Laporan Wartawan Serambi Indonesia, Aulia Prasetya | Sabang
SERAMBINEWS.COM, SABANG - Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) Nazaruddin alias Tgk Agam mempertimbangkan langkah hukum setelah dirinya dituding melakukan pemukulan terhadap wanita berinisial ML dalam sebuah perselisihan di Kota Sabang.
Nazaruddin membantah tudingan tersebut. Ia menegaskan tidak pernah melakukan pemukulan sebagaimana yang disampaikan pihak yang menudingnya.
“Saya akan berkoordinasi dengan tim hukum,” kata Nazaruddin, saat temu awak media di Sabang, Rabu (9/9/2026).
Menurut Nazaruddin, konsultasi dengan tim hukum dilakukan untuk menentukan langkah yang tepat terkait tudingan yang dinilainya tidak sesuai dengan kejadian yang sebenarnya.
Ia menyebut, apabila dari hasil kajian hukum terdapat unsur dugaan fitnah atau pencemaran nama baik, pihaknya akan mempertimbangkan untuk menempuh jalur hukum.
“Saya serahkan kepada proses hukum. Kalau memang ada laporan, silakan dibuktikan. Saya juga punya hak untuk mengambil langkah hukum apabila tudingan tersebut tidak sesuai fakta,” ujarnya.
Baca juga: Dituding Memukul, Tgk Agam Membantah, Begini Pernyataan Anggota DPRA dari Sabang Itu
Nazaruddin menjelaskan, perselisihan tersebut terjadi ketika dirinya hendak bertemu dengan Bendahara PWI Kota Sabang, Hendra Handyan, di Rumah Makan Sabang Kopi Center.
Sebelum masuk ke rumah makan, Nazaruddin mengaku sempat berada di area mesin Anjungan Tunai Mandiri (ATM) Bank Aceh yang berada di lokasi tersebut.
Saat hendak meninggalkan area ATM, ia mengaku terlibat percakapan dengan FS, suami ML. Tidak lama kemudian, menurut Nazaruddin, terjadi keributan setelah ML tiba di lokasi.
Nazaruddin membantah melakukan kekerasan. Ia mengaku justru berusaha menjaga jarak untuk menghindari kontak fisik.
“Saya memang berusaha menjaga jarak karena saya sudah memprediksi bisa muncul fitnah, seolah-olah saya melakukan kekerasan,” katanya.
Ia juga menyebut terdapat sejumlah orang di lokasi yang dapat memberikan keterangan mengenai kejadian tersebut.
Baca juga: Malam di Sabang Tak Lagi Sepi, Tugu Merah Putih Jadi Pusat Kuliner Baru
Karena itu, Nazaruddin meminta persoalan tersebut tidak hanya dinilai berdasarkan narasi dari salah satu pihak. Menurutnya, keterangan para saksi dan alat bukti perlu diperiksa untuk mengetahui apa yang sebenarnya terjadi.
Sementara itu, Bendahara PWI Kota Sabang Hendra Handyan yang mengaku berada di lokasi mengatakan dirinya tidak melihat adanya pemukulan yang dilakukan Nazaruddin terhadap ML.
“Saya ada di lokasi dan tidak ada aksi kekerasan,” kata Hendra.
Menurut Hendra, Nazaruddin justru terlihat berusaha menghindari kontak fisik ketika sejumlah orang berupaya melerai perselisihan.
“Saya melihat Nazaruddin berusaha menghindar saat direlai oleh sejumlah orang di lokasi,” ujarnya.
Hendra mengaku berada tidak jauh dari lokasi sehingga dapat melihat situasi yang terjadi.
Baca juga: Musim Hujan atau Panas, Pesona Wisata Sabang Tetap Menarik Wisatawan
Ia berharap persoalan tersebut tidak berkembang menjadi polemik yang lebih luas. Jika perkara tersebut telah dilaporkan kepada aparat penegak hukum, Hendra meminta semua pihak menyerahkan penanganannya kepada proses hukum.
“Kalau memang sudah dilaporkan, biarkan proses hukum berlangsung. Jangan berasumsi atau beropini kalau tidak melihat langsung,” tegas Hendra.
Nazaruddin sendiri menyatakan siap memberikan keterangan apabila diperlukan oleh aparat penegak hukum. Di sisi lain, ia akan menunggu hasil konsultasi dengan tim hukum sebelum menentukan langkah selanjutnya.
“Yang jelas, saya tidak akan tinggal diam kalau tudingan itu tidak benar dan merugikan nama baik saya,” katanya. (*)