Telkom Gelar RUPSLB 30 September, Bahas Pemisahan Bisnis
Arthur Gideon September 09, 2026 07:00 PM

Liputan6.com, Jakarta - PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) akan menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada Rabu, 30 September 2026. Dalam rapat tersebut, Telkom akan meminta persetujuan pemegang saham atas sejumlah agenda, termasuk rencana pemisahan sebagian bisnis Wholesale Fiber Connectivity Tahap 2 ke anak usaha.

Berdasarkan keterbukaan informasi yang disampaikan Telkom melalui Bursa Efek Indonesia (BEI), dikutip Rabu (9/9/2026), ada dua agenda utama yang akan dibahas dalam RUPSLB Telkom. Pertama, persetujuan atas rencana pemisahan sebagian segmen usaha Wholesale Fiber Connectivity Tahap 2 kepada PT Telkom Infrastruktur Indonesia (TIF).

Kedua, perubahan susunan pengurus perseroan.

Dalam agenda pertama, Telkom akan meminta persetujuan pemegang saham untuk melakukan pemisahan sebagian segmen usaha Wholesale Fiber Connectivity ke PT Telkom Infrastruktur Indonesia.

Saat ini, TIF merupakan anak perusahaan yang 99,99% sahamnya dimiliki secara langsung oleh Telkom. Pemisahan tersebut menjadi bagian dari strategi transformasi Telkom dalam membentuk TIF sebagai entitas yang fokus menangani infrastruktur telekomunikasi.

Rencana tersebut bukan langkah yang berdiri sendiri. Telkom menyebut pemisahan Tahap 2 merupakan kelanjutan dari proses sebelumnya yang telah mendapatkan persetujuan pemegang saham dalam RUPSLB pada 12 Desember 2025.

Pada tahap lanjutan ini, sebagian bisnis Wholesale Fiber Connectivity, termasuk bisnis, aset, liabilitas, serta kegiatan usaha terkait, akan dikonsolidasikan ke TIF.

Menurut Telkom, langkah tersebut ditujukan untuk membangun model operasi yang lebih fokus, meningkatkan efisiensi operasional, memperkuat transparansi pengelolaan bisnis, serta mendukung penciptaan nilai jangka panjang bagi perseroan dan pemegang saham.

Telkom juga menyebut strategi tersebut sejalan dengan tren global industri telekomunikasi. Sejumlah operator di berbagai negara telah membentuk entitas infrastruktur tersendiri untuk meningkatkan fokus bisnis, efisiensi, fleksibilitas pengembangan usaha, dan optimalisasi nilai perusahaan.

 

Kepemilikan Telkom di TIF Hampir 100%

Setelah transaksi pemisahan Tahap 2 selesai, kepemilikan Telkom di TIF akan berubah menjadi 99,9999999%. Sementara itu, PT Multimedia Nusantara akan memiliki 0,0000001% saham TIF.

Telkom menegaskan aksi korporasi tersebut tidak akan mengubah kepemilikan saham para pemegang saham Telkom yang ada saat ini. Dengan demikian, pemisahan bisnis tersebut dilakukan pada tingkat entitas usaha dan tidak mengubah komposisi kepemilikan saham investor di Telkom.

 

Ada Agenda Perubahan Pengurus

Selain pemisahan bisnis fiber, RUPSLB Telkom juga akan membahas perubahan susunan pengurus perseroan.

Dalam keterbukaan informasi BEI, Telkom menyebut perubahan susunan pengurus menjadi agenda kedua RUPSLB. Pengangkatan dan pemberhentian pengurus perseroan dilakukan melalui Rapat dengan memperhatikan ketentuan yang berlaku, termasuk persetujuan pemegang saham Seri A Dwiwarna.

RUPSLB Telkom dijadwalkan berlangsung pada Rabu (30/9/2026) pukul 14.00 WIB secara elektronik melalui eASY.KSEI. Pemegang saham yang berhak hadir merupakan mereka yang tercatat dalam Daftar Pemegang Saham Telkom pada 7 September 2026 pukul 16.15 WIB, atau pemilik saldo rekening efek di penitipan kolektif KSEI pada penutupan perdagangan saham tanggal tersebut.

Keterbukaan informasi tersebut disampaikan Telkom pada 8 September 2026 dan mencantumkan kode emiten TLKM.

Catatan angle: Saya akan lebih menyarankan “pemisahan bisnis fiber” sebagai fokus utama, bukan sekadar “Telkom gelar RUPSLB”, karena aksi korporasi inilah yang memiliki substansi bisnis paling kuat dan berpotensi menarik perhatian investor.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.