Klaim Iran Sita Drone Laut Dive-LD AS, CENTCOM Tegaskan Kendaraan Lama Rusak
Laksmi Anindita September 09, 2026 08:44 PM

TRIBUNWOW.COM - Ketegangan diplomatik dan militer antara Amerika Serikat dan Iran di Selat Hormuz kembali memuncak. Eskalasi ini dipicu aksi IRGC yang menyita drone bawah laut tercanggih AS, di tengah jalan buntu perundingan keamanan maritim kedua negara.

Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) mengklaim telah menyita sebuah kapal selam tanpa awak drone laut) milik militer Amerika Serikat di dekat Selat Hormuz, Rabu (9/9/2026). Namun, otoritas militer AS menyebut perangkat tersebut merupakan unit lama yang mengalami kerusakan teknis saat bertugas.

Dalam rekaman video yang dirilis Viory, terlihat fisik drone laut beserta sejumlah komponen elektroniknya. IRGC menyatakan penyitaan dilakukan saat fajar melalui operasi intelijen dan taktis lapangan yang kompleks, serta mengklaim kendaraan tersebut sebagai salah satu kapal selam robotik terbaru milik militer AS.

Sejumlah laporan media mengidentifikasi kendaraan nirawak tersebut sebagai Dive-LD, yaitu kapal selam tanpa awak yang dikembangkan oleh perusahaan teknologi pertahanan asal California, Anduril.

Baca juga: Selat Hormuz Memanas, Iran Desak Korea Selatan Tak Ikut Operasi Militer AS

Sementara itu, Komando Pusat AS (CENTCOM) membenarkan adanya kendaraan bawah laut tanpa awak milik AS yang mengalami kendala operasional saat melakukan misi survei di perairan kawasan tersebut.

Meski begitu, CENTCOM membantah narasi operasi penangkapan oleh Iran dan menegaskan bahwa unit tersebut merupakan model Dive-LD lama yang telah mengalami kerusakan serta malfungsi jauh sebelum Iran mengumumkan klaim penyitaannya.

Insiden penyitaan ini terjadi di tengah kembali meningkatnya suhu diplomasi dan keamanan antara Amerika Serikat dan Iran di sekitar Selat Hormuz.

Sebelumnya, kedua negara sempat menandatangani kesepahaman pada 18 Juni melalui mediasi Pakistan dan Qatar guna meredakan konflik dan membuka jalan negosiasi lanjutan. Namun, dialog kini menemui jalan buntu terutama terkait isu keamanan maritim dan kebebasan navigasi, di mana kedua pihak saling menuduh melakukan pelanggaran.

Baca juga: Prabowo Janji Beri Bonus Rp3 Miliar & Percepat Karier bagi Atlet Peraih Medali Emas Asian Games

(*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.