TRIBUNWOW.COM - Hasil pemeriksaan laboratorium menemukan tiga jenis bakteri pada sejumlah sampel makanan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dikonsumsi siswa di Kabupaten Karo, Sumatera Utara.
Temuan tersebut meliputi Bacillus cereus pada sampel nasi, Staphylococcus aureus pada ikan dencis dengan saus, serta Escherichia coli (E. coli) pada sampel melon.
Hasil pemeriksaan itu tercantum dalam dokumen Laboratorium Kesehatan Provinsi Sumatera Utara bernomor 008.2/4129/UPTD LABKES/VIII/2026.
Dokumen tersebut tertanggal 16 Agustus 2026 dan diterima oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Karo.
Temuan laboratorium kemudian dibahas dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) di DPRD Kabupaten Karo pada Senin (7/9/2026).
Selain sampel makanan, pemeriksaan juga dilakukan terhadap sampel muntahan salah satu korban, Mutiara.
Hasilnya menunjukkan adanya Staphylococcus aureus pada sampel tersebut.
Meski demikian, temuan bakteri pada makanan maupun sampel muntahan belum dapat langsung disimpulkan sebagai penyebab keracunan. Pemeriksaan lebih lanjut tetap diperlukan untuk memastikan hubungan antara bakteri yang ditemukan dengan kejadian tersebut.
Sekretaris Dinas Kesehatan Sumatera Utara, Hamid Rizal, menjelaskan bahwa bakteri dapat ditemukan secara alami di berbagai lingkungan, termasuk pada makanan.
Menurutnya, keberadaan bakteri baru menjadi masalah apabila jumlahnya melampaui ambang batas atau standar keamanan yang telah ditetapkan.
Hingga Selasa (8/9/2026), penjelasan teknis terkait hasil pemeriksaan tersebut masih mengacu kepada Dinas Kesehatan Kabupaten Karo selaku pihak yang mengajukan pemeriksaan sampel.
Polisi Selidiki Dapur SPPG
Kasus dugaan keracunan setelah konsumsi MBG di Kabupaten Karo juga masih dalam penyelidikan kepolisian.
Kabid Humas Polda Sumatera Utara Kombes Ferry Walintukan mengatakan perkara tersebut masih ditangani dan didalami oleh Polres Tanah Karo.
"Masih diproses, didalami. Masih dalam penyelidikan," ujar Ferry, Selasa (8/9/2026).
Sebelumnya, ratusan siswa di Kabupaten Karo mengalami gangguan kesehatan setelah menyantap menu MBG pada Kamis (13/8/2026).
Berdasarkan data awal, sebanyak 353 siswa dari lima sekolah terdampak dalam kejadian tersebut.
Badan Gizi Nasional (BGN) sebelumnya menyampaikan dugaan awal mengarah pada ikan yang disebut tidak disimpan dalam freezer selama sekitar 10 hingga 12 jam.
Kepala BGN Sudaryono mengatakan dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang berkaitan dengan kejadian tersebut telah ditutup sementara.
Kepala SPPG terkait juga telah dicopot dari jabatannya. (*)