TRIBUN-MEDAN.com, STABAT - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Langkat, Sumatera Utara, menerbitkan Surat Edaran (SE) imbauan kesiapsiagaan menghadapi cuaca ekstrem.
Masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi banjir, angin kencang, longsor, dan gelombang pasang. Masyarakat juga diimbau menghindari lokasi rawan bencana dan membatasi aktivitas di luar rumah ketika kondisi cuaca membahayakan.
Potensi ancaman mau pun kejadian bencana dapat dilaporkan kepada aparat pemerintah setempat melalui call center 112, atau Pusdalops BPBD Kabupaten Langkat melalui nomor 08116571117.
Masyarakat juga diminta bergotong-royong membersihkan saluran air dan drainase serta tidak menggunakan api untuk membuka mau pun membersihkan lahan perkebunan, pertanian, dan lingkungan sekitar.
Untuk penanganan longsor, Pemkab Langkat akan berkoordinasi dengan Dinas PUTR guna mengerahkan alat berat dalam membantu pembersihan material longsor dan penanganan lokasi terdampak.
Baca juga: Tindakan Prabowo Tambah Anggaran Bencana Dikritik Pengamat: Malapetaka, Bencana Kebijakan
Dalam surat edaran tersebut, Plt Bupati Langkat, Tiorita Br Surbakti juga memberikan beberapa penekanan kepada seluruh unsur terkait.
"Pertama, BPBD bersama perangkat daerah diminta meningkatkan pemantauan di wilayah rawan banjir, khususnya bantaran sungai dan kawasan rendah. Kedua, sistem peringatan dini serta penyampaian informasi kepada masyarakat harus dilakukan secara cepat dan jelas apabila terjadi peningkatan debit air maupun kondisi yang membahayakan," ujar Tiorita dalam keterangan tertulis, Rabu (9/9).
Lanjut Tiorita, ada pun poin ketiga yaitu kesiapan personel, peralatan evakuasi, kendaraan operasional, posko, tempat pengungsian, pangan, obat-obatan, dan bantuan dasar lainnya harus dipastikan setiap saat.
Keempat, camat dan kepala desa/lurah diminta memperkuat komunikasi dengan masyarakat agar tidak ada warga yang terlambat memperoleh informasi maupun bantuan.
Kelima, TNI dan Polri diminta terus bersinergi dengan pemerintah daerah dalam pengamanan, evakuasi, pengaturan lalu lintas di ruas jalan terdampak, serta menjaga keamanan dan ketertiban selama penanganan bencana.
"Pemerintah daerah tidak boleh menunggu sampai bencana menjadi lebih besar. Langkah antisipasi, kesiapsiagaan, koordinasi, dan respons cepat harus kita lakukan secara bersama-sama," ucap Tiorita.
Plt Bupati Langkat ini juga menginstruksikan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) agar segera melakukan pemangkasan pohon-pohon tinggi di kawasan perkantoran yang berpotensi membahayakan keselamatan apabila terjadi angin kencang mau pun cuaca ekstrem.
Tiorita pun mengajak seluruh unsur Forkopimda, perangkat daerah, pemerintah kecamatan dan desa/kelurahan, serta masyarakat untuk memperkuat kebersamaan dan kewaspadaan menghadapi potensi bencana.
"Kita bersama-sama menjaga Kabupaten Langkat agar tetap aman, tanggap, dan siap menghadapi berbagai kemungkinan bencana demi melindungi masyarakat serta menjaga stabilitas dan kesejahteraan di Negeri Bertuah," tutup Tiorita.
Siapkan Sarana dan Prasarana Darurat Banjir
Sedikitnya tujuh kecamatan di Kabupaten Langkat, Sumatera Utara, terendam banjir. Data tersebut berdasarkan laporan kaji cepat Tim Reaksi Cepat (TRC) Penanggulangan Bencana Kabupaten Langkat per tanggal (8/9).
Ada pun kecamatan yang terendam banjir yaitu Kecamatan Padang Tualang, Sawit Seberang, Tanjung Pura, Batang Serangan, Hinai, Sei Lepan, dan Besitang. Tak hanya banjir, bencana longsor juga terjadi di Kecamatan Sei Bingai dan Salapian.
"Banjir dipicu tingginya curah hujan di wilayah hulu Sungai Batang Serangan selama dua hari berturut-turut," ujar Sekretaris Daerah (Sekda) Langkat, Amril, Rabu (9/9/2026).
Lanjut Amril, kondisi tersebut meningkatkan debit air sungai hingga menggenangi permukiman warga di sejumlah wilayah yang dilalui aliran sungai. Artinya ketinggian debit air yang cukup parah merendam rumah masyarakat terjadi di mana yang tempat tinggalnya tak jauh dari bantaran sungai.
"Pemkab Langkat telah melakukan sejumlah langkah penanganan, antara lain menyalurkan 20 paket bantuan sembako kepada masyarakat terdampak di Kecamatan Padang Tualang dan Tanjung Pura, menyediakan perahu fiber untuk mendukung mobilitas warga, serta meminjam pakaikan dua unit perahu fiber di Desa Tebing Tanjung Selamat, Kecamatan Padang Tualang, dan Pekan Tanjung Pura, Kecamatan Tanjung Pura," ucap Amril.
Selain itu, Amril menjelaskan sebanyak 15 unit geobag (girobag) telah disalurkan di Kecamatan Tanjung Pura. Pemerintah daerah juga menyiapkan personel dan sarana prasarana darurat berupa perahu karet, mobil tangki air, serta perlengkapan evakuasi untuk mengantisipasi kondisi yang lebih buruk.
"Posko Pusdalops BPBD Kabupaten Langkat tetap bersiaga 24 jam dan terus berkoordinasi dengan berbagai instansi terkait untuk memperkuat penanganan bencana," kata Amril.
Sementara itu, Plt Bupati Langkat, Tiorita Br Surbakti, meminta seluruh unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dan jajaran pemerintah daerah bergerak cepat menghadapi potensi bencana akibat cuaca ekstrem yang melanda sejumlah wilayah Kabupaten Langkat.
Tiorita menegaskan, pemerintah tidak boleh bersikap menunggu hingga kondisi memburuk.
"Antisipasi, kesiapsiagaan, koordinasi lintas sektor, serta respons cepat harus dipastikan berjalan di lapangan untuk melindungi masyarakat," ujar Tiorita.