengah aset milik mereka untuk tetap melanjutkan hidupnya.
Keluarga kami kasih keringanan kepada Nirma dan Rehan dan masih menunggu itikad baik dari keluarga mereka. Semoga jalan ini yang terbaik untuk keluarga kami," tulisnya.
https://whatsapp.com/channel/0029VaGzALAEAKWCW0r6wK2t