Laporan Kontributor TribunPriangan.com Pangandaran, Padna
TRIBUNPRIANGAN.COM, PANGANDARAN - Ratusan warga menyerbu kebun melon di Dusun Sindangsari, Desa Sindangwangi, Kecamatan Padaherang, Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat.
Bukan sekadar membeli, mereka datang langsung ke kebun untuk memilih hingga memetik sendiri buah melon yang diinginkan.
Pantauan di lokasi, Rabu (9/9/2026) siang, suasana kebun melon tampak ramai. Warga berbondong-bondong menyusuri area tanaman untuk mencari buah yang dinilai paling bagus.
Menariknya, sebagian warga bahkan memberi nama pada buah melon yang masih muda dan belum matang. Nama itu ditulis langsung pada permukaan buah yang masih menggantung di pohonnya.
Aktivitas itu tidak hanya dilakukan warga. Sejumlah pegawai kesehatan dan guru pun terlihat berdatangan ke kebun untuk melihat sekaligus membeli melon.
Baca juga: Polemik SHM Madasari Memanas, DPRD Pangandaran Desak Tim Sengketa Agraria Segera Turun ke Lapangan
Ada warga yang memetik sendiri melon langsung dari pohon. Sebagian lainnya memilih buah yang telah dipetik oleh petani.
Transaksi jual beli pun berlangsung di tengah kebun. Harga yang ditawarkan petani terbilang terjangkau, yakni sekitar Rp 15.000 per kilogram untuk pembelian eceran.
Petani melon, Iwan, mengatakan tingginya antusiasme masyarakat membuat kegiatan wisata petik melon yang baru dibuka enam hari mendapat respons positif.
"Alhamdulillah, sekarang sudah memasuki hari keenam. Antusias masyarakat bagus," ucap Iwan kepada Tribun Jabar di kebun miliknya.
Menurutnya, tingginya permintaan membuat dirinya optimistis untuk terus mengembangkan budidaya melon di kawasan tersebut.
"Ke depannya kita tetap mau kontinu untuk menanam melon. Siapa tahu ada teman-teman komunitas melon yang mau menanam juga. Pasar masih terbuka lebar. Ayo kita bareng-bareng cari peluang di usaha melon," ujarnya.
Iwan menyebut harga melon saat ini masih cukup bagus. Untuk pembelian eceran, harga berada di kisaran Rp 15.000 per kilogram.
"Kalau total melon yang sudah terjual selama kegiatan wisata petik melon dibuka itu sudah mencapai lebih dari dua ton," kata Iwan.
"Enam hari ke belakang kan viral, makanya kita penasaran pengen datang ke sini. Alhamdulillah bisa memilih buah melon dan cicipi langsung di kebun," ujarnya.(*)