Polres Ciamis Bangun Pipanisasi 300 Meter untuk Atasi Kekeringan di Mekarjadi
ferri amiril September 09, 2026 06:35 PM

 

Laporan Wartawan TribunPriangan.com, Ai Sani Nuraini


TRIBUNPRIANGAN.COM, CIAMIS - Musim kemarau membuat warga Desa Mekarjadi, Kecamatan Sadananya, Kabupaten Ciamis, harus bersusah payah mendapatkan air bersih.

Sumber air yang masih tersedia berada cukup jauh dari permukiman dan posisinya berada di bawah rumah warga.

Akibatnya, warga harus berjalan turun ke sumber air kemudian kembali naik sambil membawa ember untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Kondisi tersebut semakin menyulitkan warga lanjut usia.

Melihat kondisi itu, jajaran Polres Ciamis turun tangan dengan membangun saluran pipanisasi air bersih sepanjang sekitar 300 meter.

Baca juga: Bupati Ciamis Targetkan Milangkala Gong Perdamaian Dunia Dorong Ekonomi Warga

Kapolres Ciamis AKBP Eko Iskandar, S.H., S.I.K., M.Si. mengatakan, pembangunan pipanisasi dilakukan untuk mempermudah masyarakat mendapatkan air bersih tanpa harus bolak-balik mengambil air ke sumber yang berada di bawah permukiman.

"Ini kita dari jajaran Polres Ciamis membantu masyarakat di Desa Mekarjadi dengan memasang saluran pipa atau pipanisasi kurang lebih sepanjang 300 meter," ujar Eko kepada wartawan, Rabu (9/9/2026).

Menurut dia, medan yang cukup sulit menjadi salah satu alasan pipanisasi dibangun di wilayah tersebut.

Masyarakat selama ini harus naik turun menuju sumber air dengan membawa ember. 

Kondisi itu tentu menjadi beban tersendiri bagi warga, terutama mereka yang sudah lanjut usia.

"Sehari-hari masyarakat harus naik turun dari atas ke bawah membawa ember. Apalagi ini musim kering, sehingga sangat kesulitan. Kita membantu memasang saluran pipa sehingga memudahkan masyarakat mengakses sumber air," katanya.

Pipanisasi tersebut diperkirakan dapat membantu sekitar 80 kepala keluarga atau kurang lebih 400 jiwa.

Eko mengatakan, bantuan tersebut merupakan bagian dari upaya kepolisian untuk memberikan manfaat langsung kepada masyarakat yang terdampak kekeringan.

Selain membangun pipanisasi, Polres Ciamis juga menyiapkan distribusi air bersih bagi masyarakat yang membutuhkan.

"Harapannya, kami secara khusus dari pihak kepolisian akan terus bersinergi dengan pemerintah daerah, termasuk elemen-elemen masyarakat yang ada di Kabupaten Ciamis, bagaimana kita memberikan kegiatan-kegiatan yang bermanfaat bagi masyarakat," ucapnya.

Desa Mekarjadi menjadi salah satu wilayah yang mendapat perhatian setelah dilakukan survei terkait kondisi kekeringan dan sulitnya akses menuju sumber air.

"Memang ada beberapa titik lagi yang menjadi target tujuan kita memberikan bantuan. Salah satunya di sini karena sudah kita survei dan kita lihat jalannya cukup jauh dan turun, sangat menyulitkan khususnya bagi masyarakat yang sudah berusia," jelasnya.

Eko menyebut, persoalan kekeringan tidak hanya terjadi di Desa Mekarjadi.

Berdasarkan data yang dimiliki Polres Ciamis, kekeringan saat ini melanda sekitar 15 kecamatan, 35 desa dan lebih dari 40 dusun.

Penanganan pun dilakukan secara bertahap di sejumlah wilayah. Sebelumnya, Polres Ciamis juga memberikan bantuan melalui pembangunan sumur bor di wilayah Mangunjaya.

Sementara itu, warga Desa Mekarjadi, Ajat Sudrajat, mengaku sangat terbantu dengan adanya pembangunan pipanisasi tersebut.


Ia mengatakan, persoalan air bersih hampir selalu dirasakan warga setiap musim kemarau.

"Sangat berterima kasih kepada Bapak Kapolres Ciamis yang telah membantu kami, khususnya warga Desa Mekarjadi, untuk lebih mempermudah kebutuhan air bersih di musim kemarau ini," kata Ajat.

Menurut Ajat, sebagian besar sumur milik warga kini tidak lagi bisa diandalkan karena mengalami kekeringan.

"Sumur-sumur di sini sebenarnya banyak, tetapi semuanya kering. Kedalamannya sekitar 15 meter, sudah tidak ada air. Jadi masyarakat sangat tergantung pada satu sumber air ini," ungkapnya.

Sebelum pipanisasi dibangun, warga harus bergantian bahkan berbondong-bondong menuju sumber air yang berada di bawah permukiman.

Mereka kemudian membawa air menggunakan ember untuk kebutuhan memasak, mandi dan keperluan rumah tangga lainnya.

Kondisi itu menjadi tantangan tersendiri bagi warga lanjut usia karena harus menempuh jalan menanjak saat membawa air.

Kini, dengan adanya saluran pipanisasi, warga berharap sumber air tersebut bisa lebih mudah dimanfaatkan dan kebutuhan air bersih selama musim kemarau dapat terpenuhi.


"Alhamdulillah ada kepedulian dari Kapolres. Kami dan keluarga di sini mengucapkan banyak terima kasih kepada semua pihak yang betul-betul peduli kepada masyarakat," pungkas Ajat.

Kini, air bersih dari sumber mata air disedot dan ditampung dalam tandon berkapasitas 1.000 liter. 

Selanjutnya, air itu akan dialirkan melalui dua keran yang disediakan untuk memudahkan warga mengambil air bersih.(*)

 


 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.