ACF Kolektif Hadirkan Energi Baru Dalam Penyelenggaraan Aceh Culinary Festival
Misran Asri September 09, 2026 11:54 PM

ACF tumbuh menjadi festival tahunan yang melibatkan 23 kabupaten/kota di Aceh, lebih dari 120 UMKM kuliner Aceh–Sumatera, serta 20+ inisiatif kreatif dari Aceh, Jakarta, dan Bali

PROHABA.CO, BANDA ACEH – Penyelenggaraan Aceh Culinary Festival (ACF) 2026 menandai lahirnya arah baru bagi hallmark event kebanggaan Aceh. 

Festival yang telah empat kali masuk Top 10 Event Daerah Terbaik Karisma Event Nusantara versi Kemenpar RI ini kini tampil dengan wajah kolektif, tepat di momentum satu dekade perjalanannya.

Setelah sempat vakum dua tahun, ACF kembali hadir sebagai ruang perayaan cita rasa sekaligus wadah kolaborasi kreatif. 

Dimulai pada 2014 lalu dari sebuah bazar kuliner sehari, kini ACF tumbuh menjadi festival tahunan yang melibatkan 23 kabupaten/kota di Aceh, lebih dari 120 UMKM kuliner Aceh–Sumatera, serta 20+ inisiatif kreatif dari Aceh, Jakarta, dan Bali. 

Antusiasme masyarakat Aceh berpadu dengan perhatian komunitas Gastronomy Nusantara yang semakin meluas.

Festival Director sekaligus Founder ACF, Wan Windi Lestari, menegaskan bahwa seri kali ini menjadi yang pertama tanpa alokasi APBA. 

“Kontribusi Pemerintah Aceh tidak selalu berbentuk anggaran. Kini Pemerintah hadir sebagai mitra strategis yang mengayomi gerakan kolektif yang kami gagas,” ujarnya. 

Menurut Windi, skema kolektif justru memberi keleluasaan untuk menjadikan ACF sebagai platform inklusif yang membuka ruang kolaborasi sebesar-besarnya.

Baca juga: Aceh Culinary Festival 2026 Digelar 11-14 September di Banda Aceh

Lebih dari 20 komunitas dan inisiatif kreatif telah bergabung dalam ACF Kolektif, di antaranya Indonesia Gastronomy Network, Wonderful Indonesia Gastronomy, Dewan Kuliner Indonesia, Kelas Pagi Pangan, Rumah Intaran, Ikatan Ahli Boga Aceh, hingga Komunitas Saleum dan EXO Production. 

Kehadiran mereka memperkuat ekosistem kreatif sekaligus memperkaya pengalaman festival.

Aceh Festival Celunary_2
Berbagai masakan dan kuliner Aceh turut ditampilkan dalam penyelenggaraan Aceh Culinary Festival (ACF) 2026 yang akan diselenggarakan pada 11 sampai 14 September 2026 di Taman Sulthanah Safiatuddin Banda Aceh.(ACF/HO)

Taman Sulthanah Safiatuddin Banda Aceh kembali menjadi home venue dengan fokus pada pelestarian kuliner tradisional dan pengembangan studi gastronomi Aceh. 

Pemerintah Aceh melalui Disbudpar menegaskan komitmen revitalisasi kawasan budaya berbasis ekonomi kreatif, yang kini dilindungi secara resmi melalui sertifikat HAKI atas identitas merek dan karya kreatif ACF.

Baca juga: Kak Na Pastikan TP PKK Aceh Hadir dan Dukung Sukseskan Gelaran Aceh Culinary Festival 2026

Konferensi pers ACF Kolektif digelar Rabu tadi, 9 September 2026 di Museum Aceh – History Cafe & Resto, pukul 16.30 WIB, dengan kehadiran Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Aceh. 

Sementara itu, festival utama berlangsung pada 11–14 September 2026 di Taman Sulthanah Safiatuddin Banda Aceh, dan akan dihadiri oleh Wakil Menteri Pariwisata RI Ni Luh Puspa.(*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.