Gelar Kuliah Umum Reinvention of Work, STIA LAN Bandung Dorong Mahasiswa Siap Hadapi Era AI
Siti Fatimah September 09, 2026 08:46 PM

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Nappisah

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Perkembangan teknologi, khususnya kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI), membuat dunia kerja berubah semakin cepat. 

Kondisi tersebut mendorong perguruan tinggi untuk menyiapkan mahasiswa agar tidak hanya mengandalkan kemampuan akademik, tetapi juga memiliki kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan dunia kerja masa depan.

Menjawab kebutuhan tersebut, Politeknik STIA LAN Bandung menggelar kuliah umum bertajuk Reinvention of Work: Tantangan Pendidikan dan Mahasiswa Ilmu Administrasi di Tengah Perubahan Dunia Kerja di Politeknik STIA LAN Bandung di Aula Politeknik STIA LAN Bandung, Rabu (9/9/2026). 

Kegiatan tersebut menghadirkan Ketua Lembaga Administrasi Negara (LAN) RI Muhammad Taufiq sebagai pembicara. 

Muhammad Taufiq mengatakan, perkembangan teknologi membuat berbagai jenis pekerjaan mengalami perubahan. 

Dikatakannya, perubahan tersebut tidak hanya berkaitan dengan jenis pekerjaan, tetapi juga cara pekerjaan dilakukan maupun sifat pekerjaannya.

"Tadi kita memberikan gambaran tentang perubahan dunia kerja yang sangat cepat sekali dengan adanya teknologi terutama AI. Bagaimana pekerjaan di Indonesia dan seluruh dunia mengalami banyak perubahan, bagaimana teknologi dan manusia ini harus berkolaborasi," ujar Muhammad Taufiq, kepada Tribun Jabar, Rabu (9/9/2026). 

Menurutnya, seluruh jenis pekerjaan akan terdampak perkembangan teknologi. Karena itu, mahasiswa perlu mempersiapkan diri agar mampu beradaptasi ketika memasuki dunia kerja.

Ia menyebut setidaknya ada sejumlah kemampuan yang perlu diperkuat mahasiswa. Pertama adalah kemampuan sesuai bidang keilmuan. 

Selanjutnya, mahasiswa perlu memiliki kemampuan sosial, seperti kemampuan memimpin, berkomunikasi, dan mengambil keputusan.

"Kemudian yang kedua adalah bagaimana kemampuan kita sebut dengan kemampuan sosialnya. Kemampuan memimpin, kemampuan komunikasi, kemampuan mengambil keputusan, decision making," katanya.

Selain itu, kemampuan komputasional juga dinilai penting, terutama penguasaan terhadap AI dan teknologi lainnya. 

Dia menilai, mahasiswa juga perlu memiliki kompetensi konseptual yang mencakup kemampuan berpikir kreatif, inovatif, serta kemampuan untuk terus belajar.

"Ini dia karena belajar ini tidak hanya terkait dengan apa yang menjadi mata kuliah kurikulum tapi belajar bagaimana dengan diri, memiliki skill yang banyak sehingga mereka menjadi talenta yang adaptif dalam dunia kerja yang perubahan," ujarnya.

Muhammad Taufiq mengatakan, perguruan tinggi di bawah naungan LAN, yakni Politeknik STIA LAN Bandung bersama Politeknik STIA LAN Jakarta dan Politeknik STIA LAN Makassar juga tengah mempersiapkan sejumlah perubahan dalam pendidikan untuk menjawab tantangan tersebut.

Dia menjelaskan, salah satunya melalui penguatan pendidikan karakter yang akan dimulai sejak mahasiswa berada di semester pertama. 

Mahasiswa nantinya akan dipetakan menggunakan AI untuk melihat potensi dan area karakter yang masih perlu dikembangkan.

"Pertama adalah dari pendidikan karakter yaitu yang akan masuk di semester satu akan dipetakan dengan AI apa kemudian potensinya dan mana area-area yang perlu dikembangkan terkait dengan character building-nya tadi," katanya.

Perubahan berikutnya berkaitan dengan penugasan mahasiswa.

Penugasan akan diarahkan pada berbagai proyek yang diharapkan dapat memberikan keterampilan tambahan bagi mahasiswa.

Selain itu, mahasiswa juga akan diperkenalkan dengan micro credential, sehingga mereka dapat memiliki keahlian tambahan yang mendukung peminatan dan rencana karier setelah lulus.

"Bagaimana kawan-kawan mahasiswa punya keahlian-keahlian yang bisa mendukung peminatan tadi untuk karier masa depannya," ujarnya.

Mahasiswa juga akan didorong memiliki portofolio yang dapat digunakan untuk mendukung kesiapan mereka memasuki dunia kerja.

Salah satunya melalui penguatan profil LinkedIn agar lebih kompetitif di pasar kerja.

"Semua wajib bagaimana LinkedIn-nya itu menjadi lebih marketable, menjadi lebih kompetitif lagi karena penugasannya, karena penguatan soft skill-nya, penguatan karakternya dan tadi penguasaan-penguasaan kompetensi yang kita sebut dengan future ready tadi," kata Muhammad Taufiq.

Di tempat yang sama, Direktur Politeknik STIA LAN Bandung Muhamad Nur Afandi mengatakan, penguatan karakter mahasiswa akan menjadi salah satu bagian penting dalam proses pendidikan.

Menurutnya, pengembangan karakter tersebut telah memiliki pedoman yang menjadi dasar pelaksanaannya. 

"Dengan adanya kemampuan akademik dan juga pembangunan karakter yang selaras ini nantinya ke depan akan menghasilkan lulusan-lulusan yang tidak hanya fokus kepada kontekstual akademiknya tetapi juga terkait dengan karakter dan juga attitude ini yang nanti akan menjadi pondasi mereka untuk siap bekerja di lapangan," ujar Muhamad Nur Afandi.

Ia mengatakan, bagi mahasiswa baru, penguatan pendidikan karakter menjadi salah satu perubahan yang mulai diterapkan.

"Dengan mahasiswa baru ini salah satunya adalah diawali dengan pembangunan karakter. Dengan implementasi pedoman pembangunan, karakternya sudah ada, yaitu yang diawali dengan pendidikan bela negara dan juga ada tambahan kurikulum satu semester, untuk pembangunan karakter kita tambahkan sebagaimana arahan Pak Kepala LAN menjadi setahun," jelasnya.

Muhamad Nur Afandi menambahkan, kuliah umum juga menjadi bagian dari budaya akademik di Politeknik STIA LAN Bandung. 

Kegiatan tersebut rutin dilakukan dengan tema dan fokus yang berbeda, baik oleh internal kampus maupun melalui kerja sama dengan mahasiswa, program studi, serta asosiasi.

"Ini adalah sebuah habit, budaya akademik yang ada di Poltek STIA LAN Bandung di mana kegiatan-kegiatan berkenaan dengan penguatan akademik ini kita rutinkan tetapi dengan fokus dan tema yang berbeda-beda," ujarnya.

Ia mengatakan, kegiatan kuliah umum tersebut telah diprogramkan dan dapat melibatkan asosiasi seperti Indonesian Association for Public Administration maupun asosiasi lainnya, baik untuk kegiatan berskala nasional maupun internasional.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.