Nabire (ANTARA) - Perum Bulog Cabang Nabire mencatat peningkatan penjualan beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) menjadi sekitar 60–70 ton per minggu sejak Agustus 2026 dari sebelumnya 30–40 ton per minggu.
Asisten Manajer Pemasaran Bulog Nabire Muhammad Rahadiyan Razak di Nabire, Rabu, mengatakan kenaikan penjualan tersebut seiring bertambahnya jumlah mitra penjualan SPHP di wilayah Nabire.
“Awal tahun mungkin mitra penjualan cuma sekitar 26, tapi sekarang sudah bertambah menjadi sekitar 48 mitra yang tersebar di seluruh Nabire,” katanya.
Ia menjelaskan, penambahan mitra membuat beras SPHP lebih mudah dijangkau masyarakat karena tidak hanya tersedia di Pasar Kalibobo, tetapi juga di sejumlah pasar dan toko kelontong pada titik-titik keramaian.
Menurutnya, total penjualan beras SPHP sejak Maret hingga Agustus 2026 mencapai sekitar 826 ton.
Ia mengatakan seluruh mitra wajib menjual beras SPHP sesuai harga eceran tertinggi (HET), yakni maksimal Rp67.500 per kemasan lima kilogram atau Rp13.500 per kilogram.
Mitra juga tidak diperbolehkan menjual kembali beras SPHP kepada pedagang beras lainnya. Beras tersebut harus disalurkan langsung kepada masyarakat sebagai konsumen akhir.
Setiap mitra terikat dengan Bulog melalui surat pernyataan yang memuat ketentuan penyaluran sehingga distribusi beras SPHP dapat dipantau dan dipertanggungjawabkan.
Ia mengimbau masyarakat melaporkan kepada Bulog apabila menemukan penjualan beras SPHP di atas HET agar dapat segera dilakukan pengecekan terhadap sumber dan jalur penyalurannya.
“Kalau ada masyarakat yang mendapatkan harga di atas HET, bisa langsung disampaikan kepada kami supaya kami bisa mengecek ke lapangan,” ujarnya.
Dengan meningkatnya penjualan beras SPHP menandakan kebutuhan beras di Nabire semakin stabil karena masyarakat terus mendapatkan beras dengan harga yang terjangkau.





