MANGGAR, BABEL NEWS - Pasar Lipat Kajang, Desa Baru, Kecamatan Manggar, Belitung Timur, terlihat lengang pada Rabu (9/9) pagi. Deretan lapak pedagang yang berjejer di dalam pasar masih sepi disinggahi pembeli.
Komoditas bumbu dapur dan sayur mayur tertata rapi di rak-rak kayu, sembari sang pedagang, Guntur (23) duduk menanti pelanggan. Lapak milik Gutur masih lengkap akan tumpukan cabai, bawang, dan aneka komoditas sayuran segar.
Guntur mengatakan, pergerakan harga bahan pokok cenderung berubah-ubah dalam beberapa hari terakhir, terutama untuk komoditas cabai. Harga cabai rawit per Rabu (9/9) tercatat mengalami penurunan yang cukup signifikan dari harga sebelumnya.
Cabai rawit dijual seharga Rp100 ribu per kilogram, turun drastis dibandingkan harga kemarin yang sempat menembus Rp140 ribu per kilogram. "Hari ini cabai kecil turun jadi Rp100 ribu per kilo. Kemarin-kemarin sampai tiga hari lalu sempat Rp140 ribu karena banyak yang gagal panen dari produsen akibat kering (kemarau)," ujar Guntur.
Berbeda dengan cabai rawit, harga cabai besar justru merangkak naik akibat kendala pasokan dan minimnya barang berkualitas. Harga cabai besar kini dibanderol Rp55 ribu per kilogram, naik dari harga sebelumnya yang berada di angka Rp45 ribu per kilogram.
Guntur mengungkapkan cuaca kemarau belakangan ini sangat memengaruhi kesegaran pasokan cabai besar dari rantai distributor. Ia bahkan mengaku sempat mengalami kerugian lantaran harus membuang satu peti cabai besar seberat 25 kilogram yang mengering dan rusak sebelum sempat terjual.
"Cabai besar naik jadi Rp55 ribu dari sebelumnya Rp45 ribu karena barang yang bagus nya lagi susah. Pernah sempat buang satu peti isi 25 kilo karena kondisinya kering," ucapnya.
Lebih lanjut, kemarau panjang ini juga membuat pasokan cabai yang diambil pedagang merosot tajam. Guntur yang biasanya sanggup mengambil 30-40 kilogram per hari dari produsen, kini hanya 10-20 kilogram saja per hari.
Namun, Guntur memastikan persediaan barang masih tergolong aman jika berkaca pada kondisi pasar yang belakangan ini memang sepi pembeli. Setiap hari ia selalu menyetok satu peti cabai besar seberat 25 kilogram dan satu peti cabai rawit seberat 35 kilogram.
"Stok barang masih aman untuk jualan hari ini karena pasar juga sepi terus kan. Jadi tetap ada terus stok walau jumlah pasokan yang masuk dari produsen memang berkurang dari biasanya," pungkasnya. (z1)