Sampah Penuhi Sungai Remu, Warga Sorong Pertanyakan Efektivitas Rp8 Miliar
Marius Frison Yewun September 09, 2026 08:38 PM

 

TRIBUNSORONG.COM, SORONG – Sampah rumah tangga dan plastik terlihat berserakan di Sungai Remu, Distrik Sorong Manoi, Kota Sorong, Papua Barat Daya.

Pantauan TribunSorong.com, sampah plastik tampak mengapung di Sungai Remu yang tidak jauh dari jalan Jenderal Sudirman Sorong itu.

Saat air sungai surut, sampah berupa botol plastik tampak berserakan di material tanah endapan di areal sungai.

Muhammad Iqbal seorang warga di Komplek Sungai Remu mengatakan, masalah sampah berserakan di sungai itu sudah menjadi hal biasa bagi warga di areal Pasar Bekasi.

Baca juga: Pegawai Tembus 5.600 Orang, Pemkot Sorong Setop Penerimaan CPNS dan PPPK

"Sampah-sampah plastik mulai berserakan di areal Sungai Remu sekitar 2010 hingga kini, sebab warga main buang kotor ke sungai," ujar Iqbal kepada TribunSorong.com di areal Sungai Remu Sorong, Rabu (9/9/2026).

Dijelaskan pria berusia 39 tahun itu, masalah sampah berawal dari minimnya pemahaman warga terkait kebersihan, sebab mereka main buang sampah saat lintasi di Sungai Remu.

Pria kelahiran Sorong 1986 itu menuturkan, jika di bandingkan dengan tahun 2000 balik 90-an, Sungai Remu masih menjadi objek tempat permandian bagi warga di Sorong.

"Tahun 90-an sampai 2000-an, kita biasanya masih mandi di Sungai Remu, airnya sangat biru dan tak ada sampah plastik," katanya.

Baca juga: Detik-detik Warga Manggarai Barat Diduga Dipukuli Oknum TNI AD, Ada Senjata Tajam

Tidak hanya itu, sebagian warga masih bisa memanfaatkan air dari Sungai Remu untuk keperluan mencuci pakaian, serta piring.

Pihaknya merasa prihatin, sebab kondisi itu sudah tidak lagi dilihat seperti sekarang, yang terjadi hari ini hanya penampakan sampah.

Sebagai masyarakat, pihaknya meminta agar pemerintah daerah bisa pertegas aturan, dan lakukan terobosan agar Sungai Remu bersih.

Senada dengan itu, Abdul Manaf (27) selaku pemuda di Kota Sorong menyayangkan soal penampakan sampah di areal Sungai Remu.

Baca juga: Perebutan Tiga Pulau Raja Ampat, Papua Barat Daya Adu Data di Kemendagri

"Kita cukup heran, sebab pemerintah hari ini sudah mengalokasikan anggaran Rp8 Miliar buat penanganan sampah, namun faktanya ada plastik berserakan di sungai," jelasnya.

Manaf menegaskan, pemerintah daerah bisa memberikan sosialisasi secara langsung ke masyarakat, sebab sampai sekarang banyak yang belum tahu Peraturan Daerah (Perda).

Respon Bidang Sampah

Terpisah, Direktur PT. Bangun Malamoi Indah Jhon Haji Malibela menjelaskan, pihaknya telah melakukan sejumlah terobosan, guna meminimalisir sampah berserakan di Sorong.

Baca juga: Kantor Komnas HAM Papua Dilempar Bom Molotov Saat Rapat Internal

"Kita sudah membagi zona penanganan soal sampah di Kota Sorong, masalah plastik ini tidak hanya di hilir, tapi dia dari hulu," katanya.

"Kita punya anggaran dari pemerintah Rp8 Miliar, dan sudah dialokasikan ke sampah,” katanya.

Diketahui, pemerintah melalui pihak ketiga telah menyiapkan Tempat Pembuangan Sementara (TPS) di 100-an titik Kota Sorong.

Berdasarkan Perda Nomor 15 tahun 2023 tentang Pengelolaan Sampah, telah dibagi jam buang sampah yaitu pukul 16.00 WIT-18.00 WIT, dan lanjut pukul 06.00 WIT hingga pukul 08.00 WIT.

Baca juga: Anak Takut Diperiksa Dokter Gigi? Coba 4 Cara Ini agar Lebih Berani

Pihaknya berpesan agar seluruh pihak bisa lebih empati dan menjaga kebersihan di Sorong, sebab sampah berserakan nama daerah rusak.(tribunsorong.com/safwan ashari)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.