Laporan Wartawan TribunJatim.com, David Yohanes
TRIBUNJATIM.COM, TULUNGAGUNG - Api berkobar di lahan tebu yang ada di sebelah timur SMAN 1 Tulungagung di Kelurahan Panggungrejo, Kecamatan Tulungagung, Kabupaten Tulungagung, Rabu (9/9/2026) sekitar pukul 09.00 WIB.
Kebakaran ini bermula dari pembakaran daduk atau daun tebu kering di lahan yang sudah dipanen.
Tanpa diduga, api merembet ke arah lahan tebu yang belum dipanen.
“Yang sisi timur sudah lebih dulu dipanen, terus sisa sampah daduk (daun tebu kering) dibakar,” ujar pemilik lahan, Agus Triono.
Lanjut Agus, pembakaran sampah sisa panen ini lazim dilakukan untuk membersihkan lahan.
Dedaunan tebu kering dikumpulkan jadi satu kemudian dibakar.
Namun ia mengakui, lokasi pembakaran ini terlalu dekat dengan lahan tebu yang belum dipanen.
Baca juga: Stok Beras Premium di Sejumlah Toko Modern Tulungagung Ternyata Kosong, Pembelian Dibatasi
“Jaraknya hanya beberapa meter. Tidak tahunya api merembet ke lahan sebelahnya,” ucap Agus.
Petugas pemadam kebakaran yang tiba di lokasi fokus menyekat api agar tidak meluas.
Personel Damkar juga terkendala, karena lokasi yang luas dan mobil Damkar tidak bisa mendekat.
Area yang belum kena api juga disemprot untuk mencegah api merembet.
Menurut Agus, luas lahan yang terbakar sekitar 400 ru, atau lebih dari 0,5 hektare.
“Untung tadi segera dibantu teman-teman Damkar. Kalau tidak pasti lebih luas,” katanya.
Lahan tebu yang terbakar dalam kondisi siap panen dan dikirim ke pabrik gula.
Masih menurut Agus, tebu yang terbakar masih bisa dipanen dan dijual ke pabrik.
Namun harganya turun, jika kondisi normal Rp 90.000 per kuintal, kini menjadi sekitar Rp 60.000 per kuintal.
“Besok langsung dikerahkan orang untuk panen. Sehari langsung habis,” tandasnya.
Kasi Penyelamatan dan Evakuasi Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Tulungagung, Iwan Supriyono, mengatakan 3 armada pemadam kebakaran dikerahkan seluruhnya.
Selain itu ada 2 mobil tangki penyuplai air turut dikerahkan untuk memasok kebutuhan air mobil pemadam.
Petugas mengalami kendala lokasi yang sangat luas dan jauh dari jalan, sehingga mobil pemadam kebakaran tidak bisa mendekat.
“Seluruh selang kami gunakan semua karena lokasinya jauh dari mobil pemadam. Areanya juga sangat luas,” jelas Iwan.
Petugas juga menghadapi tiupan angin yang cukup kendang yang turut membuat api semakin besar.
Seluruh proses pemadaman selesai pukul 11.15 WIB.