BMKG Laporkan Empat Gempa Beruntun di Darat Kabupaten Bandung Jawa Barat
Dedy Herdiana September 09, 2026 07:04 PM

 

TRIBUNPRIANGAN.COM, BANDUNG - Terjadi 4 gempa beruntun dengan pusat gempa di daratan Bandung, Jawa Barat, Rabu (9/9/2026) sore.

Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) melaporkan gempa terkini di Jawa Barat mengguncang Bandung pada pukul 15.46 WIB, dengan kekuatan Magnitudo 2,0.

Pusat gempa bumi ditunjukkan BMKG di peta informasinya berada di darat, 27 km Selatan Kabupaten Bandung, Jawa Barat.

Titik pusat gempa berada pada kedalaman 1 km, merupakan gempa dangkal.

"Info Gempa Mag:2.0, 09-Sep-2026 15:46:42 WIB, Lok: 7.26 LS - 107.58 BT, 27 km Selatan KAB-BANDUNG-JABAR, Kedlmn: 1 km ::BMKG," tulis BMKG di akun X @bmkgwilayah2, Rabu (9/9/2026) sore.

Sebelumnya, BMKG melaporkan gempa di Jawa Barat mengguncang Bandung pada pukul 14.40 WIB, dengan kekuatan Magnitudo 2,1.

Pusat gempa bumi ditunjukkan BMKG di peta informasinya berada di darat, 25 km Selatan Kabupaten Bandung, Jawa Barat.

Titik pusat gempa berada pada kedalaman 4 km, merupakan gempa dangkal.

Dalam laporannya, BMKG juga menyatakan disclaimer bahwa informasi tersebut mengutamakan kecepatan, sehingga hasil pengolahan data belum stabil dan bisa berubah seiring kelengkapan data.

"Info Gempa Mag:2.1, 09-Sep-2026 14:40:15 WIB, Lok: 7.24 LS - 107.60 BT, 25 km Selatan KAB-BANDUNG-JABAR, Kedlmn: 4 km ::BMKG Disclaimer: Informasi ini mengutamakan kecepatan, sehingga hasil pengolahan data belum stabil dan bisa berubah seiring kelengkapan data," tulis BMKG di akun X @bmkgwilayah2, Rabu (9/9/2026) jelang sore.

Sebelumnya lagi, BMKG melaporkan gempa di Jawa Barat mengguncang Bandung pada pukul 14.35 WIB, dengan kekuatan Magnitudo 2,2.

Pusat gempa bumi ditunjukkan BMKG di peta informasinya berada di darat, 27 km Selatan Kabupaten Bandung, Jawa Barat.

Titik pusat gempa berada pada kedalaman 10 km, merupakan gempa dangkal.

Dalam laporannya, BMKG juga menyatakan disclaimer bahwa informasi tersebut mengutamakan kecepatan, sehingga hasil pengolahan data belum stabil dan bisa berubah seiring kelengkapan data.

"Info Gempa Mag:2.2, 09-Sep-2026 14:35:18 WIB, Lok: 7.25 LS - 107.59 BT, 27 km Selatan KAB-BANDUNG-JABAR, Kedlmn: 10 km ::BMKG Disclaimer: Informasi ini mengutamakan kecepatan, sehingga hasil pengolahan data belum stabil dan bisa berubah seiring kelengkapan data" tulis BMKG di akun X @bmkgwilayah2, Rabu (9/9/2026) sore.

Sebelumnya lagi, BMKG melaporkan gempa di Jawa Barat mengguncang Bandung pada pukul 14.32 WIB, dengan kekuatan Magnitudo 1,6.

Pusat gempa bumi ditunjukkan BMKG di peta informasinya berada di darat, 26 km Selatan Kabupaten Bandung, Jawa Barat.

Titik pusat gempa berada pada kedalaman 4 km, merupakan gempa dangkal.

Dalam laporannya, BMKG juga menyatakan disclaimer bahwa informasi tersebut mengutamakan kecepatan, sehingga hasil pengolahan data belum stabil dan bisa berubah seiring kelengkapan data.

"Info Gempa Mag:1.6, 09-Sep-2026 14:32:31 WIB, Lok: 7.24 LS - 107.59 BT, 26 km Selatan KAB-BANDUNG-JABAR, Kedlmn: 4 km ::BMKG Disclaimer: Informasi ini mengutamakan kecepatan, sehingga hasil pengolahan data belum stabil dan bisa berubah seiring kelengkapan data" tulis BMKG di akun X @bmkgwilayah2, Rabu (9/9/2026) sore.

