Program Pencegahan Stunting Herbalife di Gunungkidul Sasar 275 Warga hingga 2028
Ikrob Didik Irawan September 10, 2026 12:14 AM

TRIBUNJOGJA.COM - Program Pencegahan Stunting dan Sanitasi berbasis masyarakat mulai dijalankan di Desa Kedungkeris, Kecamatan Nglipar, Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).

Program yang digagas Herbalife Indonesia bersama Yayasan Cita Sehat tersebut akan berlangsung selama tiga tahun, mulai 2026 hingga 2028.

Program ini memadukan dukungan nutrisi dan kesehatan ibu, edukasi masyarakat, peningkatan kapasitas, serta penguatan fasilitas kesehatan dan sanitasi.

Director & General Manager Herbalife Indonesia, Oktrianto Wahyu Jatmiko, mengatakan pencegahan stunting tidak dapat hanya dilakukan melalui pemenuhan kebutuhan nutrisi.

“Pencegahan stunting membutuhkan pendekatan yang komprehensif dan berkelanjutan. Oleh karena itu, upaya Herbalife tidak hanya berfokus pada nutrisi, tetapi juga mencakup edukasi perubahan perilaku, peningkatan kapasitas tenaga kesehatan setempat, serta perbaikan lingkungan dan sanitasi,” ujar Oktrianto, 9 September 2026.

Pada tahun pertama pelaksanaannya, program tersebut diproyeksikan memberikan manfaat langsung kepada 275 orang, yang terdiri dari calon ibu, ibu hamil dan menyusui, keluarga rentan, kader Pos Kesehatan Desa (Poskesdes), serta petugas lapangan keluarga berencana.

Program ini dirancang melalui tiga pilar yang saling terintegrasi, yakni nutrisi dan kesehatan, edukasi masyarakat dan peningkatan kapasitas, serta peningkatan fasilitas kesehatan dan sanitasi.

Pada pilar nutrisi dan kesehatan, kegiatan yang dilakukan mencakup pemberian dukungan nutrisi serta pendampingan bagi ibu hamil dan menyusui.

Sementara itu, edukasi masyarakat diarahkan pada pengetahuan mengenai tumbuh kembang anak dan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS). Kader desa juga akan mendapatkan pelatihan untuk meningkatkan kapasitas dalam mendampingi keluarga yang rentan terhadap stunting.

Adapun penguatan fasilitas kesehatan dan sanitasi dilakukan melalui dukungan bertahap untuk penyediaan toilet yang layak, fasilitas kesehatan desa, serta jaringan air minum hingga 2028.

Menurut Oktrianto, pendekatan tersebut dilakukan melalui kolaborasi dengan berbagai pihak di tingkat lokal agar program dapat disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat.

“Melalui kolaborasi dengan Yayasan Cita Sehat, pemerintah daerah, dan masyarakat Desa Kedungkeris, kami berkomitmen untuk memastikan program ini memberikan manfaat yang bermakna dan relevan bagi masyarakat,” katanya.

Intervensi Stunting

Direktur Yayasan Cita Sehat, Ali Mujianto, mengatakan pendekatan berbasis masyarakat menjadi salah satu kunci agar intervensi pencegahan stunting dapat diberikan secara tepat sasaran.

Yayasan Cita Sehat akan bekerja sama dengan bidan desa, konselor laktasi, dan kader Posyandu untuk memberikan pendampingan secara langsung kepada keluarga yang rentan.

Pada tahap awal pelaksanaan program pada 2026, Herbalife Indonesia menyerahkan tujuh paket peralatan pemantauan tumbuh kembang anak untuk masing-masing Posyandu di Desa Kedungkeris.

Paket nutrisi juga diberikan kepada ibu hamil, ibu menyusui, dan calon ibu sebagai bagian dari dukungan terhadap kesehatan ibu dan anak.

Kepala Desa Kedungkeris, Rusdi Martono, mengapresiasi dukungan berbagai pihak terhadap upaya pencegahan dan penanganan stunting di wilayahnya.

Menurut Rusdi, penguatan fasilitas kesehatan dan Posyandu menjadi bagian penting dalam mendukung upaya tersebut.

“Bangunan ini bukan sekadar simbol, tetapi juga menjadi fasilitas dan sumber daya tambahan untuk memperkuat semangat serta upaya kita dalam mencegah stunting di Desa Kedungkeris,” ujarnya.

Salah satu fasilitas yang berkaitan dengan program tersebut adalah Pos Kesehatan Desa (Poskesdes) Kedungkeris yang diresmikan pada Agustus 2026.

Fasilitas Posyandu yang sebelumnya dibangun Herbalife di Sendowo Kidul kemudian dialihfungsikan menjadi Poskesdes atas permintaan otoritas kesehatan setempat. Fasilitas tersebut dinilai telah memenuhi standar yang dipersyaratkan untuk Poskesdes.

Program yang berlangsung hingga 2028 ini diarahkan untuk menangani sejumlah faktor yang berkaitan dengan stunting, mulai dari nutrisi, perilaku, hingga kondisi lingkungan dan sanitasi.

Selain memberikan intervensi kepada keluarga sasaran, program juga menitikberatkan pada peningkatan kapasitas kader dan tenaga kesehatan serta penguatan fasilitas di tingkat desa. (*/rls)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.