Hadiri Rakorgub se-Sumatra, Wagub Fadhlullah Dorong Penguatan Konektivitas dan Logistik
Nur Nihayati September 09, 2026 08:38 PM

Laporan Wartawan Serambi Indonesia Rianza Alfandi | Medan

SERAMBINEWS.COM, MEDAN – Wakil Gubernur Aceh, Fadhlullah (Dek Fadh), menghadiri Rapat Koordinasi Gubernur (Rakorgub) se-Sumatra dalam rangkaian Pertemuan Tingkat Menteri Indonesia-Malaysia-Thailand Growth Triangle (IMT-GT) ke-32 di JW Marriott Hotel, Kota Medan, Sumatera Utara, Rabu (9/9/2026).

Rakorgub tersebut menjadi momentum strategis untuk memperkuat koordinasi dan sinergi antardaerah dalam mendorong Sumatra sebagai satu kawasan dan kekuatan ekonomi.

Forum itu dihadiri sejumlah pejabat, di antaranya Menteri Dalam Negeri, Gubernur Sumatera Utara, Gubernur Sumatera Barat, Gubernur Jambi, Wakil Gubernur Bengkulu, Direktur Jenderal Otonomi Daerah Kemendagri, serta Direktur Jenderal Bina Pembangunan Daerah Kemendagri.

Baca juga: VIDEO Aksi Wagub Aceh Dek Fad Hentikan Truk Barang Plat BK dan BA di Aceh Jaya

Dalam pertemuan tersebut, para peserta membahas sejumlah langkah strategis, termasuk penetapan kesepakatan antarprovinsi, pembentukan kelembagaan dan rencana aksi bersama, percepatan implementasi lima prioritas, serta penguatan dukungan pemerintah pusat dan mitra strategis.

Sejalan dengan agenda tersebut, Wagub Fadhlullah menekankan pentingnya penguatan konektivitas dan sistem logistik di Pulau Sumatra.

Baca juga: Empat Pulau Aceh ‘Lepas’ ke Sumut, HUDA Minta Mualem dan Dek Fad Bertindak Tegas: Temui Presiden

Menurutnya, keterhubungan infrastruktur dan pusat-pusat pertumbuhan ekonomi sangat penting untuk memperlancar arus barang dan manusia, menekan biaya logistik, memperluas akses pasar, sekaligus meningkatkan daya saing kawasan.

Selain konektivitas, Dek Fadh mendorong penguatan ketahanan pangan dan hilirisasi komoditas unggulan. Aceh memiliki sejumlah komoditas strategis, seperti padi, kopi, kelapa sawit, kakao, hortikultura, dan nilam yang dinilai memiliki potensi besar untuk dikembangkan melalui kerja sama antardaerah.

“Aceh memiliki komoditas unggulan seperti kopi dan nilam yang memiliki pasar dan nilai tambah besar. Kita ingin komoditas Aceh tidak hanya dijual sebagai bahan mentah, tetapi terus didorong menuju hilirisasi sehingga memberikan nilai ekonomi yang lebih besar bagi masyarakat,” ujar Dek Fadh.

Ia juga menilai Aceh memiliki posisi strategis melalui Sabang. Pengembangan Sabang sebagai simpul konektivitas perdagangan, logistik, dan pariwisata, menurutnya, perlu terus diperkuat melalui dukungan konektivitas laut dan udara.

“Sabang memiliki posisi yang sangat strategis. Kita perlu memperkuat konektivitas Sabang melalui jalur laut dan udara agar dapat menjadi bagian penting dari jaringan perdagangan, logistik, pariwisata dan konektivitas Sumatera dengan kawasan internasional,” katanya.

Di sektor perdagangan dan investasi, Dek Fadh mengajak provinsi-provinsi di Sumatra menjadikan kawasan tersebut sebagai pasar yang saling memperkuat.

Produk unggulan Aceh diharapkan semakin mudah menjangkau pasar di provinsi lain di Sumatra. Sebaliknya, produk unggulan dari daerah lain juga diharapkan dapat berkembang dan masuk ke pasar Aceh.

Menurutnya, kerja sama antardaerah juga perlu diperkuat dalam menghadapi bencana dan perubahan iklim. Pengalaman Aceh dalam menghadapi berbagai bencana dan proses pemulihan masyarakat dinilai dapat menjadi pembelajaran bersama untuk membangun Sumatra yang lebih tangguh, adaptif, dan berkelanjutan.

Penguatan pariwisata, pembangunan sumber daya manusia, serta transformasi digital juga dinilai menjadi bagian penting dalam membangun konektivitas kawasan.

Dek Fadh mendorong pengembangan jejaring destinasi dan paket wisata lintas provinsi, termasuk penguatan potensi wisata ramah muslim.

“Pembangunan Sumatera membutuhkan lebih dari sekadar kerja masing-masing provinsi. Kita perlu berbagi keunggulan, menghubungkan potensi, dan menyatukan langkah,” ungkapnya.

Ia berharap Rakorgub se-Sumatra dapat menjadi momentum untuk memperkuat kerja sama nyata antardaerah sehingga Sumatra semakin terhubung, kompetitif, dan mampu menjadi salah satu motor pertumbuhan ekonomi nasional.

“Bersatu dalam visi, terhubung dalam konektivitas, saling melengkapi dalam inovasi, tumbuh dalam kolaborasi, dan maju bersama untuk menjadikan Sumatera sebagai salah satu motor pertumbuhan ekonomi,” pungkasnya.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.