Desi sebenarnya sempat melarang sang suami berangkat meliput aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau di perairan Selat Sunda, Kabupaten Pandeglang.
Firasat dan kekhawatiran sang istri tersebut diungkapkan oleh ayah Bagus, Mansyur Suryana.
Meski sempat dilarang, Bagus akhirnya tetap memutuskan pergi setelah mendapatkan ajakan dari rekan-rekannya sesama Pewarta Foto Indonesia (PFI).
"Semoga ada segera ditemukan dalam kondisi selamat, keluarga terus berdoa," kata Mansyur kepada wartawan, Selasa (8/9/2026), dikutip dalam BantenTribunnews.com
Baca juga: Sosok M Bagus Khoirunnas, Jurnalis Foto Hilang Kontak saat Liputan Erupsi Gunung Anak Krakatau
Sebelum berangkat, Bagus sempat berpamitan dan berjanji kepada istrinya akan langsung pulang pada malam hari tanpa menginap.
"Ijin ke istri pulang malam, engga menginap. Sampai sekarang di kontak gak aktif, di WA ceklis satu," kata Mansyur.
Komunikasi terakhir antara Bagus dan istrinya terjadi pada Senin siang.
Saat itu, Bagus masih sempat mengirimkan sebuah foto yang memperlihatkan dirinya bersama empat rekan jurnalis lainnya dari atas kapal.
"Terakhir kontak sama istrinya itu kemarin siang. Dia ngirim foto lagi diatas kapal bersama 4 rekannya," ujar Mansyur.
Kini, Desi bersama jajaran rekan kerja dari Antara Banten telah mendatangi Posko SAR di Carita, Pandeglang, untuk memantau proses pencarian secara langsung.
Baca juga: Detik-Detik 5 Jurnalis Hilang Kontak Saat Liput Gunung Anak Krakatau, Pemandu Kirim Foto Terakhir
Sosok Bagus dikenal memiliki dedikasi tinggi di dunia jurnalistik.
Mansyur menceritakan bahwa putranya telah bekerja sebagai fotografer di Antara Banten sejak 2018, sebuah profesi yang berawal dari hobi dan jiwanya di bidang fotografi.
Setiap terjadi peristiwa bencana besar di wilayah Banten, Bagus selalu siap turun langsung ke lapangan.
Bahkan, salah satu karya foto erupsi Gunung Anak Krakatau hasil jepretannya pernah diunggah oleh Presiden RI Prabowo Subianto di media sosial.
"Orangnya pekerja keras, karena masih muda apapun peristiwa dikejar sama dia, masih jiwa muda. Tapi, ada suatu kebanggan kalau fotonya itu dipakai banyak media bahkan Presiden," ujar Mansyur.
Kapal cepat bernama Arupadhatu 1 yang ditumpangi Bagus bersama rombongan dilaporkan hilang kontak setelah bertolak dari Dermaga Pagedongan, Carita, Pandeglang, pada Senin (7/9/2026) sekitar pukul 14.00 WIB.
Berdasarkan data dari Basarnas Banten, kapal tersebut membawa total tujuh orang.
Penumpang terdiri dari lima jurnalis, satu nakhoda, dan satu anak buah kapal (ABK).
Adapun lima jurnalis yang berada dalam rombongan tersebut yakni Muhamad Bagus Khoirunnas (Antara Banten), Ari Basuki (Merdeka), Yudhis (iNews), Daus (Anadolu), dan Donal (jurnalis freelance).
Hingga Selasa malam, tim SAR gabungan masih terus melakukan penyisiran intensif dari perairan Carita menuju kawasan Gunung Anak Krakatau, Pulau Rakata, hingga Pulau Panjang menggunakan rigid inflatable boat (RIB) dengan pengerahan enam personel.
(*)
Ikuti dan Bergabung di Saluran Whatsapp Tribunsumsel.com