Kasihan, Warga di NTT Masuk Rumah Sakit Diduga Jadi Korban Kebrutalan Dua Oknum TNI
Nurhadi Hasbi September 09, 2026 09:47 PM

 

TRIBUN-SULBAR.COM - Sebuah video viral di media sosial, menunjukkan betapa kasiahnya seorang warga diduga menjadi korban kebrutalan dua oknum TNI.

Kejadian tersebut di Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Manggarai Barat, merupakan salah satu daerah terdampak gempa bumi dahsyat baru-baru ini.

Belum usai penderitaan akibat bencana, warga tersebut kini harus dilarikan ke rumah sakit usai mengalami penganiayaan oleh oknum aparat.

Dalam video yang beredar, tampak pria lemas tak berdaya usai diduga digebukin.

Tampak dua aparat berseragam loreng TNI diduga pelaku dalam video tersebut.

Korban yang diketahui bernama Syarif tampak duduk tak berdaya.

Baca juga: VIDEO Detik-detik Keributan di Depan King Karaoke Mamuju, Libatkan Oknum TNI, Satu Orang Tewas

Sandar pada seorang wanita berdaster biru yang berusaha menolongnya.

Warga yang merekam kejadian itu kemudian berupaya menolong Syarief untuk meninggalkan lokasi.

Kondisi Syarief tampak lemas. 

Bahkan, ia sempat terjatuh ketika berusaha dibopong oleh warga.

Di tengah situasi tersebut, salah satu anggota TNI terlihat emosi lantaran aksi tersebut direkam menggunakan kamera.

"Kau mengerti hukum to, saya tanya kau," ujar anggota TNI tersebut sembari melontarkan makian.

Ia kemudian mengeluarkan ancaman kepada warga yang merekam kejadian.

"Saya semua laporkan," katanya.

Belum diketahui secara pasti persoalan yang melatarbelakangi dugaan penganiayaan tersebut.

Sementara itu, Syarief disebut harus mendapatkan perawatan di rumah sakit akibat kejadian tersebut.

Hingga Rabu (9/9/2026), video yang diunggah akun X @NenkMonica itu telah ditonton lebih dari 8.000 kali.

Penjelasan Pihak Keluarga Korban

Adik kandung Syarief, Safrudin (41), mengatakan korban masih sempat mendapatkan perawatan medis di RSU Siloam Labuan Bajo hingga Rabu (9/9/2026) pagi.

Safrudin menuturkan, kejadian itu berlangsung setelah Syarief pulang dari aktivitas memancing. Setibanya di rumah, korban bermaksud beristirahat dan meminta istrinya menyiapkan nasi serta ikan.

"Saat itu, tiba-tiba datang sekelompok orang termasuk oknum TNI masuk dan merusak pagar," ujar Safrudin saat diwawancarai TRIBUNFLORES.COM, Rabu (9/9/2026).

Peristiwa tersebut, kata Safrudin, terjadi sekitar pukul 12.30 WITA. Tak hanya pagar, beberapa tanaman yang berada di kebun milik Syarief juga dilaporkan mengalami kerusakan.

Syarief kemudian mengambil telepon genggamnya untuk mengabadikan kondisi kebun setelah melihat kerusakan tersebut. Namun, keluarga menyebut korban diduga menjadi sasaran kekerasan setelah merekam kejadian itu.

"Tiba-tiba oknum TNI itu langsung pukul dia. Pertama mereka pukul pakai tangan. Di situ, dia dipukul di depan anak dan isterinya," ungkap Safrudin.

Menurut Safrudin, Syarief tidak memberikan perlawanan saat kejadian. Pihak keluarga selanjutnya membawa korban ke RSU Siloam Labuan Bajo guna menjalani pemeriksaan dan perawatan.

Akibat kejadian tersebut, Syarief disebut mengalami sejumlah luka serta lebam pada bagian tubuhnya.

"Kami sudah dirawat di RS Siloam tapi jam 11.38 kami keluar rumah sakit dan memilih rawat jalan di rumah keluarga, karena kami tidak pakai BPJS," ujarnya.

Safrudin menambahkan, sebelum keluarga meninggalkan rumah sakit, Dandim Manggarai Barat sempat datang menjenguk Syarief.

Dalam kesempatan itu, pihak Dandim disebut menyampaikan permohonan maaf kepada keluarga korban atas nama institusi.

Dua Oknum Prajurit TNI Dimintai Keterangan

Komandan Kodim 1630 Manggarai Barat, Letkol Inf Budiman Manurung, menyatakan telah mengambil langkah dengan memanggil anggota TNI yang diduga berkaitan dengan insiden tersebut.

Budiman menjelaskan, peristiwa yang terjadi antara korban dan dua anggota TNI itu tidak terlepas dari persoalan internal keluarga.

Ia mengungkapkan, korban ternyata memiliki hubungan kekerabatan dengan dua anggota TNI yang disebut dalam kejadian tersebut. Bahkan, tempat tinggal mereka berada di lokasi yang berdekatan.

"Antara korban dengan kedua anggota TNI itu masih punya hubungan keluarga. Rumah mereka bahkan bersebelahan. Tapi, kita sudah panggil yang bersangkutan," ujar Budiman, Rabu (9/9/2026).

Menurut Budiman, pemanggilan terhadap anggota terkait dilakukan sebagai bagian dari langkah pihaknya untuk menindaklanjuti persoalan tersebut.(*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.