Akting Rendi Habisi Kakak Adik, Nginap di TKP Pasang Balok, Pura-pura Tenang Kecoh Keluarga 5 Tahun
Rusaidah September 09, 2026 07:03 PM

 

BANGKAPOS.COM – Kronologi kasus pembunuhan kakak beradik Rani (18) dan Ayuhana (13), mulai dari perencanaan pelaku hingga eksekusi kian terungkap.

Dalang pembunuhan kakak beradik asal Kecamatan Talang Kelapa, Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan itu dilakukan Rendi Saputra (27) dan Andika alias Dika (25). 

Dari pemeriksaan, Rendi adalah kekasih Rani yang sakit hati karena hubungannya tak direstui keluarga. 

Baca juga: Tampang Dua Pembunuh Kakak Adik Hilang 5 Tahun, Satunya Pacar Korban Baru Nikah, Ini Pekerjaannya

Pembunuhan ini baru terungkap setelah lima tahun dan kondisi jasad korban sudah berbentuk kerangka. 

Kronologi Lengkap Pembunuhan

Pelaku Menginap di TKP

Sakit hati diakui Rendi Saputra (27) menjadi motifnya menghabisi Rani dan Ayuhana. 

Saat menjalankan aksi sadisnya, Rendi turut mengajak temannya, Andika alias Dika (25), untuk merencanakan pembunuhan.

Kapolres Banyuasin AKBP Risnan Aldino melalui Kasat Reskrim AKP Shandy Kharisma menuturkan sebelum melancarkan aksinya, pelaku Rendi Saputra bersama Dika sengaja menginap di rumah kosong yang menjadi lokasi pembunuhan sekaligus menyimpan jasad korban.

Baca juga: Kapan Bansos Rp5,4 Juta Cair, Cek Jadwal, Siapa Penerimanya Pakai KTP di cekbansos.kemensos.go.id

Sudah berencana melakukan pembunuhan, Rendi mengetahui aktivitas korban Rani yang selalu berangkat sekolah bersama adiknya, Ayuhana di jalan yang tidak jauh dari lokasi penemuan tulang belulang, langsung melancarkan aksinya. 

Pelaku sempat menginap di rumah kosong tersebut untuk menunggu pagi.

Pasang Balok di Jalan

Pada Rabu, 27 Oktober 2021, pelaku Rendi dan rekannya Andika memasang balok kayu di jalan yang akan dilalui kedua korban.

Tampak Rani dan Ayuhana berangkat sekolah menggunakan sepeda motor Honda Legenda warna hitam. 

PELAKU PEMBUNUHAN - Potret pelaku RS alias Rendi (27) dan korban Rani semasa hidup. Rendi adalah seorang kuli bangunan yang merupakan kekasih korban, tega menghabisi Rani (18) dan adiknya Ayuhana (13), baru terungkap 5 tahun.
PELAKU PEMBUNUHAN - Potret pelaku RS alias Rendi (27) dan korban Rani semasa hidup. Rendi adalah seorang kuli bangunan yang merupakan kekasih korban, tega menghabisi Rani (18) dan adiknya Ayuhana (13), baru terungkap 5 tahun. (Tribunsumsel.com/Shinta Dwi Anggraini/Dokumentasi Pribadi)

Ketika kedua korban yang melintas dan melihat balok yang melintang di jalan, membuat laju sepeda motor berhenti.

Ketika itulah, Rendi dan rekannya Andika langsung muncul.

Kakak Beradik Dibunuh Secara Keji

Pelaku Rendi langsung menusuk korban Ayuhana menggunakan pisau di bagian perut.

"Korban Ayu berusaha melarikan diri, akan tetapi dikejar tersangka Andika. Saat itulah, korban ditikam tersangka Andika di bagian leher hingga membuat korban Ayu meninggal dunia," jelas Sandi.

Korban Ayu yang sudah meninggal dibawa Andika ke dalam rumah kosong.

Lalu korban Rani ditarik pelaku Rendi ke dalam rumah kosong yang sama.

Baca juga: Profil Andi Tenri, Ketua DPRD Bone Dilapor PPPK Paruh Waktu Buntut Lempar Kue dan Botol Cabai

Di sini, antara pelaku Rendi dan Rani sempat terjadi cekcok mulut lantaran pelaku kembali meminta korban Rani untuk menikah.

Mendengar apa yang diungkapkan korban Rani, membuat pelaku Rendi naik pitam dan menusuk korban Rani di bagian dada sebanyak satu kali.

"Penusukan itu membuat korban Rani meninggal di lokasi kejadian. Setelah itu, pelaku membuang sepeda motor korban di aliran air dekat perumahan dan meninggalkan kedua korban di dalam rumah kosong dengan kondisi sudah meninggal dunia," pungkasnya.

Keluarga Korban Melapor Polisi

Keluarga korban tampak resah begitu mengetahui Rani dan Ayuhana tak kunjung pulang ke rumah.

Keluarga sempat melakukan pencarian terhadap kedua korban, namun tidak membuahkan hasil.

Akhirnya, keluarga melaporkan hilangnya kedua korban ke Polsek Talang Kelapa.

