Dari sisi operasional, hingga Agustus 2026 ADHI mengerjakan 117 proyek aktif yang tersebar pada sektor infrastruktur, gedung, perkeretaapian, energi, dan industrial.

Jakarta (ANTARA) - PT Adhi Karya (Persero) Tbk (ADHI) hingga Agustus 2026 mengerjakan 117 proyek aktif yang tersebar pada sejumlah sektor.

"Dari sisi operasional, hingga Agustus 2026 ADHI mengerjakan 117 proyek aktif yang tersebar pada sektor infrastruktur, gedung, perkeretaapian, energi, dan industrial," ujar Corporate Secretary ADHI Siswanto dalam konferensi pers daring, di Jakarta, Rabu.

Siswanto juga menambahkan perseroan juga mencatat perolehan kontrak baru sebesar Rp8,3 triliun hingga Juli 2026, meningkat 118,4 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya sebesar Rp3,8 triliun.

Kemudian dari sisi kinerja keuangan, katanya lagi, pendapatan ADHI hingga Semester I 2026 tercatat sebesar Rp3,11 triliun. Di tengah penurunan pendapatan, ADHI tetap membukukan laba bersih Rp8,49 miliar, meningkat 12,6 persen, dan EBITDA Rp551,6 miliar, meningkat 28,1 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Siswanto mengatakan ADHI terus melakukan evaluasi terhadap kondisi bisnis dan keuangan perseroan sejalan dengan dinamika industri konstruksi dan perkembangan portofolio usaha.

Menurut dia, berdasarkan hasil evaluasi tersebut, perseroan menjalankan langkah-langkah transformasi secara terintegrasi untuk memperkuat fundamental bisnis, meningkatkan efektivitas pengelolaan portofolio, serta mendukung keberlanjutan usaha.

"Untuk itu, perseroan menjalankan tiga langkah penyehatan utama, yaitu transformasi bisnis, inorganic initiatives dan pendampingan pemegang saham, serta restrukturisasi keuangan. Langkah tersebut mencakup penataan portofolio dan aset, optimalisasi pelaksanaan proyek dan monitoring kas, serta penyesuaian struktur pendanaan," katanya pula.

Siswanto mengatakan pihaknya menyadari masih terdapat tantangan yang perlu diselesaikan, namun perseroan terus menjalankan langkah-langkah perbaikan secara terukur untuk memperkuat fundamental, menjaga keberlangsungan usaha, dan membangun kepercayaan seluruh pemangku kepentingan.