Tribunlampung.co.id, Banten - Suasana haru menyelimuti Posko SAR Terpadu di Kecamatan Carita, Kabupaten Pandeglang, Banten, saat Desi, istri dari jurnalis LKBN Antara M. Bagus Khoirunnas, setia menunggu perkembangan pencarian suaminya pada Rabu (9/9/2026).
Baca juga: Terungkap Kondisi Speedboat yang Angkut 5 Jurnalis Hilang Saat Liput Erupsi GAK
Bagus dilaporkan hilang kontak bersama empat rekan jurnalis dan tiga kru kapal saat melakukan peliputan di perairan Gunung Anak Krakatau sejak Senin (7/9/2026).
Dalam keputusasaan dan rasa cemas, Desi berkesempatan ditemui langsung oleh Kapolda Banten Irjen Hengki, yang meninjau jalannya operasi pencarian gabungan.
Meski tidak dapat membendung air matanya di hadapan jajaran kepolisian dan petugas SAR, ia terus memanjatkan doa serta menegaskan keyakinannya bahwa sang suami masih bertahan hidup.
Hingga hari ketiga pasca-keberangkatan rombongan, Tim SAR Gabungan terus memperluas penyisiran di perairan Selat Sunda serta gugusan pulau-pulau kecil di sekitarnya.
Sambil terisak di Posko SAR Terpadu, Desi meluapkan keyakinannya bahwa suaminya akan segera ditemukan oleh tim penyelamat.
"Saya yakin suami saya selamat, saya yakin suami saya dibawa ke sini sekarang," kata Desi sambil menangis di Posko SAR, Rabu (9/9/2026), dilansir kompas.com.
Mengenang awal keberangkatan sang suami, Desi menceritakan bahwa komunikasi terakhir di antara mereka terjadi pada Senin (7/9/2026).
Saat itu, Bagus berpamitan untuk berangkat menuju perairan Gunung Anak Krakatau bersama sejumlah rekan seprofesinya.
Sebelum menaiki kapal, Bagus sempat mengirimi foto nakhoda yang mengantarkan rombongan mereka.
Namun setelah pesan singkat tersebut dikirimkan, tidak ada lagi kabar berbalas hingga keluarga menerima konfirmasi resmi bahwa speedboat yang mereka tumpangi hilang kontak.
Mendengar penuturan tersebut, Kapolda Banten Irjen Hengki memberikan penguatan moral dan meminta Desi beserta keluarga besar para korban untuk terus berdoa selama proses pencarian berlangsung.
"Turut prihatin ya Mbak, kita doakan. Kita dan tim gabungan sedang bekerja secara maksimal di lapangan untuk menemukan keberadaan mereka," kata Irjen Hengki.
Hingga Rabu (9/9/2026), Tim SAR Gabungan masih terus mengoperasikan armada kapal penyelamat untuk menyisir perairan perbatasan Banten dan Lampung.
Adapun daftar delapan korban yang masih dalam pencarian intensif meliputi: