TRIBUNNEWSBOGOR.COM -- Amnesty International Indonesia meminta pemerintah untuk menghentikan pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) setelah peristiwa seorang siswi di Karo, Sumatera Utara, mengalami hilang ingatan diduga akibat menyantap menu MBG.
Direktur Eksekutif Amnesty International Indonesia Usman Hamid mengatakan, kasus tersebut merupakan bentuk kegagalan negara melindungi warganya.
Menurut Usman, kasus keracunan yang terjadi berulang menjadi alarm bagi pemerintah untuk menghentikan program MBG.
"MBG semakin tidak layak untuk diteruskan. Hentikan. Kasus hilangnya ingatan seorang siswi Fabiola di Kabupaten Karo usai mengalami sakit akibat MBG sangat memilukan adalah kegagalan negara melindungi hak asasi anak," kata Usman, dalam keterangannya yang diterima Tribunnews.com, Rabu (9/9/2026).
Usman menilai, kejadian tersebut sebagai tragedi kemanusiaan dan tidak boleh berlalu tanpa koreksi total dan pertanggungjawaban dari pemerintah.
"Menghancurkan daya ingat seorang anak jelas mengancam masa depannya, bukan hanya melanggar hak atas pangan yang sehat dan hak pendidikan layak, tapi juga hak atas masa depan. Ini tragedi kemanusiaan. Tak boleh berlalu tanpa koreksi total dan pertanggungjawaban," jelasnya.
Mengutip data dari Jaringan Pemantau Pendidikan Indonesia (JPPI), Usman menyampaikan, jumlah korban keracunan MBG di 36 provinsi telah mencapai 43.838 orang.
Data tersebut terdiri dari 28.103 korban pada 2025 dan 15.735 korban pada Januari hingga awal September 2026.
Terkait hal itu, ia juga meminta aparat penegak hukum untuk mengusut dugaan tindak pidana dalam kasus keracunan massal ini.
"Melihat jatuhnya banyak korban, penegak hukum harus turun tangan untuk mengusut tuntas seluruh insiden keracunan MBG ini. Siapapun pengelolanya, harus ada pertanggungjawaban hukum yang transparan atas kelalaian yang berujung pada keracunan massal," kata Usman.
Seperti diketahui, kasus dugaan keracunan Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Karo, Sumatra Utara, menjadi sorotan.
Hal itu terjadi setelah seorang siswi berinisial FP (16) diduga mengalami gangguan ingatan setelah kecarunan MBG.
FB mengalami gejala keracunan setelah menyantap hidangan MBG pada Kamis (13/8/2026). Sejak saat itu kondisinya kian memburuk.
Saat ini ia masih menjalani pemeriksaan kesehatan di Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Haji Adam Malik Medan.
Penanganan FP dilakukan secara intensif dengan melibatkan tiga dokter spesialis.