DHC-515: Pesawat Pemadam Kebakaran Hutan yang Bisa Angkut 6.137 Liter Air
Joko Widiyarso September 09, 2026 07:14 PM

TRIBUNJOGJA.COM - Karhutla (Kebakaran Hutan dan Lahan) belakangan ini kembali menjadi perhatian utama di Indonesia.

Ketika api mulai meluas dan sulit dijangkau dari darat, pesawat pemadam kebakaran menjadi salah satu alat yang dapat diandalkan membantu mempercepat penanganan.

Salah satu pesawat yang menarik untuk dibahas adalah DHC-515 atau De Havilland Canadair 515.

Pesawat ini sebelumnya dikenal sebagai CL-515 dan dikembangkan dari keluarga Canadair CL-215 dan CL-415.

Berbeda dari pesawat biasa yang dimodifikasi untuk membawa air, DHC-515 memang sejak awal dirancang khusus untuk memadamkan kebakaran dari udara.

Lantas, seperti apa kemampuan pesawat generasi berikutnya dari CL-415 ini?

Bukan Sekadar Pesawat Pembawa Air

DHC-515 merupakan pesawat amfibi. Artinya, pesawat ini dirancang untuk beroperasi dari daratan maupun permukaan air.

Konsep tersebut menjadi salah satu keunggulan utamanya. Dalam misi pemadaman, DHC-515 tidak selalu harus kembali ke pangkalan untuk mendapatkan air.

Pesawat dapat mengambil air langsung dari permukaan perairan sebelum kembali menuju lokasi kebakaran.

Secara desain, pesawat ini memang sangat spesifik.

De Havilland Canada mengembangkan DHC-515 sebagai generasi terbaru dari pesawat pemadam kebakaran Canadair yang sudah digunakan selama puluhan tahun.

Versi terbaru ini mendapatkan sejumlah pembaruan, termasuk avionik, material, dan sistem perlindungan terhadap korosi.

Bisa Membawa 6.137 Liter Air

Salah satu angka yang paling menarik dari DHC-515 adalah kapasitas tangki airnya.

Menurut spesifikasi resmi De Havilland Canada, pesawat ini mampu membawa hingga 6.137 liter air.

Selain itu, tersedia tangki foam dengan kapasitas 680 liter untuk mendukung proses pemadaman.

Jika dibandingkan dengan ukuran pesawatnya, kemampuan tersebut cukup mengesankan. 

DHC-515 memiliki panjang sekitar 19,8 meter dengan bentang sayap 28,6 meter.

Kecepatan jelajah normalnya mencapai sekitar 333 km/jam, sedangkan kecepatan maksimum yang tercantum dalam spesifikasi resmi berada di angka 346 km/jam.

Namun, keunggulan DHC-515 sebenarnya bukan hanya soal berapa banyak air yang bisa dibawa.

Isi Tangki Air Hanya Sekitar 12 Detik

Kemampuan yang membuat DHC-515 menarik adalah sistem water scooping.

Saat berada di atas permukaan air yang sesuai, pesawat dapat mengambil air menggunakan perangkat khusus di bagian bawahnya.

De Havilland Canada menyebut DHC-515 dapat mengisi tangki hingga penuh dalam waktu sekitar 12 detik.

Setelah mendapatkan air, pesawat dapat kembali menuju lokasi kebakaran untuk menjatuhkan muatannya.

Proses tersebut kemudian dapat diulangi. Jadi, DHC-515 tidak hanya membawa air dalam jumlah besar, tetapi juga dirancang untuk melakukan pengisian ulang dengan cepat.

Inilah yang membuat konsep pesawat seperti DHC-515 menarik untuk operasi pemadaman kebakaran hutan.

Dirancang Khusus untuk Melawan Kebakaran

DHC-515 bukan pesawat serbaguna yang kebetulan memiliki kemampuan membawa air.

Seluruh desainnya memang diarahkan untuk misi pemadaman kebakaran.

Selain kemampuan mengambil air dari permukaan perairan, pesawat ini dirancang untuk melakukan operasi berulang antara sumber air dan lokasi kebakaran.

De Havilland Canada juga menyebut pesawat ini dapat melakukan water scooping dalam kondisi gelombang hingga sekitar dua meter.

Kemampuan tersebut tentu harus tetap disesuaikan dengan kondisi operasi dan keselamatan penerbangan.

Cuaca, angin, kondisi permukaan air, serta medan di sekitar lokasi kebakaran tetap menjadi faktor penting.

Menarik untuk Negara seperti Indonesia

Di tengah ancaman karhutla yang kembali muncul, karakter DHC-515 terasa cukup relevan untuk Indonesia.

Indonesia memiliki wilayah hutan yang luas sekaligus banyak sumber perairan.

Secara teori, kondisi tersebut dapat mendukung konsep water scooping yang menjadi salah satu kemampuan utama DHC-515.

Tetapi pesawat ini bukan solusi tunggal untuk karhutla.

Pemadaman dari udara tetap membutuhkan dukungan petugas di darat, pemantauan titik api, kondisi cuaca yang mendukung, serta sistem operasi yang baik.

Dengan kata lain, kehebatan DHC-515 akan sangat bergantung pada bagaimana pesawat tersebut digunakan di lapangan.

DHC-515 bisa dibilang sebagai salah satu pesawat pemadam kebakaran yang menarik untuk diperhatikan.

Kapasitas air hingga 6.137 liter, kemampuan mengisi tangki sekitar 12 detik, serta kemampuannya mengambil air langsung dari permukaan perairan menjadi kombinasi yang sulit ditemukan pada pesawat biasa.

Pesawat ini juga bukan sekadar proyek di atas kertas.

De Havilland Canada masih melanjutkan produksi DHC-515 dan pada 2026 melaporkan perkembangan perakitan pesawat generasi terbaru tersebut.

Jadi, ketika berbicara tentang pesawat yang memang dibuat khusus untuk menghadapi kebakaran hutan, DHC-515 layak disebut sebagai salah satu water bomber paling menarik saat ini. (MG – M. Akhyar Shidqi Khadaffi)

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.