Baca juga: Gempa Magnitudo 2,4 Guncang Pangandaran dan Tasikmalaya pada Rabu Pagi

Sebelumnya, BMKG melaporkan gempa terkini di Jawa Barat dekat Pangandaran dan Tasikmalaya itu pada pukul 05.01 WIB, dengan kekuatan Magnitudo 2,4.

Pusat gempa bumi ditunjukkan BMKG di peta informasinya berada di laut, 89 km Barat Daya Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat.

Namun melihat peta yang ditunjukkan BMKG, titik pusat gempa tampak berada di selatan Tasikmalaya.

Titik pusat gempa berada pada kedalaman 33 km.

Dalam laporannya, BMKG juga menyatakan disclaimer bahwa informasi tersebut mengutamakan kecepatan, sehingga hasil pengolahan data belum stabil dan bisa berubah seiring kelengkapan data.

"Info Gempa Mag:2.4, 09-Sep-2026 05:01:42 WIB, Lok: 8.14 LS - 107.82 BT, 89 km Barat Daya KAB-PANGANDARAN-JABAR, Kedlmn: 33 km ::BMKG Disclaimer: Informasi ini mengutamakan kecepatan, sehingga hasil pengolahan data belum stabil dan bisa berubah seiring kelengkapan data," tulis BMKG di akun X @bmkgwilayah2, Rabu (9/9/2026) pagi.

Baca juga: Gempa M 5,4 Cilacap Guncang Pangandaran, BMKG Ungkap Terasa Hingga Pacitan

Sebelumnya BMKG melaporkan gempa bumi terjadi di Cilacap, Jawa Tengah pada pukul 04.07 WIB dengan kekuatan Magnitudo 3,6.

BMKG menyebut pusat gempa berada di 237 Km Selatan Cilacap dengan kedalaman 154 Km.

Dalam laporannya, BMKG juga menyatakan disclaimer bahwa informasi tersebut mengutamakan kecepatan, sehingga hasil pengolahan data belum stabil dan bisa berubah seiring kelengkapan data.

"Info Gempa Mag:3.6, 09-Sep-2026 04:07:59 WIB, Lok: 9.83 LS - 108.67 BT, 237 km Selatan CILACAP-JATENG, Kedlmn: 154 km ::BMKG Disclaimer: Informasi ini mengutamakan kecepatan, sehingga hasil pengolahan data belum stabil dan bisa berubah seiring kelengkapan data," tulis BMKG di akun X @bmkgwilayah2, Selasa (9/9/2026) pagi.

Sebelumnya, BMKG melaporkan guncangan gempa yang dirasakan warga Pangandaran dengan pusat gempa di laut, 77 km sebelah tenggara Cilacap, Jawa Tengah.

Gempa bumi yang terjadi pada pukul 12.04 WIB tersebut berkekuatan Magnitudo 5,4 dengan kedalaman pusat gempa 10 km.

BMKG menyebutkan guncangan gempa bumi yang dirasakan warga Pangandaran berada dalam Skala II-III MMI.

Selain dirasakan di Pangandaran, guncangan gempa juga dirasakan di Kebumen, Bantul, Cilacap, Purwokerto, dan Kulonprogo dengan Skala III MMI.

Kemudian dirasakan pula di Sleman, Pacitan, dan Wonogiri dengan Skala II MMI.

"Gempa (UPDATE) Mag:5.4, 04-Sep-26 12:04:59 WIB, Lok:8.42 LS, 109.02 BT (Pusat gempa berada di laut 77 km tenggara Cilacap), Kedlmn:10 Km Dirasakan (MMI) III Kebumen, III Bantul, III Cilacap, III Kulonprogo, II-III Pangandaran, II Sleman, II Pacitan, III Purwokerto, II Wonogiri #BMKG," tulis BMKG di akun X @infoBMKG, Jumat (4/9/2026) siang.

Baca juga: Gempa Cilacap M5,4 Guncangannya Dirasakan Warga Pangandaran Saat Salat Jumat

Skala Gempa 

Berdasarkan skala MMI yang dikutip dari laman BMKG, berikut info MMI yang dapat dipelajari.

I MMI: Getaran gempa tidak dapat dirasakan kecuali dalam keadaan luarbiasa oleh beberapa orang.

II MMI: Getaran atau goncangan gempa dirasakan oleh beberapa orang, benda-benda ringan yang digantung seperti lampu gantung bergoyang.

III MMI: Getaran gempa dirasakan nyata dalam rumah. Getaran terasa seakan-akan ada naik di dalam truk yang berjalan.

