Siswa SMP Negeri 2 Sungaiselan Diajak Lawatan ke Peninggalan Belanda di Desa Lampur
Ardhina Trisila Sakti September 09, 2026 10:03 PM

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Para peserta didik SMP Negeri 2 Sungaiselan diajak untuk melakukan lawatan sejarah ke bangunan peninggalan Belanda di kawasan Hutan Bayat, Desa Lampur, Kecamatan Sungaiselan Kabupaten Bangka Tengah pada Selasa (08/09/2026) kemarin.‎

‎Kepala SMP Negeri 2 Sungaiselan Deni Andrianto menyampaikan, Hutan Bayat dipilih sebagai lokasi kunjungan karena menyimpan jejak sejarah berupa bekas bangunan, terowongan, dan struktur peninggalan masa penjajahan Belanda yang dulu digunakan sebagai pos dan jalur angkut timah.

‎Deni menerangkan, selama mengikuti kegiatan itu para siswa mendapatkan pemaparan langsung dari narasumber sejarah lokal, kepala sekolah, dan guru mengenai fungsi bangunan, perjuangan rakyat, serta dampak penjajahan di wilayah Bangka.

‎"Lawatan ini bukan sekadar kunjungan biasa. Kami ingin anak-anak belajar sejarah tidak hanya dari buku, tapi melihat langsung bukti sejarah di daerahnya sendiri," ujar Deni, dalam keterangan yang diterima Bangkapos.com, Rabu (9/9/2026).

‎Menurutnya, melalui pembelajaran lapangan yang dilakukan diharapkan setiap siswa dapat lebih memahami jati diri bangsa, menghargai perjuangan para pendahulu, dan turut serta menjaga kelestarian peninggalan sejarah di Bangka Tengah.

‎"Dari sini kita tanamkan nilai nasionalisme, gotong royong, dan pentingnya menjaga dan mengetahui warisan budaya," tambahnya.

‎Sementara itu, perwakilan Pemerintah Desa Lampur, Rudi S yang merupakan kepala RT 08 Lampur, mengapresiasi inisiatif yang dilakukan oleh SMP Negeri 2 Sungaiselan.

‎"Kami berterima kasih kepada SMP Negeri 2 Sungaiselan yang peduli dengan sejarah Desa Lampur. Situs di Hutan Bayat ini perlu terus dijaga agar menjadi sumber belajar bagi generasi muda," katanya.

(Rilis/Rifqi Nugroho)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.