TRIBUN-MEDAN.com – Nasib tragis dialami MKH (27), seorang pria yang tewas setelah diamuk massa di Desa Teluk Kiri, Kecamatan Teluk Dalam, Kabupaten Asahan, Sumatera Utara.
Ia diduga melakukan aksi pencurian di rumah warga bernama MP (53).
Peristiwa ini bermula ketika MKH nekat masuk ke rumah korban.
Aksinya diketahui, sehingga ia berusaha melarikan diri.
Korban kemudian meminta bantuan warga untuk mengejar pelaku.
Tak lama, warga berhasil menangkap MKH dan membawanya kembali ke rumah korban.
Namun, bukannya menyerahkan pelaku ke aparat, warga yang kesal justru menghakimi MKH.
Ia mengalami luka robek di kepala hingga mengeluarkan darah.
Polisi yang mendapat laporan segera mengevakuasi korban ke puskesmas, lalu dirujuk ke RSUD Tanjungbalai.
Sayangnya, nyawa MKH tidak tertolong.
Kapolsek Simpang Empat, AKP Dian Putra, menyesalkan kejadian ini.
“Kami imbau masyarakat, apabila menemukan tindak pidana, segera serahkan ke polisi. Jangan main hakim sendiri,” tegasnya, Rabu (9/9/2026).
Pihak keluarga kemudian membawa jenazah MKH ke rumah duka.
Kanit Reskrim Polsek Simpang Empat juga mendatangi keluarga, yang menyatakan menerima kepergian almarhum dengan ikhlas.
Baca juga: Satu Pencuri Emas Senilai Rp 200 Juta Modus Petugas PLN di Patumbak Ditangkap, Satu Lagi Diburu
Kasus Serupa: Dua Pria Babak Belur Usai Curi Beras
Fenomena main hakim sendiri bukan hanya menelan korban jiwa.
Beberapa hari sebelumnya, dua pria berinisial JS (42) dan MR (27) di Desa Suka Damai, Kecamatan Pulau Bandring, Kabupaten Asahan, Sumut, babak belur dihajar massa setelah mencuri satu karung beras seberat 10 kilogram.
Kapolsek Kota Kisaran Timur, IPTU Riki Hamdany, membenarkan peristiwa tersebut.
“Benar, kami mendapat informasi dari masyarakat bahwa ada dua orang diduga pelaku pencurian yang diamankan. Setelah sampai di lokasi, kami langsung membawa keduanya untuk pemeriksaan lebih lanjut,” ujarnya, Kamis (3/9/2026).
Berbeda dengan kasus MKH, perkara ini akhirnya diselesaikan melalui mekanisme Restorative Justice.
Korban memaafkan kedua pelaku, sehingga perkara dihentikan secara kekeluargaan.
Baca juga: UPDATE Kasus Polda Sitanggang, Kini Berdamai dengan Datuk Darwis, Difasilitasi Kapolres Kuansing
Deretan Kasus Main Hakim Sendiri di Sumatera Utara
Fenomena main hakim sendiri masih menjadi catatan kelam di Sumatera Utara.
Beberapa kasus yang pernah terjadi antara lain:
1. Pencuri kotak amal di Medan – Seorang pria tewas setelah diamuk massa karena mencuri kotak amal di masjid.
2. Pencuri ayam di Deli Serdang – Seorang pemuda dihajar warga hingga luka parah karena mencuri ayam.
3. Pencuri sepeda motor di Binjai – Pelaku pencurian motor ditangkap dan dipukuli warga sebelum diserahkan ke polisi.
4. Pencuri beras di Asahan – Kasus JS dan MR yang babak belur dihajar massa sebelum akhirnya diselesaikan lewat Restorative Justice.
(*/Cr2/tribun-medan.com)
Baca juga: Kepergok hendak Mencuri di Rumah Warga, Pria di Asahan Tewas Diamuk Massa
Baca juga: LAPAR Membawa JS dan MR Nekat Curi Beras 10 Kg, Babak Belur Dihajar Massa