IV MMI: Pada saat siang hari dapat dirasakan oleh orang banyak di dalam rumah, di luar rumah oleh beberapa orang, gerabah pecah, jendela/pintu bergoyang hingga berderik dan dinding berbunyi.

V MMI: Getaran gempa bumi dapat dirasakan oleh hampir semua orang, orang-orang berlarian, gerabah pecah, barang-barang terpelanting, tiang-tiang dan benda besar tampak bergoyang, bandul lonceng dapat berhenti.

VI MMI: Getaran gempa bumi dirasakan oleh semua orang. Kebanyakan orang terkejut dan lari keluar, plester dinding jatuh dan cerobong asap di pabrik rusak, kerusakan ringan.

VII MMI: Semua orang di rumah keluar. Kerusakan ringan pada rumah dengan bangunan dan kontruksi yang baik. Sedangkan pada bangunan dengan konstruksi kurang baik terjadi retakan bahkan hancur, cerobong asap pecah. Dan getaran dapat dirasakan oleh orang yang sedang naik kendaraan.

VIII MMI: Kerusakan ringan pada bangunan dengan konstruksi kuat. Keretakan pada bangunan dengan konstruksi kurang baik, dinding terlepas dari rangka rumah, cerobong asap pabrik dan monumen roboh, air berubah keruh.

IX MMI: Kerusakan pada bangunan dengan konstruksi kuat, rangka rumah menjadi tidak lurus, banyak terjadi keretakan. Rumah tampak bergeser dari pondasi awal. Pipi-pipa dalam rumah putus.

X MMI: Bangunan dari kayu yang kuat rusak, rangka rumah lepas dari pondamennya, tanah terbelah rel melengkung, tanah longsor di tiap-tiap sungai dan di tanah-tanah yang curam.

XI MMI: Bangunan-bangunan yang sedikit yang masih berdiri. Jembatan rusak, terjadi lembah. Pipa dalam tanah tidak dapat terpakai sama sekali, tanah terbelah, rel sangat melengkung.

XII MMI: Hancur total, gelombang tampak pada permukaan tanah. Pemandangan berubah gelap, benda-benda terlempar ke udara.

Berikut tindakan yang perlu kamu lakukan saat gempa terjadi.

1. Tetap tenang

  • Saat gempa terjadi, berusahalah untuk tidak panik dan tetap tenang!
  • Tarik napas dalam-dalamnya, lalu lihatlah keadaan sekitar dan pilihlah spot yang aman untuk berlindung.

2. Di dalam rumah

  • Jika pada saat gempa sedang berada di dalam rumah atau penginapan, berusahalah menyelamatkan diri dan ajak orang yang ada di sekitarmu.
  • Meja adalah tempat terbaik untuk berlindung dari benda-benda yang berjatuhan akibat gempa.
  • Setelah itu, lindungi kepala dengan benda empuk. Misalnya bantal, helm, papan, atau yang paling praktis kamu bisa menggunakan kedua tangan dengan posisi tertelungkup.

3. Di luar ruangan

  • Jika pada saat gempa terjadi kamu sedang berada di luar ruangan tindakan pertama yang harus dilakukan adalah bergerak menjauhi gedung dan tiang lantas menuju daerah terbuka.
  • Tetap tenang dengan menarik napas dalam-dalam dan jangan lakukan apapun. Sebab, biasanya setelah gempa pertama akan terjadi gempa susulan. 

4. Di kerumunan

  • JIka saat itu kamu sedang berada di kerumunan, biasanya akan terjadi kepanikan.
  • Untuk mengindari hal tersebut. kamu bisa perhatikan arahan petugas penyelamat dan usahakan langsung menuju ke tangga darurat untuk menuju ke daerah terbuka.

5. Di gunung atau dataran tinggi

  • Jika gempa terjadi saat kamu sendang berada di gunung, bergeraklah menuju daerah lapang untuk berlindung.
  • Hidari daerah dekat lereng karena dipastikan akan menimbulkan longsor dan mengancam keselamatan jiwa.

6. Pusat gempa di laut

  • Gempa di bawah laut bisa menimbulkan gelombang tsunami.
  • Jika gempa itu terjadi, bergeraklah ke dataran yang lebih tinggi.

7. Di dalam kendaraan

  • Bagi yang sedang melakukan perjalanan saat terjadi gempa, berpeganglah erat agar tak terjatuh.
  • Berhentilah di tempat yang lapang dan berhentilah di sana.(*)

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.