"Hubungan keduanya diduga tidak mendapat restu keluarga, sehingga muncul rasa sakit hati dari pelaku RS. Dari rasa sakit hati karena tidak direstui, pelaku dendam hingga berencana melakukan pembunuhan terhadap korban," kata Shandy, Selasa (8/9/2026).

Rendi Bersandiwara Pura-pura Tenang

Saat keluarga sibuk mencari Rani dan Ayuhana yang menghilang sejak tahun 2021, Rendi berpura-pura tenang, ikut mencari keberadaan korban. 

Tak hanya itu, saat keluarga menggelar pengajian meski jasad Rani dan Ayuhana belum ditemukan, Rendi  tak pernah absen menghadiri pengajian dan tahlilan di rumah duka.

Hal ini diakui Helmi Nursidah (50), ibu korban saat diwawancara TribunSumsel.com pada Senin (7/9/2026). 

"Pas hilang itu melok (ikut) nyari juga dia. Yang dikagetkan seluruh warga dan keluarga ini, kita yasinan dia melok yasinan, kita tahlilan melok tahlilan. Seakan tidak terjadi masalah," kata Helmi.

"Dia datang cuma duduk bae (saja), melok yasinan. Wajahnya tenang, jadi seolah-olah bukan dia pelakunya," tuturnya lagi.

Baca juga: Profil Irjen Pol Arif Budiman, Kapolda Maluku Utara Akpol 1994, Pecat 21 Anak Buah dan Daftarnya

Sikap Rendi yang sangat tenang selama bertahun-tahun sama sekali tidak mengundang kecurigaan.

Apalagi setelah dicecar oleh keluarga korban, Rendi secara tegas menyatakan berani bersumpah bahwa dirinya tidak terlibat sama sekali dalam peristiwa menghilangnya sang kekasih dan adiknya.

Diakui Helmi, selama ini Rendi sudah dianggap seperti bagian dari keluarga sendiri.

"Memang sering ke rumah, akrab ke rumah. Bahkan sebelum kejadian itu kalau datang istilahnya apellah, makan minum di rumah," ujar Helmi. 

Rendi yang sehari-hari bekerja sebagai kuli bangunan juga melanjutkan hidup seperti biasa.

Dia bahkan baru menikah dua minggu sebelum dibekuk petugas di wilayah Kenten, Kecamatan Talang Kelapa.

Awal Penemuan Kerangka 

Aksi keji keduanya terbongkar bermula pada Minggu (6/9/2026) sekitar pukul 10.12 WIB, saat seorang warga bernama Rohani alias Otong hendak mencari kayu di sekitar Perumahan Amanah.

Otong secara tidak sengaja menemukan bangkai sepeda motor di dalam parit. Temuan itu kemudian dilaporkan ke Ketua RT setempat, Heri Fauzi.

OLAH TKP - Polisi saat melakukan olah tempat kejadian ditemukannya kerangka manusia Perumahan Amanah, Kelurahan Keramat Raya, Kecamatan Talang Kelapa, Kabupaten Banyuasin, Minggu (6/9/2026) kemarin. 
OLAH TKP - Polisi saat melakukan olah tempat kejadian ditemukannya kerangka manusia Perumahan Amanah, Kelurahan Keramat Raya, Kecamatan Talang Kelapa, Kabupaten Banyuasin, Minggu (6/9/2026) kemarin.  (Dokumen/Polres Banyuasin)

Heri kemudian datang ke lokasi untuk mengecek sepeda motor tersebut dan memeriksa sebuah rumah kosong yang berada sekitar 10 meter dari lokasi.

Saksi lantas dikejutkan dengan penemuan kerangka manusia yang sudah tinggal tulang-belulang.

Baca juga: Rekam Jejak Kombes Pol Handoko, Alumni Akpol 1998 Mantan Karo SDM Polda Jambi Kini Jadi Asesor Polri

Temuan tersebut kemudian dilaporkan kepada pihak kepolisian untuk dilakukan penanganan dan penyelidikan lebih lanjut.

Dari hasil pendalaman awal, kerangka tersebut berkaitan dengan kasus hilangnya dua perempuan, Rani dan Ayuhana. 

Tuntut Rendi Dihukum Maksimal

Saat dihadirkan dan dipertemukan dengan Rendi di kantor polisi pascapenangkapan, Helmi Nursidah (50), ibu korban, mengaku sangat syok, emosi, hingga sempat tidak sadarkan diri.

"Semalam pas ketemu langsung, dak sadar lagi saya, kepengin ngantam (memukul). Geram sekali karena dia yang dipercaya, tidak menyangka sama sekali," ungkapnya saat diwawancarai TribunSumsel.com, Senin (7/9/2026). 

Atas perbuatan Rendi dan keterlibatan rekannya yang menyembunyikan kejahatan tersebut selama hampir lima tahun, pihak keluarga berharap aparat penegak hukum memberikan sanksi seberat-beratnya.

"Bila perlu nyawa balik nyawa, tengkorak pulang tengkorak. Kami minta hukumannya ditambah dan dijatuhi hukuman maksimal," tegas Helmi.

Saat ini, pihak kepolisian telah mengamankan Rendi beserta satu rekannya untuk menjalani proses hukum dan pemeriksaan lebih lanjut.

(TribunSumsel.com/Sriwijaya Post/Tribunnews.com/Bangkapos.com)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.