Kebakaran Lahan di Kabupaten Bangka Capai 500 Hektare, Timgab Rakor Darurat
Ajie Gusti Prabowo September 09, 2026 08:50 PM

SUNGAILIAT, BABEL NEWS - Personel Damkar dan Satpol PP Bangka menggelar rapat koordinasi bersama sejumlah pihak dari berbagai lintas sektoral untuk menangani permasalahan Karhutla di Kabupaten Bangka dan sekitarnya, Selasa (8/9) siang. Nampak hadir dari BPBD, KPHP, PDAM, pihak kepolisian, TNI, PT Timah serta instansi terkait lainnya yang ikut terlibat dalam rapat bersama.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Satpol PP Kabupaten Bangka, Achmad Suherman mengungkapkan, keprihatinannya atas eskalasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang meluas di wilayah Kabupaten Bangka sejak Januari 2026 hingga saat ini. "Berdasarkan catatan di lapangan, luas lahan yang terbakar telah mencapai kisaran 400 hingga 500 hektare, dengan berbagai kejadian menonjol termasuk di wilayah Belinyu, Parai dan Kemuja," kata Achmad Suherman.

Ia mengakui, intensitas kebakaran tercatat cukup tinggi, di mana rata-rata terjadi 4 hingga 10 titik api dalam sehari, baik pada siang maupun malam hari. Besarnya kobaran api bahkan sempat merembet dari kawasan hutan masuk ke wilayah pemukiman, mengakibatkan terbakarnya dua unit rumah warga, satu unit sepeda motor, serta barang berharga lainnya.

"Kendala di lapangan semakin bertambah ketika titik api berada di area perbukitan terjal setinggi ratusan meter, yang memaksa personel pemadam melakukan penanganan secara manual dengan berjalan kaki," ucapnya.

Terkait permasalahan ini, Satpol PP Kabupaten Bangka menggelar rapat koordinasi (rakor) lintas sektoral. "Rakor ini bertujuan untuk menyamakan persepsi, memperkuat koordinasi, serta mengevaluasi hambatan di lapangan, mengingat sering kali terjadi peristiwa kebakaran di beberapa titik berbeda secara bersamaan dalam satu waktu," ungkapnya.

Kepala KPHP Sigambir Kotawaringin, Tanaim, mengungkapkan tantangan berat yang dihadapi di lapangan. Dengan luas wilayah kerja yang mencakup lintas timur Kotawaringin hingga Air Anyir, pihaknya hanya didukung oleh dua orang personel polisi hutan. "Bayangkan, dengan luas seperti ini, polisi hutannya hanya dua orang. Harus menjaga mulai dari Kotawaringin sampai Air Anyir," kata Tanaim.

Meski dihadapkan pada keterbatasan sumber daya manusia dan sarana prasarana, penanganan karhutla dapat berjalan berkat sinergi lintas instansi dan bantuan masyarakat. Tanaim menyampaikan apresiasi tinggi kepada seluruh pihak yang telah bahu-membahu membantu di lapangan, mulai dari Damkar, BPBD, Satpol PP, jajaran TNI-Polri, hingga pihak swasta seperti PT Timah serta berbagai elemen masyarakat dan Babinsa atau Bhabinkamtibmas.

"Saat ini, petugas tidak hanya fokus memadamkan api, tetapi juga melanjutkan tahap pendinginan guna memastikan titik-titik api benar-benar padam," bebernya.

Tanaim telah menginstruksikan jajaran Polisi Hutan, untuk memperketat patroli di sejumlah titik rawan yang dilaporkan oleh pihak Kesatuan Pengamatan dan Penegakan Hukum (Kasat PPH). Ia menyebutkan, sebagian besar titik api yang tengah ditangani saat ini berada di luar kawasan hutan, salah satunya di wilayah Bukit Sekip.

KPHP Sigambir Kotawaringin juga mengeluarkan imbauan keras kepada masyarakat, khususnya para petani dan pekebun yang beraktivitas di sekitar kawasan hutan. "Kami mohon kepada semua masyarakat, terutama yang berkebun di kawasan hutan, untuk menjaga dan tidak membuka lahan dengan cara membakar. Mari kita jaga hutan ini agar dampaknya bisa dirasakan untuk jangka panjang, hari ini maupun esok hari," pungkasnya. (v1)

Siaga Penuh Kathutla
KASUS kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Bangka Barat terus terjadi hampir setiap hari. Bahkan, tak jarang peristiwa karhutla tersebut terjadi dalam beberapa titik setiap harinya.

Petugas pemadam kebakaran baik dari Pemkab Bangka Barat, damkar PT Timah, damkar Kodim 0431/Bangka Barat, damkar perusahaan swasta berjibaku memadamkan api. Tak sedikit pula masyarakat yang turut membantu pemadaman api menggunakan berbagai peralatan untuk mencegah kebakaran meluas.

Damkar Bangka Barat mencatat kasus karhutla dari Januari-Agustus 2026 telah mencapai sebanyak 130 kasus dengan lahan terdampak kurang lebih 139,5 hektare. Jumlah tersebut diperkirakan lebih banyak, termasuk ditambah data kebakaran dilaporkan ke pihak kepolisian dan instansi lainnya.

Bupati Bangka Barat, Markus mengatakan, Kabupaten Bangka Barat sendiri diketahui saat ini berstatus siaga karhutla. "Kita Bangka Barat ini statusnya siaga. Kita tidak dapat meremehkan walaupun kondisi sekarang ini masih baik-baik saja, tetap kami siaga penuh," kata Markus, Selasa (8/9).

Kata Markus, dirinya sendiri telah memerintahkan Pj Sekda Bangka Barat untuk menyampaikan ke desa-desa. "Saya akan memerintahkan DinsosPMD untuk meminta kepala desa dan perangkatnya untuk lebih aktif sosialisasi dan edukasi masyarakat," ujarnya.

Dirinya pun mengimbau masyarakat untuk tidak membuka lahan perkebunan dengan cara dibakar. Pasalnya, ada sanksi yang menanti apabila hal tersebut diketahui sengaja dilakukan. "Itu ada sanksi pidananya. Tentu kita lebih mendekatkan pada persuasif kepada masyarakat," jelasnya.

Apalagi dampak El Nino yang terjadi saat ini membuat tiga kecamatan di Kabupaten Bangka Barat yang belum diguyur hujan sejak beberapa waktu terakhir yakni Kecamatan Mentok, Simpang Teritip dan Tempilang. "Kita berharap bisa segera turun hujan. Tentunya kami siap siaga dan selalu bersinergi dengan stakeholder terkait," tambahnya. (u2)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.