Per 31 Juli 2026, nilai kontrak baru saat ini tercapai di angka Rp2,27 triliun. Kontribusi terbesar berasal dari sektor infrastruktur sebesar 58,8 persen.
Jakarta (ANTARA) - PT Wijaya Karya Beton Tbk (WIKA Beton/WTON) mencatatkan kinerja operasional hingga Juli 2026 dengan perolehan kontrak baru sebesar Rp2,27 triliun.
Corporate Secretary WIKA Beton Ignatius Harry dalam Public Expose 2026 secara virtual, di Jakarta, Rabu, menyampaikan bahwa kontribusi sektor infrastruktur tetap menjadi tulang punggung perolehan kontrak baru perseroan.
"Per 31 Juli 2026, nilai kontrak baru saat ini tercapai di angka Rp2,27 triliun. Kontribusi terbesar berasal dari sektor infrastruktur sebesar 58,8 persen," katanya pula.
Selain itu, porsi pendanaan swasta yang signifikan mencerminkan semakin kuatnya kemandirian bisnis WIKA Beton di luar ekosistem induk usaha dengan persentase pendanaan swasta mencapai 37,7 persen.
Selain perolehan kontrak baru, WIKA Beton juga membukukan pendapatan usaha sebesar Rp1,48 triliun dengan kontribusi yang berasal dari berbagai lini produk, beton putar 47,9 persen, non-putar 34,4 persen, konstruksi 13,3 persen, serta jasa 4,4 persen
Guna menjaga keberlanjutan dan kelancaran bisnis di masa depan, WIKA Beton mengusung tagline Bring Back Our Glory yang berfokus pada penguatan tata kelola, pengendalian risiko bisnis, serta penciptaan nilai melalui inovasi dan solusi bagi para pemangku kepentingan.
Perusahaan juga mengarahkan ekspansi ke pasar global, salah satunya melalui keterlibatan dalam proyek Metro Manila Subway di Filipina.
Sejalan dengan ekspansi tersebut, inisiatif keberlanjutan berdasarkan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) terus dilakukan yang dibuktikan dengan capaian skor 71 dari S&P Global.
WIKA Beton juga memastikan tata kelola yang baik dan akuntabel melalui implementasi Sistem Manajemen Anti Penyuapan (SMAP) versi terbaru ISO 37001:2025.
Pihaknya meyakini bahwa implementasi menyeluruh atas tagline tersebut diyakini mampu menjadi katalis pemulihan kinerja dan meningkatkan daya tawar produk di pasar internasional.





